
"Terkadang kata maaf berasal dari orang yang takut kehilangan bukan yang paling salah."
Beberapa pedagang tersebut juga ikut membantu bunda Kevin mencari keberadaan Tary. Mereka tidak menemukan keberadaan Tary di sekitar tempat tersebut.
"Sebaiknya ibuk cari di tempat yang lain karena di sini tidak ada." Seorang pedagang menasehati bunda untuk mencari Tary di tempat lain.
"Baiklah saya akan mencari ketempat yang lain." Bunda berjalan dengan lesu sambil melihat ke kanan dan kekiri untuk mencari keberadaan Ry.
Di waktu yang sama masih di pasar Tary bersama seorang wanita masih duduk di warung es campur sambil meminum es campur. Terdengar bunyi ponsel dari dalam tas slempang si wanita tersebut, si wanita segera mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya.
Drrrtt.......... Drrrtt
π"Assalamu'alaikum mama."
π"Walaikumsalam dek."
π"Aku udah di parkiran nih, apa mama sudah selesai berbelanja nya?"
π"Sudah dek."
π"Terus mama sekarang ada dimana?"
π"Di warung es campur langganan kita."
π"Tunggu aku. Aku kesana mama." Setelah mengatakan itu sang anak mematikan panggil telpon.
Si wanita tersebut memasukkan kembali ponsel ke dalam tasnya.
"Kenapa tidak di habiskan?" Si wanita melihat ke arah Tary yang sudah berhenti meminum es campur.
"Kenyang mbah wedok." Tary berbicara sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit.
"Ya sudah kalau begitu." Si wanita tersebut tersenyum melihat ke arah Tary yang mengelus perut buncit nya.
Seorang perempuan berjalan masuk ke dalam warung es campur tersebut, setibanya dia didalam warung tersebut. Si perempuan tersebut langsung melihat mama yang duduk di bangku pertama sehingga dia segera menghampiri mama.
"Mama." Si perempuan yang sudah berdiri di depan meja mama.
"Eh, adek udah datang." Mama melihat ke arah putrinya yang sudah berdiri di hadapan nya.
"Mama." Tary yang merasa mengenal suara si perempuan yang sedang berbicara dengan wanita yang di sebut mbah wedok itu menangkat wajahnya, dia mengenali wajah tersebut langsung saja dia memanggil si perempuan dengan sebutan mama.
__ADS_1
"Tary." Si perempuan yang merupakan Ry langsung menoleh ke arah seorang anak kecil yang memanggil dirinya dengan sebutan mama, Ry yang mengetahui nama si anak tersebut langsung menyebutkan nama si anak kecil tersebut.
"Adek kenal dengan anak kecil ini?"Kenapa dia memanggil adek dengan sebutan mama?" Mendengar Tary memanggil Ry dengan sebutan mama, maka di kepala mama pun sudah banyak pertanyaan mengenai hubungan Ry dengan Tary.
"Kenal, Ry gak tahu mama."
"Mama kangen."Tary langsung merentang kedua tangan nya.
"Mama kok bisa ketemu dengan Tary?" Ry segera mengendong tubuh Tary hingga berada di dalam dekapan dia.
"Tadi pas di pasar mama jalan berdesak-desakan, setelah gak berdesakan tangan mama sudah di gandeng sama Tary. Apa adek kenal dengan kedua orang tua Tary?"
"Kenal." Bukan hanya sekedar kenal Ry dengan kedua orang tua Tary melainkan kedua orang tua Tary lah yang membuat Ry sakit hati batin Ry.
"Apa adek punya nomor ponsel orang tuanya?"
"Punya."
"Sekarang adek hubungi nomor ponsel orang tua Tary. Mama yakin sekarang mereka pasti lagi panik karena kehilangan Tary." Mama menyuruh Ry menghubungi nomor ponsel orang tua Tary.
"Tary duduk dulu ya, tante mau nelpon." Ry menurunkan Ry dari gendong nya dengan meletakan Tary kembali kekursi.
