
"Setiap pertemuan dikasih dua pilihan, kebersamaan atau perpisahan, tapi ingat gak semua orang yang di pertemuakan untuk menjadi teman hidup, ada juga yang menjadi pengalaman hidup."
"Sudah lah sebaiknya kita pulang ma." Ry berdiri dari bangku tersebut lalu Ry memegang tangan mama agar berdiri tempat duduk.
"Tapi mama belum selesai ngomong dengan laki-laki berengsek ini." Mama yang enggan untuk berdiri dari bangku tersebut.
"Apa mama gak malu kita jadi bahan tonton orang-orang?" Ry menarik tangan mama nya agar berdiri dari bangku tersebut.
"Tidak, dia yang harus malu karena sudah bercerai dari kamu memilih bersama pelakor." Akhirnya mama pun berdiri karena tarikan dari Ry.
"Kejadian bukan seperti itu mama." Kevin mencoba membela dirinya, dia tidak mau orang-orang yang berada di warung es campur tersebut salah paham kepada dia.
"Heleh alasan kamu, apa kamu tidak malu dengan seragam polisi yang kamu pakai itu. Kamu sama sekali tidak pantas memakai seragam tersebut dengan kelakuan kamu seperti itu."
"Mama Ry mohon ayo kita pulang." Ry menarik tangan mama untuk berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Aku peringatan mulai hari ini detik ini jangan pernah kamu coba mendekati anakku lagi." Mama berjalan pergi sambil terus berbicara kepada Kevin.
Sesampainya di depan meja kasir Ry segera meletakan selembar uang kertas berwarna hijau di atas meja kasir setelah itu Ry berjalan sambil menarik tangan mama agar meninggal warung tersebut.
"Papa, kenapa mbah wedok marah-marah sama papa?" Tary yang dari tadi mendengar pembicaran mama Ry terhadap Kevin.
"Mbah wedok tidak marah sama papa." Kevin memeluk tubuh putri kesayangan nya.
"Oma dimana papa?"
"Oma ada diparkiran, ayo kita kesana!" Setelah mengatakan itu Kevin berjalan sambil mengendong Tary.
Setibanya mereka di parkiran pasar, mereka menghampiri bunda yang sedang terduduk di depan emperan ruko sambil menangis.
"Oma jangan nangis lagi." Tary yang turun dari gendong Kevin lalu dia segera memeluk tubuh oma nya.
"Hiks hiks hiks, Tary cucu oma." Oma membalas pelukan Tary sambil menangis.
"Oma kenapa nangis?"
"Karena Tary menghilang." Oma melepaskan pelukan dari Tary.
"Maafkan Tary oma." Tary menundukkan kepalanya sambil merasa bersalah.
"Sudah lah yang terpenting sekarang Tary sudah ketemu. Dimana kamu menemukan Tary?" Bunda yang penasaran akhir bertanya kepada Kevin lalu dia melirik ke arah Kevin.
"Di warung es campur."
"Oma, tadi Tary di traktir minum es campur sama mbah wedok. Tary juga merasa senang karena bertemu dengan mama di sana."
__ADS_1
"Apa itu benar yang di ucapkan Tary itu Vin?"Bunda melirik ke arah Kevin.
"Iya bunda." Dengan berat hati Kevin menanggukan kepalanya.
"Mulai sekarang kamu jangan pernah berhubungan lagi dengan dia dan keluarganya."
Sebulan kemudian, setelah kejadian itu Ry memblokir nomor ponsel Kevin sehingga Kevin pun tidak bisa menghubungi nomor ponsel Ry. Setiap harinya Tary selalu merengek kepada Kevin dan Jojo untuk bertemu dengan Ry tetapi mereka selalu saja memberikan berbagai macam alasan kalau Tary meminta kepada mereka untuk bertemu.
Tengah Malam Kevin yang baru saja pulang membuka pintu dengan menggunakan kunci rumah yang dia bawa. Kevin sudah berada di dalam rumah dia berjalan menuju ke arah kamar Tary. Kevin sudah berdiri di depan pintu kamar Tary lalu dia membuka pintu kamar Tary dengan cara berlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara.
Kevin berjalan masuk ke dalam kamar Ry dengan berjinjit hal itu Kevin lakukan agar tidak menimbulkan suara. Kevin tidak ingin membangunkan Tary yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Kevin sudah berada di samping tempat tidur Tary lalu dia mengecup kening putrinya.
