Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Tugas Kelompok


__ADS_3

"Selamat berbuka dengan yang sekarang karena yang dulu udah bahagia sama pilihnya."


Ry tidak memperdulikan ucapan Kevin, Ry terus saja memukuli bantal guling ke tubuh Kevin dengan membabi buta.Kevin yang merasa sudah lelah menghindari pukulan Ry dengan menggunakan bantal guling akhirnya membiarkan bantal guling tersebut mengenai dadanya.


"Sudah belum mukulnya?" Tangan Kevin sudah memegang bantal guling yang di gunakan Ry untuk memukul Kevin.


"Sudah." Ry melepaskan tangan dari bantal guling tersebut.


Bantal guling tersebut sudah berada di tangan Kevin, Kevin melempar bantal guling tersebut di atas tempat tidur.


Bough.......... Bough


"Tunggu dulu." Kevin yang melihat Ry membalikan badan hendak berjalan, lalu Kevin segera mencekal. tangan Ry.


"Ada apa lagi mase?" Ry yang enggan membalikkan badannya.


Kevin sudah berdiri di hadapan Ry sambil tangannya masih memegang tangan Ry.


"Chubby aku mau_____." Kevin menundukkan kepalanya, Kevin semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ry.


"Mau apa mase?" Ry menatap wajah Kevin yang semakin mendekat ke arahnya.


"Itu____."Kevin menempel hidungnya yang mancung di hidung Ry yang pesek.


"Itu apa?" Jantung Ry semakin berdetak kencang karena posisi hidung mereka sudah menempel.


"Kalian sedang apa?"


Mereka segera menoleh kearah sumber suara tersebut, betapa terkejut mereka saat melihat Jojo yang sudah berdiri di depan pintu kamar sambil melihat ke arah Kevin dan Ry.


"Jojo," kata mereka serentak.


"Iya, kenapa wajah kalian terkejut seperti itu?" Jojo melihat wajah mereka berubah terkejut saat mendapati Jojo sedang berdiri di depan pintu kamar.


"Kamu kenapa masuk kamar mas?main nyelonong aja gak ada sopannya." Kevin wajahnya berubah menatap Jojo dengan tatapan kesal.


"Habis pintunya kamar mas gak terkunci, tapi aku masih penasaran kalian berdua sedang apa sih tadi?" tanya Jojo.


Pagi ini Ry bangun terlebih dahulu, Ry berusaha untuk melepaskan tangan Kevin yang melingkar di pinggang sambil memeluk tubuh Ry. Kevin semakin mengeratkan pelukan ke tubuh Ry seakan-akan Kevin enggan untuk melepaskan pelukannya kepada tubuh Ry.


"Mase lepasin." Ry menarik tangan Kevin agar melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Ry.


"Biarkan seperti ini dulu." Kevin yang enggan melepaskan tangannya dari Ry.


Tok......... Tok


"Mas dan mbak bangun." Jojo yang berdiri di depan pintu kamar sambil mengetuk pintu kamar.


"Kami udah bangun Jojo, tapi mase gak mau melepaskan ______."Ry memberitahukan kepada Jojo bahwa mereka sudah bangun.


"Melepaskan apa mbak?" Jojo yang penasaran dengan ucapan Ry akhirnya dia bertanya kepada Ry.


"Itu ____." Ry yang hendak menjawab pertanyaan tetapi tiba-tiba saja mulut di sumpel oleh sebelah telapak tangan Kevin.


"Sssttt jangan ngomong lagi." Kevin membisikkan ke telinga Ry untuk diam tidak usah berbicara lagi.

__ADS_1


"Iya." Ry menganggukan kepalanya.


"Mas dan mbak buka pintu nya," kata Jojo.


"Tunggu sebentar." Kevin melepaskan tangan yang berada di mulut dan pinggang Ry.


"Cepatan buka pintu mase." Jojo mendesak Kevin untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek......... Ceklek


"Ada apa?" Kevin membuka pintu kamarnya dia berdiri di depan pintu kamarnya.


"Mbak di panggil bunda," jawab Jojo.


"Ada apa tante manggil Ry?" Ry turun dari tempat tidur lalu Ry berjalan ke arah pintu kamar. Ry sudah berdiri di belakang Kevin.


"Gak tahu, aku cuma di suruh bunda manggil mbak," jawab Jojo.


Siang harinya Ry yang baru berjalan keluar dari kelas. Ry mengeluarkan ponsel dari saku bajunya, Ry membuka aplikasi chat.


πŸ’Œ"Assalamu'alaikum mase."


πŸ’Œ"Mase dimana?"


πŸ’Œ"Walaikumsalam Chubby."


