Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Dia Sudah Punya Pacar


__ADS_3

"Kamu manggil aku sayang, manggil dia juga, penyayang sekali dirimu."


Sudah 15 menit Ry duduk sambil menunggu kedua orang tuanya di teras rumah. Ry menghubungi nomor ponsel papanya tetapi tidak di jawab panggil telpon dari Ry. Kemudian Ry baru teringat bahwa biasa kedua orang meletakkan kunci rumah di bawah pot bunga yang berada di teras rumah.


Ry segera berdiri dari kursi lalu dia berjalan ke arah pot bunga yang berada di pinggir teras rumah. Ry mengangkat satu persatu pot bunga yang berada di teras rumah tersebut tetapi Ry tidak menemukan kunci rumah di situ. Ry kembali duduk di kursi teras rumah sambil bermain ponsel.


Tidak lama kemudian terdengar suara motor yang mendekat ke arah rumah Ry. Ry segera menoleh ke arah suara motor tersebut, dia melihat kedua orangtuanya berada di atas motor tersebut. Motor yang di kendarai oleh papa berhenti di halaman rumah, mama turun dari motor tersebut.


"Papa mama." Ry yang melihat kedatangan kedua orang tuanya, Ry berlari sambil merentangkan kedua tangannya ke arah halaman rumah.


Papa yang baru saja turun dari motor terkejut ketika melihat Ry yang sudah berlari ke arahnya.Begitu juga dengan mama yang masih terdiam terpaku melihat Ry sedang memeluk papanya.


"Ry kangen papa." Ry yang sudah berada di dekat papa segera memeluk tubuh papanya.


"Ini benaran adek?" Papa melepaskan pelukan Ry lalu papa memandangi wajah putri bungsu kesayangan.


"Iya ini benaran Ry papa." Ry menyakinkan papa bahwa yang sedang berdiri di hadapannya itu memang benar Ry.


"Adek ke sini dengan siapa?" Mama berjalan selangkah mendekati papa dan Ry.


"Ry sendirian mama." Ry memeluk tubuh wanita yang telah melahirkan nya yaitu mama.


"Lah emangnya suami adek kemana?" mama membalas pelukan putri bungsunya.


"Kerja mama." Ry melepaskan pelukan dari mama.


"Adek gak kabur dari rumah Kevin kan?" Mama menatap wajah Ry.


"Ya gak lah mah." Ry mengelengkan kepalanya.


"Adek naik apa kesini?" tanya papa.


"Naik mobil travel yang di pesan mase." Ry terpaksa berbohong kepada kedua orang tuanya.


"Ya sudah, mari kita masuk ke rumah sekarang!" papa mengajak mama dan Ry untuk masuk ke dalam rumah.


Esokan paginya mama masuk ke dalam kamar Ry, mama melihat Ry yang masih tertidur di atas tempat tidur dengan posisi kaki di atas bantal sedang kepala nya berada di pinggir tempat tidur. Mama mengelengkan melihat posisi tidur Ry yang tidak berubah dari kecil hingga sudah menikah. Mama membayangkan setiap tidur pasti kaki Ry berada di kepala Kevin.


Mama sudah berdiri di depan jendela kamar Ry, mama segera menarik kain gorden lalu mama membuka jendela kamar.


"Adek bangun." Mama sudah berdiri di pinggir tempat tidur.


"Bangun." Mama membangunkan Ry sambil memegang lengan Ry.


"Lima menit lagi tante." Ry berbicara dengan mata yang masih tertutup, Ry belum sadar bahwa yang membangunkan mama. Ry masih mengira bahwa yang membangunkan dia bunda karena Ry lebih sering di bangunkan oleh bunda dari pada bangun sendiri.

__ADS_1


"Tante gundul mu ini mama." Mama merasa kesal mendengar Ry menyebut dengan panggil tante maka mama menjewer telinga Ry.


"Awww sakit." Ry segera membuka kedua matanya saat merasakan telinganya di tarik oleh bunda.


"Kamu ini udah nikah gak berubah-ubah bangun harus di bangunin. Jangan setiap hari nak Kevin atau bunda mertua yang membangunin kamu." Bunda berdecak pinggang sambil menjewer telinga Ry.


