Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Toko Buku


__ADS_3

"Sepeninggalmu, Ry selalu tidak baik-baik saja. Sepeninggalmu, Ry selalu mempermasalahkan waktu yang mempertemukan kita 😭."


"Nak Kevin apa tidak bisa kita bicarakan masalah ini dengan baik-baik tanpa kalian bercerai?" Wajah papa berubah menjadi terlihat memelas saat berbicara sambil menatap Kevin.


"Maaf papa dan mama keputusan Kevin bercerai sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat lagi." Kevin yang sudah yakin dengan keputusan untuk berpisah dengan Ry.


"Tega kamu sama Ry."


"Apa salah Ry pada kamu?"


"Sehingga kamu tega menjatuhkan talak kepada Ry."


Ry berbicara sambil menangis tersedu-sedu, hati Ry bergitu sakit saat mendengar Kevin mengucapkan talak. Ry bergitu mencintai Kevin bahkan Ry berharap Kevin menjemputnya lalu Kevin akan menikahi Ry secara resmi tetapi harapan hanya tinggal harapan karena pada kenyataan Kevin malah menjatuhkan talak kepada Ry.


Ry merasa tidak terima Kevin menjatuhkan talak kepada nya sehingga Ry memukul bagian dada Kevin sambil menagis tersedu-sedu.


Bough......... Bough


Kevin pasrah menerima pukulan dari Ry, dia sengaja membiarkan Ry memukul bagian dadanya. Kevin berharap setelah Ry merasa puasa memukul dirinya maka rasa sakit yang dia berikan berkurang. Papa yang melihat Ry memukuli Kevin segera berdiri dari tempat duduknya.


"Sudah dek jangan pukuli nak Kevin." Papa yang sudah berdiri di hadapan Ry segera memegang tangan Ry, papa tidak ingin Ry lepas kendali sehingga membuat Kevin masuk RS.


"Tapi papa dia udah jahat sama adek." Ry mencoba melepaskan tangan papa yang memegang tangannya.


"Apa kamu mau masuk penjara memukul seorang polisi?" Papa menarik tangan Ry agar berdiri dari tempat duduk tersebut.


"Tidak papa." Ry pun berdiri dari sofa yang berada di ruangan tamu.


"Mama bawak dia ke kamar." Papa menarik tangan Ry sehingga berada di hadapan mama, papa menyuruh mama untuk membawa Ry ke dalam kamar.


"Iya, sebaiknya kita ke kamar." Mama berdiri dari sofa tersebut, papa melepaskan tangan Ry dari tangan nya setelah itu mama memegang tangan Ry.

__ADS_1


"Tapi Ry masih mau di sini." Ry enggan untuk pergi dari ruangan tamu.


"Tidak, ayo kita kekamar kamu." Mama menarik tangan Ry untuk pergi ke kamar.


"Sudah sana kamu kekamar dengan mama." Papa berbicara dengan nada yang tinggi.


Setelah mama dan Ry pergi meninggalkan ruangan tamu, hanya tersisa papa dan Kevin.


"Apa keputusan nak Kevin bercerai dengan Mentary tidak bisa di ubah lagi?" Papa menatap wajah Kevin dengan wajah memelas.


"Maaf tidak bisa papa." Kevin menghelahkan nafas dengan berat. Kevin berbicara dengan keyakinan kepada papa bahwa keputusan bercerai dengan Ry sudah mantap.


"Baiklah kalau sudah menjadi keputusan kamu." Papa menerima keputusan Kevin yang bercerai dari Ry.


Setelah itu Kevin berpamitan kepada papa, papa pun mengantarkan Kevin sampai di depan teras. Saat Kevin telah pergi meninggalkan kediaman orang tua Ry. Papa memegang dadanya yang terasa sesak.


"Papa kenapa?" Mama yang baru saja tiba di depan teras rumah melihat papa yang sedang memegang dada sambil meringis ke sakit.


"Jantung papa sakit mama." Papa meringis kesakitan sambil memegang dadanya.


"Hiks hiks hiks." Ry tidak dapat menahan air matanya yang terjatuh di pipinya.


