Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Bertemu Mertua


__ADS_3

"Rasa kecewa mengajarkan kita bahwa kehidupan itu dinamis mudah berubah dan berpindah. Jadi, berharaplah sewajarnya dan berbahagialah sewajarnya. Sebab esok masih dalam tanya entah di keadaan yang sama dalam tanya entah di keadaan yang sama atau sebaliknya."


"Bisa tapi sedikit, Apa cita-cita Mase itu jadi polisi?" tanya Ry.


"Iya, kenapa?" tanya Kevin.


"Kenapa Mase mau jadi polisi?" tanya Ry.


"Ayah aku meninggal dunia karena di begal oleh penjahat sehingga aku bertekad untuk menjadi polisi agar bisa menangkap penjahat tersebut." Wajah Kevin berubah menjadi sedih saat mengingat kejadian ayahnya meninggal dunia di sebabkan melawan Penjahat yang ingin mengambil motornya. Ayah kalah melawan penjahat tersebut bahkan ayah mendapatkan tusuk di bagian perutnya sehingga ayah meninggal dunia karena kehabisan darah.


"Maafin Ry, jadi buat mase sedih." Ry menoleh ke arah Kevin, Ry melihat wajah Kevin yang terlihat Zsedih.


"Siapa juga yang sedih?" Kevin segera merubah ekspresi wajahnya, dia tidak ingin terlihat sedih di hadapan Ry.


"Kapan ayah Mase meninggal dunia?" tanya Ry.


"7 tahun lalu saat aku kelas 3 Smu," jawab Kevin.


"Setelah ayah Mase meninggal dunia, apa Mase menjadi tulang punggung keluarga?" tanya Ry.


"Iya," jawab Kevin.


"Pasti almarhum ayah Mase bangga punya anak seperti mase," kata Kevin.


"Semoga saja begitu." Kevin memberhentikan mobil yang di kendarainnya.


"Kok berhenti Mase?" Ry merasa mobil yang si kendarai Kevin berhenti.


"Kita sudah sampai di depan rumah orang tua aku." Setelah mengatakan itu Kevin membuka pintu mobilnya, Kevin turun dari mobil tersebut.


"Papa mama bangun kita sudah sampai." Ry membangunkan kedua orang tuanya yang tertidur di dalam mobil.


"Kita udah sampai mana adek?" Mama membuka kedua matanya lalu mama melihat ke arah jendela mobil.


"Rumah mase Kevin mama," jawab Ry.


"Ah, kita sudah sampai." Mama mendengar perkataan Ry bahwa sudah sampai segera memperbaiki posisi duduknya lalu mama merapikan jilbab yang di pakaian nya.


"Papa bangun kita sudah sampai." Ry mendekatkan kepalanya ke arah papa.


"Apa kita sudah sampai rumah nak Kevin?" Papa membuka kedua matanya secara berlahan-lahan.


"Iya papa," jawab Ry.

__ADS_1


Sementara Kevin yang sudah keluar dari mobil segera berjalan ke arah rumahnya.


"Assalamu'alaikum bunda." Kevin menghampiri Bunda membersihkan meja jualannya.


"Walaikumsalam Vin." Bunda segera menoleh ke arah Kevin lalu Bunda memeluk Kevin. Bunda yang baru berpisah beberapa bulan yang lalu dia merasa rindu kepada Kevin.


"Bunda apa kabar?" Kevin segera menyalim punggung tangan bunda.


"Alhamdulillah baik, Bunda lihat Vin agak berisi badannya." Bunda memperhatikan badan Kevin yang lebih agak berisi dari biasanya.


"Hehehe, bunda bisa aja. Jojo mana bunda?" Kevin yang rindu dengan adeknya lalu dia bertanya tentang keberadaan adeknya.


"Masih sekolah, Vin kesini dengan siapa?" tanya bunda.


"Menantu dan kedua besan Bunda." Kevin berbicara sambil tersenyum ke arah Bunda.


"Kamu kalau pengen kawin itu ngomong ke bunda bukan malah langsung kawin anak gadis orang." Bunda berdecak pinggang memarahi Kevin karena mendadak nikah.


Boug........ Boug


Bunda memukul badan Kevin karena merasa marah dengan tindakan Kevin yang di gerbek berduaan di dalam kamar dengan seorang gadis.