πŸ’Œ"Coba tebak aku dimana?"


πŸ’Œ"Pasti mase lagi di depan kampus ya mau jemput Ry."


πŸ’Œ"Salah."


πŸ’Œ"Chubby mau tahu aja apa mau tahu banget?"


πŸ’Œ"Mau tahu banget, mase ada dimana sekarang?"


πŸ’Œ"Yang jelas aku masih di bumi."


πŸ’Œ"Ry tanya serius malah mase jawab bercanda."


πŸ’Œ"Lah, kan benar aku masih di bumi Chubby.


πŸ’Œ"Kalau gak mau ngasih tahu ya sudah lah.


πŸ’Œ"Pasti merajuk nih."


πŸ’Œ"Gak."


πŸ’Œ"Gak salah lagi merajukan."


πŸ’Œ"Ah, udah Ry bilang gak."


πŸ’Œ"Tapi kayaknya merajuk nih."


πŸ’Œ"Udah bahas yang lain aja, mase Ry mau izin ngerjakan tugas kelompok. Bolehkan?"

__ADS_1


πŸ’Œ"Dimana mau ngerjakan tugas kelompok nya?"


πŸ’Œ"Di cafe R, bolehkan?"


πŸ’Œ"Boleh, tapi ada syarat. Gimana?"


πŸ’Œ"Apa syarat mase?"


πŸ’Œ"Entar malam aku kasih tahu, itu sih kalau kamu mau dapat izin dari aku."


πŸ’Œ"Apapun syarat mase mau Ry turutin yang penting syarat gak macam-macam."


πŸ’Œ"Cuma semacam aja syarat."


πŸ’Œ"Baiklah, jadi Ry boleh pergi ke cafe R kan?"


πŸ’Œ"Boleh, entar kalau udah selesai kasih tahu aku aja.


πŸ’Œ"Kenapa Ry harus kasih tahu mase?"


πŸ’Œ"Biar aku jemput chubby,"


πŸ’Œ"Iya, sudah dulu Ry mau berangkat sama teman-teman ke cafe R."


πŸ’Œ"Jaga hati, jaga mata ingat udah punya suami gak boleh ke ganjenan lagi lihat laki-laki lain."


πŸ’Œ"Mata buat lihat jadi gak masalah dong Ry ngelihat Cogan hitung cuci mata lihat yang bening."


πŸ’Œ"Awas aja entar malam ya Chubby."


πŸ’Œ"Gak takut weeek.".


Sore harinya Ry berserta teman-teman sekelompok masih berada di dalam cafe R. Kami sedang berdiskusi mengenai tugas kelompok tersebut. Saat berdiskusi Nunu dan Ambar memiliki pendapat yang berbeda, Nunu dan Ambar tidak mau mengalah saat berdiskusi Nunu maupun Ambar merasa bahwa pendapat mereka itu benar sehingga menimbulkan konflik.


Brak........ Brak


"Kalian bisa diam gak." Ketua kelompok mengebrak meja cafe tersebut karena merasa kesal melihat Nunu dan Ambar yang terus saja berdebat tanpa ada yang mau mengalah satu sama lain.


"Bisa." Nunu dan Ambar pun berhenti berdebat setelah merasa takut ketua kelompok kesal terhadap mereka sampai mengebrak meja.


"Supaya adil aku akan mengambil sedikit pendapat Nunu dan sedikit pendapat Ambar sehingga pendapat kalian berdua kita masukan kedalam tugas kelompok tersebut." Ketua kelompok memutuskan untuk mengabungkan sedikit pendapat Nunu dan sedikit pendapat Ambar sehingga mereka tidak perlu berdebat lagi.


"Ry setuju ama Ketua, pusing Ry dari tadi ngelihat kalian berdua berdebat tidak ada yang mau ngalah salah satunya." Ry memegang kening sambil memijat pelipis mata karena merasa pusing di sebabkan oleh Nunu dan Ambar.


"Maafin kita." Nunu dan Ambar meminta maaf kepada anggota kelompok tersebut.


Mereka pun memaafkan Nunu dan Ambar, Ry yang merasa kebelet mau bilang air kecil pun berdiri dari kursi cafe.


"Kamu mau kemana?" Ketua yang melihat Ry berdiri dari kursi.


"Ke toilet, apa ada yang mau ikut?" tanya Ry.


"Gak ada, ya elah kalau ngajak itu ke mall ini malah ke toilet, " guman Nunu.


Ry berjalan sendirian menuju ke arah toilet, saat perjalanan menuju ke arah toilet tiba-tiba saja tubuh Ry di tabrak oleh seorang.

__ADS_1


Brak........ Brak


...~ Bersambung ~...


__ADS_2