
"Mencintaimu adalah upayaku menyempurnakan diri, jika kau memang di takdirkan untukku, maka aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini."
"Almarhum Asa menginginkan kamu menjadi istri aku dan mama dari anak-anakku, apakah kamu mau?" Kevin menatap mata Ry dengan penuh harapan.
"Maaf Ry tidak bisa."
"Apa karena kamu sudah di jodohkan oleh anak teman papa kamu?"
"Iya benar."
"Apa kamu ingin menikah tanpa cinta dengan laki-laki yang di jodoh oleh papa kamu?"
"Menikah dengan laki-laki yang Ry cintai itu harapan Ry tetapi mencintai laki-laki yang sudah menjadi suami Ry itu kewajiban Ry."
"Jadi maksudnya gimana? aku tidak mengerti." Kening Kevin berkerut mendengar ucapan Ry karena dia belum mengerti maksud dari ucapan Ry.
"Ry juga berharap bisa menikah dengan laki-laki yang Ry cintai, kalau Ry tidak bisa menikah dengan laki-laki yang Ry cintai maka Ry di harus kan mencintai laki-laki yang sudah berstatus sebagai suami Ry."
"Sekarang aku tanya sama kamu, apakah kamu mencintai laki-laki yang di jodohkan oleh papa kamu?" Kevin masih berharap bahwa Ry tidak mencinta laki-laki yang di jodohkan papanya, sehingga Kevin masih punya harapan untuk bisa menikahi Ry.
"Iya Ry cinta sama dia." Dengan penuh keyakinan Ry menjawab pertanyaan Kevin.
Jedddaar............ Jedddaar
Hati Kevin terasa hancur berkeping-keping saat mendengar ucapan dari mulut Ry yang mengakui memiliki perasaan cinta terhadap si laki-laki yang di jodohkan oleh papa Ry. Kevin masih belum mau menyerah sehingga dia pun ingin tahu tentang perasaan si laki-laki yang di jodohkan oleh Ry.
"Tapi, bagaimana dengan si laki-laki yang di jodohkan dengan kamu? apakah dia mencintai kamu?"
Tap.............. Tap
Terdengar langkah kaki seorang pria yang masih mengunakan pakaian kantor berjalan melewati pintu rumah Ry yang terbuka.
"Aku sangat mencintai Ry, bahkan saat dia masih berstatus sebagai istri sirih kamu." Si laki-laki tersebut berbicara dengan suara yang tegas dan lantang, si laki-laki sudah berada di ruangan tamu sambil berdiri.
"Jadi kamu laki-laki yang di jodohkan dengan Tary? tunggu dulu seperti aku pernah bertemu dengan kamu." Kevin menoleh ke arah si laki-laki tersebut, saat Kevin menatap wajah si laki-laki tersebut. Kevin merasa pernah melihat si laki-laki tersebut tetapi dia lupa.
"Perkenalkan nama aku Habie Aprilio Saputra, sekitar tiga tahun lalu kita pernah bertemu di mall." Bie menghampiri Kevin, saat Bie sudah berdiri di hadapan Kevin. Bie mengulurkan tangan ke arah Kevin sambil memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Kevin Adhitama." Kevin menjabat tangan Bie setelah itu Kevin melepaskan tangannya dari Bie.
"Papa, mama."Bie berjalan mendekati papa dan mama Ry setelah itu Bie menyalim punggung tangan papa dan mama secara bergantian.
"Nak Bie silahkan duduk dulu." Papa menyuruh Bie untuk duduk dulu.
"Iya papa, adek gak kenapa-kenapa kan?" Bie menghampiri Ry yang duduk di sofa singel dengan manangku Tary.
"Alhamdulillah Ry baik-baik saja, abang kok bisa ada di sini?" Ry melihat Bie yang sudah berdiri di hadapannya.
"Mama tadi nelpon nak Bie."
"Hai, cantik nama kamu siapa?" Bie menundukkan kepalanya sambil melihat anak kecil yang berada dalam pangkuan Ry.
"Tary om."
