
"Sebab bersamamu, Ry tidak di jadikan ratu. Melainkan hanya pembantu. Yang patuh hingga kamu injak harga Ry sepanjang waktu."
Ry buru-buru mengerjakan pekerjaan rumah agar cepat selesai karena ini hari pertama Ry berangkat ke kampus. Setelah semua perkerjaan Ry selesai maka Ry buru-buru mandi. Ry hanya membutuhkan waktu kira-kira sekitar 13 menit untuk mandi. Ry sudah selesai mandi memakai handuk.
Ceklek.......... Ceklek
Setelah pintu kamar mandi terbuka Ry melangkahkan kakinya melewati pintu kamar mandi dengan mengunakan handuk.
"Kamu cepat sekali mandinya." Kevin yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, Kevin melihat ke arah Ry yang hanya mengunakan handuk di atas paha. Mata Kevin tidak mengedip saat melihat ke arah paha Ry yang terekspos putih dan mulus. Sehingga Kevin berusaha menelan slavina dengan hal tersebut.
"Kalau bisa cepat kenapa harus lama mandinya, mase ngeliatin apa?" Ry melihat mata Kevin yang jelalatan dari tadi melihat ke arah paha Ry yang terekspos.
"Idih kamu jorok masak mandi cuma sebentar." Kevin mengalihkan pandangan ke arah wajah Ry.
"Ry gak jorok kok kan udah mandi, nih cium aja Ry udah wangi. "Ry maju selangkah mendekati Kevin, Ry sengaja melakukan hal itu agar Kevin bisa mencium kalau Ry sudah wangi.
"Mana? kok gak tercium ama aku. "Kevin sengaja menundukkan kepalanya lalu Kevin mendekati wajahnya ke wajah Ry, sambil menghenduskan hidungnya untuk mencium wangi yang Ry katakan.
"Isisis masak sih sewangi ini gak tercium ama mase." Ry melihat ke arah Kevin yang terus memajukan wajahnya.
"Aku gak mencium wangi apa-apa." Kevin yang wajahnya sudah dekat ama Ry.
"Ah pasti hidung mase bermasalah nih, masak gak mencium bauk Ry sewangi ini," kata Ry.
"Hidung aku baik-baik, gak ada bauk wangi nih," kata Kevin.
"Cium aja nih," kata Ry.
"Cup." Kevin memajukan bibirnya hingga mendekat ke pipi Ry lalu Kevin mencium pipi Ry yang sebelah kanan.
"Mase kok cium Ry sih." Wajah Ry langsung berubah menjadi kesal setelah mendapatkan ciuman di pipi kanan dari Kevin.
"Lah tapi kamu yang minta tadi." Kevin berbicara dengan wajah tampak berdosa kepada Ry
"Mana ada Ry minta ciuman?" tanya Ry.
__ADS_1
"Ada tadi kamu bilang cium aja nih. Bukan kah itu nyuruh aku mencium kamu?" tanya Kevin.
"Ah maksud Ry bukan begitu." Pagi ini Ry sudah dua kali di buat kesal oleh Kevin. Tapi ini yang paling kesal Ry di buat Kevin karena di sudah berani mencium pipi Ry.
"Terus gimana?" Kevin menatap wajah Ry dengan sangat lekat.
"Ry itu cuma nyuruh mase cium bauk wangi Ry bukan cium Ry." Ry menjelaskan maksud ucapan Ry kepada Kevin.
"Ya aku gak tahu, aku pikir kamu tadi minta cium makanya aku cium aja." Lagi-lagi Kevin berbicara kepada Ry dengan wajah tanpa bersalah.
"Idih, ngapin juga Ry minta ciuman ama mase? gak banget ah," kata Ry.
"Cup, nah kan adil nih kanan kiri aku cium." Setelah mendengarkan ucapan Ry maka Kevin memajukan kembali bibir sehingga bibir mendekat ke arah pipi Ry sebelah kiri. Kevin mencium pipi Ry sebelah sebelah kiri.
"Isisis main nyosor kayak soang aja, rasakan ini." Ry yang tidak terima Kevin mencium pipinya maka Ry pun menginjak sebelah kaki Kevin.