"Ampun..... Bunda, aku dengan gadis itu gak ngapain kok kita cuma tidur sambil berpelukan saja." Kevin mencoba menangkis pukulan dari bunda yang membabi buta.


"Udah bunda jangan pukuli aku terus, aku berani bersumpah Bunda kalau aku ngawinin dia. " Kevin mengangkat jarinya membentuk huruf V.


"Bunda tidak percaya," kata Bunda.


"Ah, terserah Bunda saja." Kevin frutasi sampai-sampai dia mencambak rambutnya, ini pertama kalinya Bunda tidak mempercayai Kevin padahal Kevin belum pernah ngawinin Ry.


"Yang terpenting kamu sudah bertanggung jawab menikahinya walaupun secara sirih." Bunda berhenti memukul Kevin.


"Bunda, ayo kita temui mereka!" Kevin menarik tangan Bunda untuk berjalan menemui Ry dan kedua mertuanya.


Kedua orang tua Ry dan Ry sudah berada di depan rumah orang tuan Kevin.


"Assalamu'alaikum," kata mereka.


"Walaikumsalam." Kevin dan Bunda sudah berdiri di hadapan mereka.


"Papa Mama dan Tary perkenalkan ini Bunda aku." Kevin melepaskan tangan dari Bunda lalu dia memperkenalkan Bunda kepada meraka.


"Nama saya Mentary tante." Ry berjalan mendekat ke arah Bunda lalu dia menyalim punggung tangan Bunda.

__ADS_1


"Ini dia menantu Bunda," kata Kevin.


"Bapak Ibu maafkan kesalahan putra saya, saya merasa bersalah tidak mendidik dia dengan baik sehingga terjadi hal yang tidak kita inginkan." Bunda Kevin mengulurkan tangan ke arah mama Ry.


"Ini semua juga tidak salah nak Kevin sepenuhnya tapi putri saya juga bersalah maka bisa terjadi seperti itu." Mama menjabat tangan Bunda Kevin.


"Sudah-sudah kita tidak usah mempermasalahkan masalah itu yang terpenting mereka sudah menikah saat ini," kata papa.


"Iya, kalau begitu ayo kita bicara di dalam rumah!" Bunda mengajak mereka untuk berbicara di dalam rumah.


Mereka sudah duduk di atas tikar yang berada di ruangan tamu tersebut.


"Maaf seperti inilah keadaan rumah kami, bapak, ibu dan Mentary saya permisi kedapur." Setelah itu Bunda berpamitan ke dapur.


"Tidak usah repot-repot ibuk," kata papa.


"Gak ngerepotin sama sekali," kata Kevin.


"Dek sana ambil kantong plastik di bagasi mobil," kata mama.


"Iya mama." Ry berdiri dari tempat duduk lalu dia berjalan ke arah pintu rumah Kevin.


Bunda Kevin berjalan membawa nampan yang berisi makan dan minuman.


"Silahkan diminum." Bunda meletakkan nampan tersebut di depan kedua orang tua Ry


"Iya ibuk," kata mama.


"Maaf cuma ada nya itu di rumah kami." Bunda duduk di hadapan kedua orang tua Ry.


"Gimana kabar kamu Nasira?" Papa mengulurkan tangan ke arah Bunda.


"Lah kenapa bapak bisa tahu nama saya?" Bunda menjabat tangan Papa lalu dia melepaskan tangan papa.


"Saya ini Dikin, masnya Diko," jawab papa.


"Oo.... ternyata mas Diko dan Mbak Elis, gak nyaka saya kalau kita sekarang malah jadi besan." Bunda tersenyum saat mengetahui bahwa kedua orang tua Ry ternyata mas dari suami adik iparnya.


"Aku juga gak nyaka Ira, anak kita bisa menikah walaupun awal dengan membuat malu kita semoga saja hubungan mereka membuat hubungan tali silahturahmi kita makin erat." Mama mengharapkan hubungan tali silahturahmi dengan Bunda Kevin langeng.


"Saya harap kamu, bersabar menghadapi putri bungsu saya. Dia itu tidak bisa apa-apa, maklum dia baru saja lulus SMK tapi malah langsung menikah.


"Iya saya maklumin nama juga anak sekarang, apalagi dia putri bungsu mas.Tidak apa dia belum bisa urusan dapur natik akan saya ajarin kalau urusan kasur biar Kevin yang ngajarin Mentary," kata Bunda.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2