
"Tidurlah dan bermimpi, sebab mimpi lebih indah dari pada kenyataan."
"Saya tidak peduli, kalau kamu tidak bisa bayar besok pagi kamu harus angkat kaki dari kos-kosan saya."
"Buk ini saya bayar uang kos-kosan calon istri saya." Bie mengeluarkan uang dari dompet, dia memberikan uang kepada ibuk kosan tersebut.
"Ini berlebih." Ibuk kos menghitung uang yang Bie berikan berlebih.
"Sekalian aku bayarin untuk 4 bulan kedepan. Ayo aku antar pulang!" Bie mengajak Ry pulang.
"Nah begini kan bagus." Ibuk kos yang mata duitan merasa bahagia melihat uang kertas yang berwarna merah sudah berada di tangannya. Bahkan ibuk kos-kosan mengipas-ngipas uang tersebut.
"Jangan sampai terlambat lagi bayar kos-kosannya," kata ibuk kos-kosan.
"Baiklah buk kos." Ry menarik tangan Bie untuk pergi dari rumah buk kos.
Bie merasa senang untuk pertama kali Ry menggandeng tangan Bie sambil berjalan pergi meninggalkan rumah tersebut. Bie dan Ry berhenti berjalan karena sudah berada di samping motor Bie.
"Harus nya abang Bie cukup bayar dua bulan aja, ini abang Bie bayar uang kos-kosannya sampai 6 bulan. Aduh Ry cari uang di mana sebanyak itu." Ry terlihat gusar memikirkan uang sebanyak itu dia dapat dari mana. Mana papa baru dua bulan ini tidak bekerja karena terkena phk daru perusahaan tempatnya bekerja.
"Sudah kamu tidak perlu memikirkan itu,"
"Mana bisa begitu abang, Ry merasa berhutang sama Bie."
"Kalau kamu merasa berhutang dengan aku maka bayar lah dengan mencintai aku." Bie berbicara dengan santai kepada Ry tanpa beban pikiran.
"Masa hutang uang bayarnya pakai cinta sih abang Bie." Ry berbicara sambil bibirnya mengerucut.
"Soalnya aku itu gak butuh uang dari kamu, aku cuma butuh kamu mencintai aku.
Waktu terus saja bergulir sehingga hari pun berganti, bulan pun berganti hingga tahun telah berganti. Dua tahun pun telah berlalu hubungan Bie dan Ry masih tetap sama tidak memiliki status hubungan yang jelas tapi selama dua tahun ini mereka masih sering menghabiskan waktu berdua seperti sepasang kekasih yang tanpa status yang jelas.
Hari ini Ry sudah berada di dalam sebuah ruangan untuk melakukan sidang skripsi. Beberapa orang dosen duduk di bangku yang berada di hadapan Ry. Sementara Ry duduk di bangku dengan menggunakan kemeja putih dan celana panjang berbahan kain berwarna hitam.
Beberapa dosen secara bergantian mengajukan pertanyaan kepada Ry mengenai skripsi yang Ry buat. Ry menjawab pertanyaan dosen tersebut dengan jelas dan secara detail. Semua dosen yang berada di ruangan tersebut merasa puas dengan jawab dari Ry.
"Selamat Mentary Tri Putri, kamu lulus sidang skripsi," kata seorang dosen.
"Alhamdulillah." Ry berdiri dari bangku lalu Ry melakukan sujud syukur di atas lantai ruangan tersebut.
"Makasih pak dan buk dosen." Ry berdiri dari lantai lalu dia menyalim tangan pak dan buk dosen secara bergantian. Setelah itu Ry berjalan keluar dari rungan tersebut.
Ceklek......... Ceklek
__ADS_1
Pintu ruangan tersebut terbuka Ry berjalan melewati pintu ruangan tersebut. Nunu dan Ambar melihat Ry keluar dari pintu segera menghampiri Ry.
"Gimana lulus Ry?" Ambar dan Nunu sudah berdiri di hadapan Ry.
"Yeyeye Ry lulus." Ry melompat kegirangan karena lulus.
"Selamat ya Ry. Akhirnya kita bisa wisuda bersama." Ambar dan Nunu memeluk Ry lalu mereka mmelompat kegirangan ber sama-sama.
"Kita sih udah yakin kalau kamu bakal lulus, kamu kan pintar. Bahkan kamu bantu abang Bie buat skripsi." Mereka berhenti melompat lalu Nunu angkat bicara.
"Apa abang Bie ke sini?" Ry berbicara sambil melihat ke arah Ambar dan Nunu secara bergantian.
