Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Tary Hilang


__ADS_3

"Logika bilang harus lupain kamu, tapi hati masih sayang banget."


Terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati kamar Tary.


"Vin, apakah Tary sudah tidur?" Bunda berbicara sambil membuka pintu kamar Tary. Bunda berjalan masuk ke dalam kamar Tary.


Kevin terkejut melihat bunda masuk ke dalam kamar Tary, Kevin segera mematikan panggil Vc dengan Ry.


"Suuudah bun."Kevin takut kalau ketahuan bunda bahwa dirinya sedang vc dengan Ry. Kevin meletakkan ponselnya di atas tempat tidur.


" Syukur lah kalau dia sudah tidur." Bunda sudah berada di samping tempat tidur melihat ke arah Tary yang sedang tertidur dengan nyenyak.


"Bunda kenapa belum tidur?"


"Sebentar lagi bunda tidur."


Esokan Harinya pagi ini bunda pergi ke pasar bersama dengan Tary dengan di antar oleh Kevin. Kevin memberhentikan mobilnya karena sudah berada di depan pasar.


"Tary nantik pegang terus tangan Oma jangan di lepas." Kevin merasa khawatir saat anaknya akan belanja di pasar dengan bunda.


"Vin, bunda kan sudah sering bawak Tary belanja kepasar tapi tidak terjadi apa-apa, jadi kamu tidak perlu khawatir." Bunda menyakinkan Kevin agar tidak khawatir.


"Baiklah bun, kalian hati-hati ya di pasar." Kevin menyalim punggung tangan bunda lalu setelah itu Kevin mengulurkan tangan kepada Tary.


"Papa aku ikut oma." Tary menyalim punggung tangan papa.


Bunda Kevin membuka pintu mobil lalu dia turun dari mobil di susul oleh Tary yang keluar dari mobil setelah itu bunda menutup pintu mobil.


"Dadada papa." Tary melambaikan tangan kanannya.


"Papa pergi dulu." Kevin menurunkan kaca mobilnya lalu dia berpamitan kepada bunda dan Ry. Kevin menutup kembali kaca mobil lalu dia mengendarai mobil nya.


Bunda dan Tary berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke dalam pasar. Bunda dan Tary sudah berada di dalam pasar, mereka berjalan ke arah pedagang sayur mayur.


"Cabe merah berapa sekilo?" Mereka sudah berada di depan lapak pedang sayur mayur. Bunda memegang cabe merah tersebut.


"Rp 18.000/kg," jawab pedagang tersebut.


"Sekilo Rp 15.000 ya ?" Bunda mencoba menawar harga cabe tersebut.


"Tidak bisa buk."


"Ya sudah kalau begitu." Bunda menggandeng tangan Ry berjalan ke arah pedagang sayur mayur lainnya.


Bunda dan Tary sudah berkeliling-keling untuk mencari harga yang murah, hanya tinggal satu lapak lagi yang belum mereka datangi. Terlihat lapak tersebut begitu ramai karena banyak ibuk-ibuk yang berbelanja sayur mayur di situ.


"Cabe merah berapa sekilo?" Bunda sambil menggandeng tangan Tary berdesak-desakan dengan berberapa ibuk-ibuk yang berada di depan lapak pedagang tersebut.


"Rp 17.000."

__ADS_1


"Abang kantong plastik nya." Bunda meminta kantong plastik kepada si pedagang.


"Ini buk." Si pedang memberikan kantong plastik kepada bunda.


"Oma milih cabe dulu, Tary jangan kemana-mana ya tetap si samping om." Bunda melepaskan tangan dari Ry lalu di memilih cabenya.


Bunda dan Tary sudah selesai berbelanja sayur mayur, sekarang mereka akan berbelanja daging sapi, ayam potong dan ikan. Bunda dan Tary sudah berada di depan lapak ayam.


"Ayam potong berapa sekilo?"


"Rp 30.000,"


"Yang sekilo satu ekor, saya tinggal dulu." Bunda memilih meninggalkan ayam potong tersebut karena harus di potong dan di bersihkan terlebih dahulu sehingga bunda memilih untuk membeli daging.


Setelah selesai membeli semuanya, mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Saat mereka berjalan tiba beberapa ibuk datang mendesak mereka sehingga bunda tidak sadar melepaskan gandeng tangannya dengan Tary. Ketika bunda sudah berada agak jauh dari tempat tersebut baru lah dia menyadari bahwa Tary sudah tidak ada.


