
"Boleh jadi cahaya untuk orang lain, tapi jangan sampai gelap sendirian."
"Assalamu'alaikum." Kevin turun dari motor lalu dia membuka helem. Kevin berjalan menghampiri Jojo dan Ry yang berdiri di teras rumah.
"Walaikumsalam," kata Jojo dan Ry serentak.
"Mase sudah pulang." Ry menyambut kepulangan Kevin dengan berjalan menghampiri Kevin.
"Iya, kamu kenapa membiarkan Jojo menyapu rumah?" Kevin mengulurkan tangannya ke arah Ry.
"Tadi udah Ry mintak sapunya ama Jojo, tapi gak di kasih ama Jojo." Ry menyalim punggung tangan Kevin.
"Apa benar itu Jojo?" Kevin melihat ke arah Jojo.
"Iya mase benar yang mbak Ry katakan, lagian kalau nyampu rumah itu harus di selesaikan gak boleh setengah-setengah." Jojo berjalan ke arah Kevin sambil membawa sapu di tangan kirinya, setelah itu Jojo menyalim punggung tangan Kevin.
"Apa kamu sudah mandi?" tanya Kevin.
"Belum mas," jawab Jojo.
"Kamu siapkany nyapu rumah setelah itu mandi." Setelah mengatakan itu Kevin berjalan meninggalkan Jojo dan Kevin.
"Mbak Ry sana ambilkan minum buat mas pasti dia haus." Jojo menyuruh Ry mengambil minum buat Kevin.
"Kalau gitu Ry ambil minum dulu buat mase." Ry masuk ke dalam rumah.
Ceklek....... Ceklek
Setelah pintu kamar terbuka Ry berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa gelas yang berisi air putih.
"Kamu itu kalau mau masuk kamar ketuk pintu dulu." Kevin membalikkan badan melihat ke arah pintu kamarnya, dia melihat Ry yang sedang berjalan kearahnya.
"Nih minum buat mase." Ry sudah berdiri di hadapan Kevin.
"Letakan aja di sana." Kevin yang tangannya hendak membuka kancing baju seragam polisinya.
"Mau Ry bantuin buka kancing bajunya." Ry memajukan tangannya untuk membantu Kevin membuka kancing seragam polisi nya.
"Tidak usah aku bisa sendiri, sebaiknya kamu letakan minum di sana lalu keluar dari kamar ini." Kevin menepis tangan Ry lalu dia menyuruh Ry meletakkan gelas tersebut di atas meja.
"Kenapa Ry harus keluar dari kamar ini?" Ry meletakkan gelas tersebut di atas meja lalu dia membalikkan badan melihat ke arah Kevin.
__ADS_1
"Aku pastikan kamu menyesal kalau terus berada di dalam kamar ini." Kancing baju Kevin sudah terlepas lalu dia melepaskan pakaian nya, Kevin berjalan ke arah Ry sambil membuka singlet. Kevin sudah berada di hadapan Ry lalu dia melepaskan ikat pinggang nya kalau dia membuka kancing celananya.
"Mase mau apa?" Ry melangkah mundur melihat Kevin mau membuka celananya. Sehingga Ry berdiri di belakang meja yang ada di kamar tersebut.
"Menurut kamu apa yang akan di lakukan aki-laki dan perempuan di dalam kamar berduan?" Kevin menurunkan celana hingga sekarang yang tersisa celana boxsernya.
"Ah Ry gak tahu dan gak juga mau tahu tuh." Ry melihat Kevin yang sudah bertelanjang dada hanya mengunakan celana boxser segera membuang muka melihat ke arah lain.
"Beneran kamu gak mau tahu padahal aku mau ngasih kamu loh." Kevin sudah memepetkan badan Ry di depan meja tersebut lalu dia menundukkan kepalanya agar mendekati wajah Ry.
"Ry gak tertarik." Ry mencium aroma mint dari nafas Kevin.
"Kamu udah mandi?" Kevin menatap wajah Ry.
"Belum, emangnya kenapa?" tanya Ry.
"Pantasan kamu bauk, gimana kalau kita mandi barengan?" Kevin mengoda Ry dengan mengedikan sebelah matanya.