"Pantas saja cantik ternyata nama Tary juga." Bie mendudukkan pantatnya di sofa singel yang berada di samping Ry.
"Apa aku boleh di pangkuan om?"
"Boleh sini duduk." Bie menepuk pahanya agar Tary duduk di pangkuannya.
"Tidak mau, aku mau duduk di pangkuan om ganteng." Tary sudah turun dari pangkuan Ry, dia menolak untuk duduk di sofa yang sama dengan Kevin. Tary ingin duduk di pangkuan Bie.
Kevin hanya bisa terdiam mendapatkan penolakan dari kedua Tary tersebut. Tary menolak menjadi istrinya karena sudah di jodohkan oleh Bie sedangkan Tary kecil yang merupakan putri kandung lebih memilih duduk di pangkuan Bie di bandingkan duduk bersama Kevin yang merupakan ayah kandungnya.
"Tary sini duduk di pangkuan papa saja." Kevin memegang pahanya agar Tary kecil mau duduk di pangkuan nya.
"Tidak papa." Setelah mengatakan itu Tary kecil duduk di atas pangkuan Bie.
"Anak pintar." Bie mengelus kepala Tary kecil yang terpasang jilbab.
"Kan Tary memang pintar om." Tary kecil merasa senang mendapatkan pujian dari Bie.
"Abang mau minum apa? biar Ry buatkan." Ry hendak berdiri dari sofa.
"Gak usah dek, itu meja masih ada air minum." Bie memegang tangan Ry.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu abang." Ry pun tidak jadi berdiri dari sofa.
"Om ini siapa mama?"
"Mama mana?" Bie terlihat bingung mendengar ucapan Tary kecil yang menyebut mama. Bie tahu bahwa mama Tary kecil tersebut ialah Asa. Bie menoleh ke segala arah untuk mencari keberadaan Asa.
"Itu mama aku yang duduk di samping om." Tary kecil menujuk jari telunjuknya ke arah Ry.
"Itu bukan mamanya Tary melainkan calon istri om." Bie yang melihat ke arah yang di tunjuk oleh Tary ternyata Tary menujuk Ry.
"Itu mama aku om." Tary kecil bersih keras bahwa Ry itu mama nya.
"Bukan itu calon istri om, mamanya Tary itu nama Asa. Kak Asa kemana abang Kevin?" Bie menoleh ke arah Kevin.
"Asa sudah meninggal dunia Habie."
"Innalilahi wainnailaihi rojiun, kapan kak Asa meninggal dunia abang?"
"Setelah melahirkan Tary." Kevin berbicara sambil teringat kembali kejadian saat Asa meninggal dunia sehingga membuat mata Kevin berkaca-kaca tetapi dia berusaha agar air matanya tidak sampai jatuh membasahi pipinya.
Kevin menceritakan kepada mereka yang berada di ruangan tamu setelah Asa meninggal dunia Kevin sekeluargalah yang mengurus Tary kecil secara bergantian. Tary kecil tidak kekurangan kasih sayang dari Kevin keluarga.
Tetapi setelah Tary kecil bertemu dengan Ry, dia memanggil Ry dengan sebutan mama karena dia menanggap Ry itu mama nya. Tary kecil membutuhkan sosok seorang mama, maka nya Tary kecil setiap hari selalu merengek meminta bertemu dengan Ry hal itu membuat Kevin merasa bingung.
Bunda Kevin tidak memperbolehkan Kevin dan Ry sampai bertemu begitu juga dengan mama Ry yang tidak memperbolehkan mereka bertemu sehingga Tary kecil lah yang menjadi korban dari mereka.
"Mulai sekarang saya tidak akan melarang kamu dan Tary untuk menemui putri aku." Mama merasa kasihan akhirnya memberikan izin kepada Kevin dan Tary kecil bisa menemui Ry.
"Habie, apakah kamu mengizinkan kepada aku dan Tary untuk bisa bertemu dengan calon istri mu?"
...~ Bersambung ~...
Hai Readers đź‘‹
Yuk Mampir ke novel baru karya Mentary
Yang berjudul PaMud Papa Muda
__ADS_1