"Aduh kaki ku."Kevin yang kakinya di injak oleh Ry meringis kesakitan.
"Week, emangnya enak." Ry melihat Kevin meringis kesakitan merasa puas lalu Ry menjulurkan lidah ke arah Kevin. Setelah itu Ry berlari meninggalkan Kevin.
"Hari ini kamu udah mulai Ospek di kampus?" Kevin melihat penampilan Ry seperti mahasiswa yang akan Ospek.
"Iya Mase," jawab Ry.
"Pakaian aku mana?" Kevin melihat ke atas tempat tidur tapi tidak menemukan pakaian yang biasa Ry siapkan untuk Kevin.
"Di lemari pakaian ambil aja, Ry lagi buru-buru nih mau ke kampus." Ry menyuruh Kevin mengambil pakaian di dalam lemari.
"Baiklah hari ini aku ambil sendiri pakaian seragam aku tapi ingat besok kamu harus menyiapkan pakaian seragam aku seperti biasa," kata Kevin.
"Baiklah besok Ry akan menyiapkan pakaian mase seperti biasa. Mase Ry berangkat ke kampus dulu ya." Ry berjalan mendekat ke arah Kevin setelah itu Ry menyalim punggung tangan Kevin.
"Hati-hati di jalan," kata Kevin.
"Yang sehati belum tentu sejalan ya mase." Setelah mengatakan itu Ry berjalan melangkahkan kaki ke arah pintu kamar.
__ADS_1
"Tunggu dulu." Kevin segera berjalan ke arah tempat tidur dia mengambil dompet yang berada di bawah bantal.
"Ada apa lagi mase?" Ry berhenti melangkah kakinya.
"Nih jajan buat kamu." Kevin mengambil dua lembar uang kertas, selembar uang kertas berwarna dan selembar uang kertas lagi berwarna biru dari dompetnya. Kevin meletakkan uang kertas tersebut di tangan Ry.
"Hah." Ry terkejut saat di tangan sudah ada dua lembar uang kertas berwarna merah dan berwarna biru yang di berikan Kevin.
"Napa kurang ya?" Kevin yang melihat ekspresi terkejut Ry dia mengira uang yang dia kasih buat Ry pasti kurang. Kevin mengetahui bahwa uang jajan yang di berikan papa Ry selama seminggu itu kira-kira 300 ribu. Sedangkan Kevin hanya memberikan uang jajan 150 ribu setengah dari yang biasa Ry dapatkan.
"Gak, ini sudah cukup buat seminggu." Ry membalikkan badan sambil tersenyum ke arah Kevin. Papa Ry pernah berpesan kepada Ry bahwa Ry harus menerima berapa pun uang di berikan oleh Kevin tanpa mengeluh sehingga sekarang Ry melakukan hal yang sama seperti yang papa katakan.
"Apa benar ini cukup?" Kevin menatap ke arah mata Ry.
"Iya mase." Ry menanganguk kepala sambil membalas tatapan Kevin, sehingga mereka saling bertatapan.
"Kalau uangnya kurang, kamu minta lagi ama aku." Kevin memberitahukan Ry kalau uang yang dia beri itu kurang maka Ry bisa minta lagi uang dengan dia.
"Insyaallah ini cukup mase, Ry berangkat dulu ya." Setelah mengatakan itu Ry berjalan pergi meninggalkan kamar.
Ry berjalan ke arah dapur untuk berpamitan kepada bunda. Sesampainya di dapur bunda melihat ke arah Ry.
"Kamu mau berangkat ke kampus?" Bunda melihat ke arah Ry.
"Iya, Ry berangkat dulu ya tante." Ry hendak menyalim punggung tangan bunda.
"Sana kamu pergi gak usah salim-salim saya, saya tidak ada uang buat ngasih uang jajan buat kamu." Bunda berbicara ketus dengan Ry.
...~ Bersambung ~...
Assalamu'alaikum Guys
Guys bantu kasih bintang di novel ini karena bintang itu gratis.
Terima kasih guys sudah baca novel ini.
__ADS_1