"Tary." Bunda berteriak sambil mencari keberadaan Tary di sekeliling tempat tersebut. Tapi bunda tidak menemukan keberadaan Tary.


"Buk mencari siapa?" seorang perempuan yang masih berusia muda.


"Cucu saya." Bunda wajahnya sudah berubah menjadi panik.


"Seperti apa ciri-ciri fisik cucu ibuk?"


"Kulitnya putih, mata nya besar, hidung pesek memakai baju stelan berwarna pink dan memakai jilbab sarung berwarna pink."


"2 tahun."


"Kalau begitu, coba kita tanya sama pedagan yang berada di dekat sini."


Sementara Tary sedang berjalan sambil menggandeng tangan seorang perempuan. Si perempuan tersebut berhenti berjalan saat karena merasa ada yang memegang tangannya.


"Hei anak kecil, kenapa menggandeng tangan saya?" Si wanita menundukkan kepalanya melihat si anak kecil yang memegang tangannya.


"Ah." Tary menangkat wajahnya lalu dia melihat ke arah wanita tersebut berapa kagetnya dia saat mengetahui bahwa wanita yang dia gandeng tangannya dari tadi bukan Oma melainkan seorang wanita ya g dia tidak kenal.


"Hiks hiks hika, oma." Tary mulai menangis karena merasa takut dengan wanita yang tidak dia kenal berasa di sampingnya.


"Cup cup, jangan nangis anak kecil. Apa kamu mau es campur?" Si wanita tersebut mengelus kepala si anak kecil yang tertutup oleh jilbab.


"Mau." Tary mengangguk kepalanya.


"Kalau begitu, ayo kita beli es campur." Si wanita tersebut berjalan sambil menggandeng tangan Tary.


Mereka sudah tiba di dalam warung es campur, mereka duduk di bangku kosong yang berada di depan.


"Es campurnya dua." Si wanita itu memesan dua buah es campur.


"Anak kecil, nama kamu siapa?" Si wanita yang penasaran dengan nama anak kecil tersebut.

__ADS_1


"Tary nenek."


"Jangan panggil nenek tapi panggil mbah wedok." Kenapa nama anak ini sama dengan nama putri aku? batin si wanita tersebut.


"Baiklah mbah wedok."


"Umur Tary berapa?"


"2 tahun." Tary sambil menangkat dua jarinya sehingga membentuk simbol V.


"Ini pesanannya, silahkan di minum." Si pelayan meletakan dua mangkok dia atas meja.


"Iya kami akan meminumnya. Tary ayo di minum es campur nya.


"Iya mbah wedok." Tary membaca bissmillah terlebih dahulu baru di menyuapi es campur ke dalam mulutnya.


"Bagaimana rasanya?"


"Enak sekali mbah wedok.


"Apa kamu suka?"


"Sangat suka mbah wedok." Tary begitu lahap menyuapi es campur ke dalam mulut nya.


"Pelan-pelan." Si wanita tersebut melihat Tary yang menyuapi es campur kedalam mulut nya kembali teringat dengan putri yang dulu juga melakukan hal yang sama persis seperti yang di lakukan oleh Tary saat ini. Si wanita merasa waktu begitu cepat berlalu sekarang putrinya sudah tumbuh menjadi anak gadis yang begitu cantik dan beberapa bulan lagi akan menikah


Sedangkan bunda Kevin masih berada di tempat yang sama sambil bertanya kesana kemari kepada para pedagang yang berada di sana.


"Apa kalian melihat cucu saya yang memakai jilbab?" Bunda bertanya sambil menyebutkan ciri-ciri cucunya kepada para pedagang yang berada di sekitar tempat tersebut.


"Tidak buk."


Hiks hiks hiks


"Cucu aku ada dimana?" Air mata bunda mengalir sambil mengingat cucu yang menghilang.


...~ Bersambung ~...


Assalamu'alaikum Guys


Mampir ke karya Ry yang baru berjudul


PaMud Papa Muda


Rendy Martin yang menemukan seorang bayi perempuan di depan kontrakan, dia yang bingung membawa bayi tersebut kerumah pemilik kontrakan.


Bagaimana perjuangan Rendy mengurus bayi perempuan tersebut?


__ADS_1


__ADS_2