"Kenapa hangat?" Saat Kevin mengecup kening Tary dia merasakan hangat di bagian kening Tary.
"Coba aku periksa." Kevin menempel tangannya pada kening Tary ternyata kening Tary terasa hangat.
"Mama." Tary yang matanya masih terpejam memangigil mama.
"Sayang ini papa." Kevin segera menarik tangan dari kening lalu dia memegang tangan Tary.
"Mama aku kangen." Tary berbicara dengan mata yang terpejam.
"Sepertinya dia masih mengigau." Kevin merasa sedih melihat sang putri yang merindukan mantan istrinya, sebenarnya Kevin juga merasakan hal yang sama yaitu merindukan sang mantan istri tetapi dia memilih untuk menuruti permintaan sang bunda sehingga dia menjauhi Ry sesuai dengan permintaan bunda. Kevin hanya ingin menjadi anak yang berbakti kepada bunda nya. Bagaimana pun surga seorang anak laki-laki itu terletak di bawah kaki seorang ibu. Makanya dari itu Kevin selalu saja menuruti ucapan bunda walaupun dia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Tapi saat ini apakah Kevin bisa mengorbankan kebahagian putri kesayangan nya yang begitu menginginkan sang mantan istri untuk menjadi mama nya bahkan putri kesayangan selalu memanggil mantan istrinya dengan sebutan mama.
Tok............ Tok
"Selamat siang." Seorang pria memakai seragam polisi mengetuk pintu rumah Ry.
"Siang Pak polisi, ada apa?" Mama yang membuka pintu rumah terkejut melihat seorang polisi sudah berdiri di depan rumahnya.
"Apa benar Mentary Tri Putri tinggal di sini?"
"Benar pak, dia putri saya. Ada apa pak mencari dia?"
"Saya ada urusan dengan putri ibuk, suruh dia keluar menemui saya."
"Baiklah pak." Setelah mengatakan itu mama berjalan pergi meninggalkan pintu.
Mama sudah berdiri di depan pintu kamar Ry, saat mama hendak mengetuk pintu kama Ry.
Ceklek........ Ceklek
Pintu kamar Ry terbuka lalu Ry berjalan keluar dari kamar.
"Mama."
__ADS_1
"Adek baru bangun."
"Iya mama."
"Sana ada yang cariin adek."
"Siapa yang cariin Ry?"
"Apa adek lagi buat masalah?"
"Tidak mama."
"Kalau begitu sebaiknya kita ke teras." Mama menggandeng tangan Ry untuk berjalan ke arah teras rumah.
Mereka berjalan keluar dari pintu rumah, lalu Ry terkejut saat mendapati seorang polisi yang berdiri di hadapan nya.
"Apa kamu yang bernama Mentary?" tanya pakpol.
"Benar saya, ada apa pakpol mencari saya, " jawab Ry.
"Kamu harus ikut saya sekarang." Pakpol memegang tangan Ry.
"Lepaskan atas dasar apa bapak membawa saya dari rumah?" Ry segera menepis tangan pakpol dari tangan nya.
"Kami mendapatkan laporan bahwa kamu telah melakukan pencemaran nama baik dengan seorang anggota pakpol."
"Seingat saya tidak pernah melakukan hal yang pakpol tuduh."
"Apa itu benar Ry?" Mama yang mendengar hal tersebut menjadi shcok.
"Itu gak benar mama."
"Kalau memenang putri ibuk tidak bersalah maka saya akan mengantar dia kembali ke sini lagi, tapi untuk saat ini saya harus membawa putri ibuk agar menyelesaikan masalahnya."
"Silahkan bawak saja dia pak." Mama Ry membiarkan Ry di bawak oleh pak polisi dia merasa yakin bahwa Ry tidak bersalah dan akan terbebas dari tuntutan.
...~ Bersambung ~...
Ayo kira Ry di bawa kemana sama pakpol?
Sore Guys mampir yuk ke novel baru Ry berjudul PaMud Papa muda.
Novel ini berkisah tentang Rendy Martin yang menemukan seorang bayi perempuan. Setelah semua orang di kumpulkan tidak ada seorang pun yang ingin merawat bayi tersebut. Sehingga akhirnya Rendy Martin memutuskan merawat si bayi perempuan tersebut sehingga dia menjadi PaMuda.
__ADS_1