Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kamu Kenapa Menangis?


__ADS_3

"Jika boleh meminta, aku akan meminta untuk tidak di pertemukan dengan kamu 😭."


"Ini kan buku yang mau kamu ambil." Si laki-laki tersebut sudah mengambil buku yang berada di rak atas. Buku tersebut sudah berada di tangan si laki-laki tersebut.


Deg............ Deg


Jantung Ry berdetak kencang mendengar suara si laki-laki yang begitu familiar di telinganya.


"Hei, kamu kok diam saja di tanya." Si laki-laki sudah berdiri di belakang punggung Ry.


Dengan berlahan-lahan Ry mulai membalikkan badannya sambil berdo'a.


Semoga bukan dia.


Sekarang posisi Ry sudah berada di hadapan si laki-laki tersebut. Ry melihat ke arah tangan kanan si laki-laki yang sedang memegang buku yang Ry inginkan.


"Bisakah kamu berikan buku itu padaku?" tanya Ry.


"Bisa tapi kamu harus mengangkat wajah mu," jawab si laki-laki.


"Baiklah." Berlahan-lahan Ry pun mengangkat kepalanya lalu Ry menatap wajah si laki-laki yang berada di hadapannya.


"Kamu."Si laki-laki tersebut terkejut saat melihat ke arah si perempuan yang berdiri di hadapan nya ternyata mantan istri siri hnya.


" Kenapa terkejut seperti itu?" tanya Ry.


"Aku hanya tidak menyaka kalau kita akan bertemu kembali. " Kevin menghelahkan nafasnya.


"Ckckckck sepertinya dunia hanya selebar daun kelor," kata Ry.


"Itu tidak benar," kata Kevin.


"Kesiniin bukunya?" Ry meminta buku yang berada di tangan Kevin.

__ADS_1


Tak......... Tak


Terdengar suara langkah kaki seorang perempuan yang memakai high heels.


"Sayang aku cariin ternyataa di sini." Si perempuan tersebut berjalan ke arah Kevin dan Ry. Si perempuan tersebut sudah berdiri di samping Kevin sambil memeluk lengan Kevin.


"Iya." Kevin menoleh ke arah si perempuan yang sedang memeluk lengannya.


"Eh, tunggu dulu seperti nya kita pernah bertemu." Si perempuan tersebut melihat ke arah Ry yang berdiri di hadapan Kevin. Si perempuan tersebut melihat dari ujung kaki hingga ujung rambut Ry.


"Tidak ini baru pertama kalinya kita bertemu." Ry melihat ke arah si perempuan yang memakai baju gamis serta hijab pasmina serta high heels.


"Aku yakin kita pernah bertemu, tunggu dulu nama kamu ______." Si perempuan tersebut merasa yakin pernah bertemu dengan Ry, lalu dia mencoba mengingat nama Ry.


"Kalau begitu siapa nama aku?" tanya Ry.


"Ah aku ingat nama kamu Mentary, aku ini Asa." Akhirnya Ada berhasil mengingat nama Ry lalu dia menyebutkan nama Ry dan menyebutkan namanya kepada Ry.


"Masyallah jadi kak ini kak Asa." Ry tidak menyaka bahwa wanita yang berdiri sambil memeluk lengan Kevin ternyata Asa.


"Iya, kak bertambah cantik memakai hijab," kata Ry.


"Terimakasih pujiannya, kamu juga cantik. Sayang kenalan dulu dengan teman aku." Asa tersenyum setelah mendapatkan pujian dari Ry, lalu Asa menyuruh Kevin untuk berkenalan dengan Ry.


"Teman Ayang yang mana?" tanya Kevin.


"Itu yang berdiri di depan sayang," jawab Asa.


"Kenapa aku tidak pernah tahu Ayang punya berteman dengan dia?" Kevin terkejut saat mengetahui bahwa mantan istri siri hnya berteman dengan Asa. Kevin merubah wajah terkejutnya menjadi datar hal itu dia lakukan agar Asa tidak curiga kepada dirinya.


"Aku lupa cerita sama sayang, sekarang kalian berkenalan dulu." Asa menyuruh Kevin untuk berkenalan dengan Ry.


