Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kenyang Makan Angin


__ADS_3

"Menikmati sahur ke-enam, bersama harapan yang mungkin kembali terbit, namun menwujud rasa sakit."


Seminggu kemudian..........


Siang harinya Kevin yang sedang berdiri di pinggir jalan raya sambil mengatur lalu lintas. Tiba-tiba saja terdengar suara bunyi ponsel yang berada di saku celana Kevin.


Drrrtt............. Drrrtt


"Assalamu'alaikum Komandan." Kevin mengeluarkan ponsel dari saku celananya, Kevin mengangkat panggil telpon dari Komandan.


"Walaikumsalam, posisi kamu sekarang sedang berada di mana?" tanya Komandan.


"Pos polisi yang berada di simpang tiga," jawab Kevin.


"Kamu sekarang ke jalan raya yang berada di dekat kampus R." Komandan memberi perintah Kevin untuk pergi ke jalan raya yang dekat dengan kampus Ry.


"Komandan, kenapa aku di suruh kesana?" tanya Kevin.


"Di sana telah terjadi kecelakaan, maka nya kamu harus segera kesana secepatnya." Komandan menyuruh Kevin untuk bergegas ke Tkp.


"Baiklah komandan saya akan segera kesana," kata Kevin.


"Ya sudah saya tunggu laporan dari kamu." Setelah mengatakan itu Komandan mematikan panggil telpon.


Setelah panggil telpon dari komandan terputus, Kevin merasa khawatir terhadap Ry karena terjadi kecelakaan di jalan raya yang berada di dekat kampus Ry sehingga Kevin segera menghubungi nomor Ry. Panggil telpon dari Kevin masuk ke nomor Ry tetapi tidak di jawab oleh Ry sampai panggilan tersebut putus.


Kevin sampai menghubungi ke nomor Ry sebanyak 3 kali tetapi tidak mendapatkan jawab dari. Akhirnya Kevin memutuskan untuk pergi ke pos polisi dulu mengambil motor patroli.


Priiit...... Priiit


Kevin sengaja meniup peluit sambil memberikan abab kepada kendaraan yang melintas di jalan raya tersebut untuk berhenti. Kevin melihat kendaraan yang berada di jalan raya tersebut sudah berhenti. Kevin segera berjalan menyeberangi jalan raya tersebut agar segera sampai di pos polisi.


Kevin yang sudah berada di depan pos polisi segera meniupkan peluitnya sambil mengerakan tangannya. Kevin memberikan aba-aba pada kendaraan yang berada di jalan tersebut untuk bisa melajukan kendaraan nya. Setelah itu Kevin segera bergegas berjalan ke arah motor patrolinya.

__ADS_1


Kevin mengendarai motor patrolinya sambil membunyikan serinai dan lampu, sehingga saat motor patroli yang Kevin kendarai berada di jalan raya. Kendaraan lain yang berada di jalan raya tersebut menepi mempersilahkan motor patroli yang Kevin kendarai untuk terlebih dahulu lewat.


Sehingga Kevin bisa cepat sampai di TKP, saat Kevin sudah berada di TKP dia membelokan motor. Kevin memikirkan motor patroli di pinggir jalan raya. Kevin turun dari motor tersebut lalu dia berjalan ke arah TKP. Saat Kevin sudah berada di TKP dia melihat masayarakat yang sudah berkerumun melihat korban kecelakaan tersebut.


Priiit......... Priiit


"Minggir-minggir kalian, saya polisi."Kevin meniup peluit sambil menyuruh kerumunan orang-orang yang sedang berkumpul sambil mengelilingi korban untuk bergeser.


Kerumunan orang-orang yang membalikkan badan melihat Kevin yang berseragam polisi datang segera bergeser memberikan jalan agar bisa melihat korban kecelakaan tersebut. Kevin berjalan mendekati korban kecelakaan tersebut.


Sesampainya Kevin di hadapan korban kecelakaan tersebut. Kevin segera melihat ke arah korban kecelakaan tersebut. Kevin merasa legah setelah melihat korban kecelakaan tersebut yang berjenis kelamin laki-laki.