"Ampun mama, tolong lepasin dong entar telinga Ry putus." Ry berbicara dengan wajah memelas agar mama melepaskan jeweran ke telinga Ry.


"Iya nih mama lepasin, terus kamu cepatan mandi." Mama melepaskan jeweran dari telinga Ry.


"Emang kita mau kemana mama?" Ry mengusap telinganya yang memerah bekas jeweran mama.


"Anterin mama kepasar." Mama berjalan pergi meninggalkan Ry.


Mama dan Ry sudah berada di pasar, Ry sedang berjalan di belakang mama sambil membawa beberapa kantong plastik di kedua tangan Ry.


"Mama,"


"Ada apa dek?" Mama berhenti berjalan lalu dia membalikkan badan.


"Mama Ry antar ini ke motor dulu ya." Ry menangkat beberapa plastik yang berada di kedua tangannya.


"Iya, adek tunggu mama di parkir aja." Mama melihat ke arah kedua tangan Ry yang penuh dengan beberapa kantong plastik, mama menyuruh Ry menunggu di parkir motor.


"Abang beli es dawetnya." Ry berdiri di depan di depan gerobak es dawet.


"Mau berapa bungkus dek."


"Dua bungkus aja abang."


"Ini dek."Abang penjual es dawet memberikan sebuah kantong plastik kepada Ry.


" Iya, nih uangnya abang." Ry mengambil kantong plastik dari tangan si abang penjual es dawet, Ry memberikan selembar uang kertas berwarna ungu kepada si abang penjua es dawet tersebut.


Ry duduk di atas motor sambil meminum es dawet tersebut dengan mengunakan pipet. Ry mendengar suara peluit berbunyi lalu Ry menoleh ke arah sumber suara tersebut Ry melihat seorang pakpol berdiri di pinggir jalan raya sambil meniup terompet.


"Nih buat pakpol." Ry sudah berdiri di hadapan pakpol lalu Ry memberikan sebuah kantong plastik kepada pakpol.


"Makasih cantik." Pakpol mengambil kantong plastik dari tangan Ry.


"Sama-sama pakpol," kata Ry.


"Tahu aja kalau haus, manis kayak yang ngasih." Pakpol membuka kantong plastik tersebut lalu dia meminum es dawet mengunakan pipet.


"Ckckckck biasa aja gombalnya," kata Ry.

__ADS_1


"Kamu kemana aja gak pernah kelihatan?"


"Kuliah,"


"Dimana? "


"Pekanbaru."


"Pantas aja gak pernah kelihatan, kamu ke sini dalam rangka apa?"


"Liburan semester."


" Liburnya berapa lama?"


"Satu bulan, apa kamu tahu kabar Kevin?"


"Eh aku ini lebih tahu dari kamu, panggil aku yang sopan baru aku mau jawab pertanyaan kamu."


"Maaf, apa abang Arlan tahu kabar abang Kevin?"


"Gak, lagin kamu itu saudaranya. Kenapa kamu malah tanya ke aku."


"Satu bulan ini Ry los kontek ama abang Kevin." Ry berbicara dengan wajah yang terlihat sedih.


"Pasti ada udang di balik bakwan nih, apa kamu suka sama Kevin?"


"Iya." Lirih Ry.


"Ah, sebaiknya kamu jangan suka dengan Kevin." Arlan menatap wajah Ry, dia melihat dari mata Ry terlihat ada pancaran cinta terhadap Kevin.


"Kenapa?"


"Dia sudah mempunya pacar, seorang dokter bahkan mereka sudah berpacaran dari Smu." Arlan memberitahukan kepada Ry bahwa Kevin sudah memiliki pacar.


"Mereka sudah putus,"


"Kamu tahu dari siapa?"


"Kevin."


Tiga hari kemudian sebuah mobi terpakir di halaman rumah Ry. Seorang pria membuka pintu mobil tersebut lalu si pria tersebut keluar dari pintu mobil tersebut. Si pria tersebut berjalan ke arah rumah Ry.


Tap............. Tap


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2