Setelah meletakan Tary di kursi maka Ry pun menghubungi Kevin.Kevin sudah berada di parkiran pasar bersama bunda. Ponsel Kevin berbunyi lalu dia mengeluarkan ponsel yang berada di saku celananya.
"Vin, angkat telpon nya. Siapa tahu ada informasi tentang Tary." Bunda menyuruh Kevin menangkat panggil telponnya.
"Baiklah bunda." Kevin berjalan menjauh dari bunda untuk menangkat panggil dari Ry.
π"Ada apa?"
π"Tary hilang ya."
π"Kenapa kamu bisa tahu?"
π"Kamu ke warung es campur yang ada di pasar, aku tunggu sekarang." Setelah mengatakan itu Ry langsung mematikan panggil telpon.
"Telpon dari siapa?" tanya bunda.
"Dari bawahan aku, bunda aku tinggal sebentar mau nemui anak buah aku." Kevin terpaksa berbohong kepada bunda, karena dia yakin kalau berbicara jujur dengan bundanya maka dia tidak akan di berikan izin untuk bertemu dengan Ry.
Di warung es campur Ry masih berdiri di hadapan mama.
__ADS_1
"Dedek duduk sini dulu." Mama berdiri dari tempat duduk nya lalu dia duduk di bangku yang berada di sebelah nya.
"Iya mama." Ry duduk di bangku yang berada di hadapan Tary.
Tap............ Tap
Terdengar suara langkah kaki seorang pria yang berjalan masuk kedalam warung es campur tersebut.
"Tary." Si pria tersebut ialah Kevin, Kevin yang melihat Ry sudah duduk di bangku.
"Papa." Tary yang mendengar suara papa nya memanggil nama nya Tary langsung turun dari bangku tersebut lalu dia berlari ke arah Kevin..
"Anak papa." Kevin yang melihat Tary berlari ke arahnya segera berjalan ke arah sangat putri, saat Tary sudah berada di depannya Kevin segera menggendong Tary.
"Oh, jadi papa si Tary itu ternyata Kevin." Mama yang melihat pertemuan antara papa dan anak tersebut.
"Tary dari mana saja? papa dan oma kecemas cariin Tary dari tadi." Kevin memeluk erat tubuh sanga putri.
"Ikut mbak wedok."
"Siapa mbah wedok?" Kevin melonggarkan pelukannya lalu dia berbicara sambil melihat ke arah wajah putrinya.
"Itu yang duduk samping mama." Tary menujukan jari telunjuk ke arah seorang wanita yang duduk di bangku yang berada di samping Tary. Kevin terkejut saat melihat si wanita tersebut yang ternyata mantan mama mertuanya.
"Mama, apa kabar?" Kevin berjalan sambil mengendong Tary. Kevin sudah berdiri di depan meja mereka.
"Seperti yang kamu lihat." Mama berbicara ketus kepada Kevin.
"Mama terimakasih sudah menemukan Tary." Kevin mengulurkan tangan hendak menjabat tangan mantan mama mertua nya.
"Ckckckck, kalau aku tahu dia anak mu dengan pelakor itu maka aku pasti membiarkan anak itu tadi." Mama menepis tangan Kevin lalu mama berdiri dari bangku.
"Mama jangan ngomong seperti itu, maafin mama ya." Ry merasa tidak enak mendengar ucapan mama yang terlalu kasar terhadap Kevin.
"Mama kamu gak salah, aku yang salah sudah menceraikan kamu pada waktu itu." Kevin berbicara dengan wajah penuh penyesalan.
"Kamu itu memang laki-laki berengsek, kamu itu memperlakukan putri saya habis manis sepah di buang." Mama berbicara dengan suara yang lantang.
"Maafkan saya mama." Kevin hanya bisa menundukkan kepala sambil meminta maaf kepada mantan mama mertuanya.
"Mama sudah lah itu tidak usah di bahas lagi."
__ADS_1
"Kamu kenapa masih membela laki-laki berengsek ini? apa kamu masih mencintai dia?" Mama merasa tidak terima melihat Ry yang berusaha menghentikan keributan tersebut.
...~ Bersambung ~...