"Sudah sudah jangan menangis lagi dek." Fina yang melihat sangat adek menagis segera berpindah duduk, Fina segera memeluk tubuh adeknya sambil mengusap punggungnya.


"Apa alasan Kevin menceraikan dia mana?" tanya Lia.


"Dia berantem dengan mertuanya sampai kabur dari rumah," jawab mama.


"Aku sih gak heran dengan dia mama, tukang buat masalah di keluarga kita . Kalau sudah begini dia cuma bisa nangis."Lia yang berbicara dengan ketus kepada Ry, Lia terus saja menyalahkan Ry.


"Yang kamu katakan itu memang benar, dia selalu saja buat malu keluarga kita dari tertangkap berbuat mesum di dalam kamar sehingga di nikahkan ini malah pernikahan seumur jagung hingga bercerai." Mama mulai memijat kepalanya yang terasa pusing mengungkit kejadian yang di lakukan oleh Ry.

__ADS_1


"Mama aku yakin adek juga tidak ingin semua ini terjadi kepada nya, tapi nasi telah menjadi bubur yang harus kita lakukan saat ini ialah mengambil hikmah dari setiap kejadian ini." Fina melepaskan pelukan dari Ry lalu dia berbicara dengan lembut kepada ibunya.


"Benar yang di katakan ama mbak Fina mama, aku yakin semua ini akan ada hikmahnya." Eril yang kasihan melihat Ry di pojok oleh istrinya dan mama mertuanya.


Hari pun terus berganti walaupun terasa berat bagi Ry yang sudah berstatus Jamu (Janda Muda) tetapi berkat keluarga yang mulai mendukung Ry sehingga Ry mulai bangkit dari keterpurukan tersebut. Begitulah nasib percintaan Ry yang selalu gagal, di tinggal nikah oleh sang kekasih yang merupakan cinta pertama Ry menggoreskan luka begitu dalam.


Setelah luka tersebut mulai sembuh dengan kehadiran Kevin yang berstatus suami. Kini luka baru sudah di torehkan oleh Kevin yang dengan tega menjatuhkan talak kepada Ry.


Dua Bulan telah berlalu, Ry sudah kembali kuliah seperti biasa sebulan yang lalu. Ry lebih fokus dengan mata kuliah tanpa memikirkan untuk mencari pacar atau penganti Kevin. Ry sudah bertekad ingin lulus kuliah dengan nilai Ipk yang sempurna.


Saat ini Ry dengan kedua orang temannya yaitu Ambar dan Nunu sedang berada di mall terbesar di kota P.


"Ayo, kita beli baju kaos couple bertiga!" Nunu mengajak Ambar dan Ry untuk beli baju kaos couple.


"Ayo go go." Ambar begitu bersemangat menggandeng Nunu dan Ry.


"Kalian aja yang beli bajunya. Ry mau ke toko buku." Ry berhenti berjalan melepaskan tangan Ambar yang menggandeng nya.


"Berarti Ry gak mau beli baju couple bertiga?" Ambar dan Nunu menghentikan langkah nya, Ambar bertanya kepada Ry.


"Mau tapi kalian aja yang pilih dulu, entar Ry nyusul kesana." Setelah mengatakan itu Ry berjalan ke arah eskalator, Ry naik eskalator menuju lantai dua di mall tersebut.


Sesampainya Ry di lantai dua, Ry turun dari eskalator lalu Ry berjalan ke arah toko buku. Ry sudah berada di dalam toko buku tersebut, Ry berjalan sambil melihat ke arah buku-buku yang berada di rak tersebut. Ry sedang mencari buku untuk tugas mata kuliah.


Ry berhenti berjalan lalu Ry melihat ke rak-rak buku tersebut.


"Akhirnya ketemu juga." Ry melihat buku yang dia cari berada di rak paling atas.


"Ya di rak atas lagi. " Ry berjijit untuk bisa mengambil buku yang berada di rak paling atas ternyata tidak sampai.


"Gak sampai." Akhirnya Ry mencoba melompat agar bisa mengambil buku yang berada di rak atas tapi lagi-lagi Ry tidak sampai soalnya tinggi Ry cm 155 cm.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang laki-laki yang berdiri di belakang Ry mengambil buku yang berada di rak atas.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2