"Kevin." Kevin mengulurkan tangan ke arah Ry.

__ADS_1


"Mentary."Ry menjabat tangan Kevin yang merupakan mantan suami sirihnya, saat Kevin dan Ry berjabatan tangan Ry merasa ada desiran yang aneh pada dirinya. Ry segera melepaskan tangannya dari Kevin karena dia tidak ingin rasa cintanya kepada Kevin akan tumbuh lagi. Ry sudah bertekad akan membuang jauh-jauh rasa cintanya kepada Kevin ditambah lagi dengan Ry melihat Kevin dan Asa yang tampak merasa.


"Aku mau memberitahu kamu bahwa aku sudah menikah." Asa tersenyum sambil sambil terlihat bahagia saat mengatakan itu.


"Wah, selamat kak Asa semoga sakinah mawaddah. Kak Asa menikah dengan siapa?" Semoga saja kak Asa tidak menikah dengan abang Kevin Ry berbicara di dalam hati.


"Nah ini suami aku. Kami baru saja menikah satu bulan yang lalu." Asa memegang tangan Kevin sambil mengangkat tangannya dan tangan Kevin. Asa menujukan kepada Ry bahwa ada cincin yang melekat di jari manis milik Kevin dan Asa itu sudah membuktikan bahwa mereka berdua sudah menikah.


"Kalian tampak begitu serasi kak Asa cantik dan abang Kevin tampan." Mata Ry sudah mulai berkaca-kaca saat mengetahui bahwa Kevin sudah menikah dengan Asa, Ry berusaha agar air matanya tidak jatuh membasahi pipinya. Ry berbicara sambil tersenyum kecut kepada mereka berdua.


"Terima kasih, kami itu sudah pacaran dari smu tapi sempat putus karena beda agama. Setelah putus dari dia aku sadar bahwa tidak bisa hidup tanpa dia sehingga aku jadi mualaf. Setelah aku menjadi mualaf akhirnya kami pun kembali bersama lalu kami pun menikah." Asa menceritakan kepada Ry tentang perjalanan cinta dia dengan Kevin.


"Sama-sama, Oh iya Ry ada janji tadi ama teman mau beli baju couple. Kalau begitu Ry pamit dulu ya kak Asa." Setelah berpamitan kepada Asa tanpa menoleh ke arah Kevin. Ry membalikkan badan lalu Ry berjalan terburu-buru untuk segera meninggal Kevin dan Ry.


"Sayang itu buku apa?" Asa melihat ke arah tangan Kevin yang sedang memegang sebuah buku.


"Oh itu buku yang mau dia ambil tadi, tapi karena berada di rak atas maka dia tidak bisa mengambil buku tersebut sehingga aku mengambil buku tersebut dari rak atas," kata Kevin.


"Sayang berikan bukunya pada aku." Asa meminta buku tersebut kepada Kevin.


"Nih Ayang." Kevin memberikan buku yang berada di tangannya kepada Asa.


"Sayang aku pergi dulu mau ngasih buku ini sama dia." Asa melepaskan tangannya dari lengan Kevin lalu dia mengambil buku dari tangan Kevin.


Ry berjalan terburu-buru agar menjauh dari Asa dan Kevin, dia tidak ingin Asa dan Kevin melihat keadaan nya seperti ini. Air mata Ry sudah tidak tertahan lagi sehingga jatuh membasahi pipi Ry. Sedangkan Asa berjalan terburu sambil memegang sebuah buku yang berada di tangannya.


"Mentary tunggu." Asa segera berjalan menghampir Ry yang sudah berada di dekat pintu toko buku.


Ry berhenti berjalan karena mendengar suara seorang memanggil namanya. Asa sudah berdiri di samping Ry.


"Ini buku yang kamu cari tadi." Asa menyerah buku tersebut kepada Ry.


"Oh iya, terimakasih kak Asa." Ry mengambil buku tersebut dari tangan Asa.

__ADS_1


"Kamu kenapa menangis?" Asa melihat air mata membasahi pipi Ry.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2