"Gak." Nunu menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu ngasih tahu abang Bie kalau hari ini kamu sidang skripsi?" tanya Ambar.
"Udah, Ry telpon abang Bie dulu." Ry mengeluarkan ponsel lalu dia menghubungi Bie.
Setelah selesai menghubungi Bie Ry memasukkan ponsel kedalam saku celananya. Ry berjalan meninggalkan mereka semua.
"Kamu mau kemana?" tanya Nunu.
"Lah, tuh anak kok main pergi aja.
"Abang Bie." Ry segera berjalan menghampiri Bie.
"Kamu kenapa ada disini?" Bie yang mendengar seorang memanggil namanya membalikkan badannya.
"Ry mau ketemu sama abang Bie." Ry sudah berdiri di hadapan Bie.
"Ada apa kamu kesini cari aku?"
"Abang Bie Ry lulus." Ry menatap wajah Bie sambil tersenyum.
"Aku sudah yakin kalau kamu lulus." Bie menatap Ry dengan tatapan datar.
"Ooo begitu ya, abang Bie mau kemana?" Ry sedikit kecewa melihat sikap Bie yang terlihat biasa.
"Aku mau keluar kota."
"Berapa lama?"
"Belum tahu, memang kenapa?"
__ADS_1
"Dua bulan lagi Ry wisuda abang Bie datang ya." Ry menatap Bie dengan penuh harapan.
"Aku tidak tahu bisa datang atau tidak di wisuda kamu."
"Ya sudah kalau abang Bie sibuk gak usah datang."
"Aku pergi dulu ya soalnya pesawat udah sampai." Setelah mendengar pemberitahuan Bie segera pamit kepada Ry. Bie membalikkan badan lalu dia berjalan pergi.
"Abang kalau udah sampai telpon Ry." Ry berteriak sambil melambaikan tangan.
Dua bulan kemudian, hari yang di tunggu oleh seluruh mahasiswa. Hari ini seluruh mahasiswa di kampus tersebut akan wisuda. Mereka sudah berada di dalam aula kampus. Acara wisuda pun sudah di mulai, Ry duduk di bangku yang berada di barisan bersama kedua temannya Ambar dan Nunu.
Pembawa acara memanggil nama mahasiswa satu persatu untuk naik kepodim melakukan proses wisuda. Satu persatu nama mahasiswa di panggil oleh pembawa acara. Pembaca menyebutkan nama mahasiswi yang mendapatkan nilai Ipk tertinggi di kampus.
"Jatuh kepada Mentary Tri Putri."
Proook........... Proookk
Terdengar suara tepuk tangan dari seluruh yang hadir di acara wisuda tersebut. Ry yang namanya di panggil segera berdiri dari tempat duduk, Ry yang memakai pakain toga dan sandal high heels.
Tak............ Tak
Ry berjalan menaiki podium tersebut, Ry sudah berada di atas podium berdiri di hadapan rektor . Pak rektor memindahkan tali di topi.
"Selamat semoga sukses." Pak Rektor menyerahkan sebuah gulungan kepada Ry.
"Terimakasih pak Rektor." Ry mengambil gulung dari tangan pak Rektor.
Acara wisuda sudah selesai seluruh mahasiswa sudah meninggalkan ruangan aula sekarang meraka sudah berada di depan halaman kampus. Meraka mengambil beberapa foto di halaman kampus untuk kenangan, mereka berfoto bersama keluarga, teman-teman sekelasnya dan pasangan bagi yang memiliki pasangan.
Begitu juga Ry sudah selesai berfoto dengan keluarga dan teman-teman sekelasnya. Ry dan Nunu melepaskan topi yang mereka pakai setelah itu Ry dan Nunu melemparkan topinya ke atas langit.
Ry dan Nunu membiarkan topi yang mereka lempar hingga terjatu di atas rumput-rumputan halaman kampus. Setelah itu barulah Ry dan Nunu mengambil topi tersebut dari rumput.
"Ayo kita pulang dek!" Papa mengajak Ry pulang.
"Iya papa." Dengan berat hati Ry pun pulang.
Padahal hari ini, hari yang begitu spesial bagi Ry. Hari ini Ry wisuda dengan mendapatkan nilai Ipk tertinggi di kampus. Seluruh anggota keluarga Ry hadir di acara tersebut hanya saja Bie tidak datang di acara tersebut membuat Ry merasa sedih dan kecewa. Ry berharap Bie datang sebagai pasangan yang akan dia perkenalkan kepada keluarga tetapi Bie tidak datang.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1