"Idih ogah." Ry menghentukan jidatnya dengan jidat Kevin.
"Aduh." Kevin mengangkat wajahnya lalu dia mundur selangkah sambil meringis ke sakitan.
"Ini namanya kdrt, aku akan memasukkan kamu ke dalam penjara." Kevin mengatai Ry sudah melakukan kdrt lalu dia mengancam Ry akan memasukkan Ry dalam penjara.
"Aduh jangan dong mase, Ry minta maaf." Ry ketakutan setelah mendengar ancaman dari Kevin.
"Jangan cuma minta maaf aja,kamu harus tanggung jawab," kata Kevin.
"Mase nunduk dulu biar Ry lihat jidatnya."Ry mendekat ke arah Kevin lalu dia menyuruh Kevin untuk menundukkan kepalanya.
"Nih lihat sendiri."Kevin menundukkan kepalanya sehingga sudah berada di dekat wajah Ry.
"Pantas aja sakit sedikit merah jidat nya mase." Ry melihat jidat paripurna Kevin yang memerah.
"Makanya obatin." Kevin menyuruh Ry nih mengobati jidatnya.
"Nih Ry obatin." Ry memegang ujung rambut lalu dia hendak mengoleskan ujung rambutnya pada jidat Kevin.
"Kamu ngapain memegang ujung rambut?" tanya Kevin.
"Nih buat ngobatin jidat mase yang tadi Ry jedotin ama kening Ry," jawab.
__ADS_1
"Aku gak mau pakai rambut kamu, pakai cara yang lain." Kevin menolak Ry mengobati jidatnya mengunakan rambut.
"Kotak obat mana?" tanya Ry.
"Gak tahu, cepatan kamu obatin jidat aku." Kevin mendesak Ry untuk segera mengobati jidatnya.
"Iya nih aku obatin jidat mase." Ry meniup-meniup jidat Kevin.
"Kamu pikir jidat aku ini lilin ulang tahun yang tiup-tiup," kata Kevin.
"Terus, Ry harus kayak mana ngobatin jidat mase?" Ry berpikir untuk mengobati jidat Kevin yang memerah karena tadi dia jedotin di keningnya.
"Aku gak mau tahu sekarang kamu harus ngobatin jidat." Kevin mendesak Ry untuk segera mengobatinya kening.
"Cup." Ry mengecup kening Kevin dengan bibir nya setelah itu Ry berlari pergi meninggalkan Kevin.
Kevin yang mendapatkan kecupan di jidat hanya bisa diam terpaku. Sedangkan Ry berlari keluar dari kamar. Saat keluar dari kamar Ry berpapasan dengan Jojo yang sedang berjalan di arah kamar Kevin.
"Mbak Ry kenapa lari?" tanya Jojo.
"Ry kebelet mau pipis." Ry mengatakan mau pipis tetapi berlari ke arah ruangan tamu.
"Aneh, padahal kamar mandi itu di sana kok mbak Ry malah lari ke ruangan tamu." Jojo geleng-geleng kepala melihat tingkah Ry, yang berlari ke arah yang salah.
"Jojo sedang apa di sini?" Kevin yang keluar dari kamar mengunakan celana boxer dan handuk yang di letak di bahunya.
"Aku berpapasan dengan mbak Ry tadi mase," jawab Jojo.
"Terus apa dia bilang?" tanya Kevin.
"Dia bilang kebelet mau pipis tapi kok dia berlari ke arah ruangan tamu," jawab Jojo.
"Mungkin dia lupa kalau kamar mandi itu letaknya di dekat dapur." Kevin berjalan sambil tersenyum ke arah dapur.
Bunda yang berada di dapur melihat Kevin berjalan sambil tersenyum.
"Kamu kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri bunda lihat?" Bunda yang menatap wajah Kevin.
"Itu bunda aku lihat Jojo sekarang sudah bertambah besar, gak nyaka aku padahal kayak baru kemarin Jojo itu masih bocil." Kevin menjadikan Jojo alasan padahal sebenarnya Kevin merasa berbunga setelah mendapatkan kecupan di keningnya oleh Ry. Bahkan Kevin berencana tidak akan memakai face wash terdapat wajahnya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1