" Apa kalian sudah menghubungi mobil ambulan?" Kevin berjongkok lalu dia memeriksa keadaan korban kecelakaan yang terlihat begitu mengenaskan terdapat banyak darah yang keluar dari kepala korban kecelakaan tersebut.


"Sudah pak polisi," jawab seorang pria yang berada di samping Kevin.


"Apa dia masih hidup pak polisi?" tanya seorang ibuk.


"Iya, siapa di antara kalian yang melihat ke jadian kecelakaan ini?" Kevin yang sudah selesai memeriksa korban kecelakaan tersebut, merasa legah karena korban kecelakaan tersebut masih bernafas walaupun masih tidak sadarkan diri.


Sementara di waktu yang bersama di tempat yang berbeda Ry sedang duduk di bangku sambil melihat ke arah dosen. Ry yang sedang melihat sambil mendengarkan penjelasan dosen dengan mata kuliah bilang biner. Bilang biner merupakan materi dasar dalam jurusan teknik komputer.


Kemudian Ry mengambil pena sambil mencatat beberapa poin-poin penting yang telah pak dosen sampaikan di dalam buku tulis. Ry sengaja mencatat beberapa poin penting tersebut agar Ry tidak lupa. Ry tampak begitu serius saat memperhatikan pak dosen yang sedang menerangi materi bilang biner.


Ting Tong.......


Terdengar bunyi bel kampus yang menandai mata kuliah tersebut sudah habis. Pak dosen menutup mata kuliah tersebut lalu dia berpamitan kepada para mahasiswa. Setelah pak dosen pergi meninggalkan kelas tersebut. Para mahasiswa tampak merasa senang melihat tersebut.


"Ah, habis juga mata kuliah bilang biner." Nunu merengangkan badannya.


"Eh, Nunu udah siap nih kita ada mata kuliah lagi?" Ry menoleh ke arah Nunu yang duduk di bangku samping Ry.


"Ada, kenapa emangnya Ry?" tanya Nunu.

__ADS_1


"Gak ada, Ry cumanya aja." Ry mengambil botol minuman yang berada di tas ranselnya bagian samping.


"Ke kantin yuk Ry!" Nunu yang mengajak Ry untuk pergi ke Kantin.


"Gak ah Nunu." Ry membuka botol minuman tersebut lalu Ry meneguk air yang berada dalam botol tersebut.


"Ayolah aku yang traktir!" Nunu membujuk Ry untuk makan di kantin.


"Gak Nunu, lain kali aja ya." Ry merasa tidak enak saat Nunu mau mentraktir Ry maklum saja dulu biasanya Ry yang sering traktirin teman-temannya eh sekarang malah Ry yang mau di traktir ama Nunu. Ry yang merasa tidak enak akhir menolak Nunu.


"Kenapa sih kamu gak mau?" tanya Nunu.


"Ry masih kenyang Nunu." Ry sengaja berbohong kepada Nunu bahwa dia kenyang. Aslinya Ry kenyang makan angin.


"Ah kalau gitu aku gak jadi ke kantin malasa gak ada temannya." Nunu yang tidak jadi pergi ke kantin karena tidak ada temannya.


Tidak lama kemudian ketua kelas memberi tahu kepada mahasiswa di kelas tersebut kalau ibuk dosen berhalangan datang sehingga mereka tidak ada mata kuliah lalu di perbolehkan pulang. Semua mahasiswa dikelas tersebut tampak senang.


Ry sudah berada di atas motor lalu tiba-tiba seorang laki-laki naik ke atas motor.


"Aku nebeng ya." Si laki-laki tersebut sudah duduk di belakang Ry.


"Emang kamu gak bawak motor?" Ry membalik badan melihat ke arah si laki-laki tersebut.


"Gak," jawab si laki-laki tersebut.


"Emang motor kamu kenapa?" tanya Ry.


"Motor aku mogok, maka nya aku nebeng ama kamu," jawab si laki-laki tersebut.


"Apa ini juga permintaan kamu yang kedua?" tanya Ry.


"Iya, hari ini kamu harus mengantarkan aku kemana saja yang aku inginkan," jawab si laki-laki. tersebut.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2