Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Patah Hati


__ADS_3

"Selapar laparnya Ry puasa, gak bakal sampai makan teman kok."


"Baiklah, sekarang katakan kamu mau kemana?" Dengan berat hati Ry terpaksa menurut permintaan si laki-laki tersebut, si laki-laki tersebut tidak lain dan tidak bukan ialah Abie.


"RM Pak Nurdin yang berada di dekat jl. Kartama."Abie yang duduk di belakang Ry dengan perasaan bahagia, sejujurnya baru kali ini Abie merasa di boncengi oleh seorang perempuan biasanya Abie yang memboncengi perempuan.


"Baiklah." Setelah mengatakan itu Ry mengendarai motor menuju ke arah jalan raya.


"Eh, coba kamu lihat itu." Abie melihat ke arah kanan jalan raya terlihat ada kerumunan orang-orang yang sedang berdiri.


"Iya." Ry melirik sekilas ke arah yang Abie maksud.


"Itu tadi kerumunan apa?" Abie yang terlihat penasaran.


"Orang-orang ngelihat kecelakaan." Ry terus melajukan motornya dengan kecepatan standar.


"Pantas aja ramai kayak pasar," kata Abie.


Sementara Kevin yang masih berada di TKP masih sibuk menginterogasi para saksi dan si penabrak tersebut untuk mengetahui kronologi kejadiannya. Kevin menulis hasil interogasi dari para saksi dan si penabrak tersebut di buku tulis kecil.


Abie dan Ry sudah berada di dalam RM pak Nurdin. Abie dan Ry sudah duduk di bangku yang berhadapan. Ry melihat di atas meja makan sudah terhidang berbagai macam makanan.



"Ayo kita makan!" Abie mengajak Ry untuk makan.


"Gah, abang Abie aja yang makan." Ry menolak ajak Abie untuk makan.


"Udahlah, ayo makan. Aku tahu kalau kamu dari tadi belum makan." Abie membujuk Ry agar mau makan dengan dia.


"Gak, ah abang Ry masih kenyang."Ry yang terpaksa berbohong dengan mengakui bahwa dirinya masih kenyang.


"Kenyang makan apa?makan angin," tanya Abie.

__ADS_1


Kruuuk........ Kruuuk


Ry merasa malu saat terdengar suara bunyi dari perut. Benar-benar tidak singkron saat mulut Ry mengatakan masih kenyang tetapi perut Ry malah berbunyi karena cacing yang berdemo meminta makan.


"Yakin kamu gak mau makan?Ini makanan enak loh." Abie tersenyum mengejek ke arah Ry saat mendengar suara bunyi dari perut Ry. Setelah itu Abie sengaja menyuapi makanan di hadapan Ry, Abie sengaja melakukan itu agar Ry memakan makan yang sudah dia pesanan.


"Emang boleh Ry makan?" Ry yang tergoda imamnya saat melihat Abie yang makan tepat di hadapannya hanya terpisah oleh meja yang berada depan Ry.


"Ya boleh lah, maka nya ini aku pesan banyak." Abie sengaja memesan semua makanan yang ada di RM tersebut Abie yang masih belum mengetahui makan kesukaan Ry sehingga dia memesan semua menu di RM tersebut.


"Emang habis apa abang Abie kalau kita makan berdua sebanyak itu? tanya Ry.


"Kalau gak habis kamu bisa bungkus buat orang tua kamu."kata Abie.


"Tapi kedua orang tua Ry gak tinggal di kota P," kata Ry.


"Terus kedua orang tua kamu tinggal dimana?" tanya Abie.


"Tinggal di kota D, abang Abie jangan panggil kamu dong kan Ry ada nama. Panggil aja Ry." Ry meminta Kevin memanggilnya dengan nama Ry.


"Gak mau ah, sayang kepala lu pegang." Ry yang tidak suka dengan ucapan Abie.


"Permintaan Aku yang terakhir, aku mau manggil kamu dengan panggil Sayang ." Abie meminta permintaan terakhir kepada Ry.


"Gak mau ah, ganti aja permintaannya." Ry menolak permintaan Abie.


"Kenapa kamu gak mau aku panggil dengan sebutan Sayang?" tanya Abie.


"Itu panggil untuk orang yang pacaran, sedangkan kita tidak punya hubungan apa-apa," kata Ry.


"Ya sudah kalau, apa kamu mau jadi pacar aku?" Abie menatap Ry dengan tatapan penuh cinta.


"Gak." Ry dengan tegas menolak Abie, Ry tidak mungkin menerima cinta Abie sedangkan dia sudah berstatus istri sirih dari Kevin.

__ADS_1


"Apa alasannya kamu menolak menjadi pacar aku?" Abie yang wajahnya berubah jadi sendu.


"Ry sudah punya pacar." Ry yang tidak mau memberikan harapan kepada Abie lalu dia mengatakan bahwa dia sudah punya pacar.


"Oo.... jadi kamu udah punya pacar. Ya sudah ayo kita makan sekarang." Abie kecewa mendengar ucapan Ry yang sudah mempunyai pacar. Abie mengajak Ry untuk segera makan.


Abie dan Ry mulai memakan hidangan yang telah di saji di meja tersebut. Hening hanya ada dentingan sendok saat mereka makan. Abie melihat ke arah Ry yang tampak makan begitu lahap. Ry dengan sengaja makan dengan lahap di hadapan Abie hal ini Ry lakukan agar Abie mulai inilah dengan Ry lalu Abie menjauh dari Ry.


Melihat Ry makan dengan lahap membuat Abie merasa senang sementara Abie hanya makan sedikit dia tidak berselera setelah mengetahui Ry memiliki pacar.


"Abang kenapa makannya sedikit?" Ry melihat ke arah piring yang berada di depan Abie, Ry melihat Abie yang hanya makan dengan sedikit.


"Aku lagi gak selera makan." Abie yang wajahnya terlihat lesu.


"Abang gak boleh begitu, mubazir kalau abang Abie gak menghabiskan makanan nya," kata Ry.


"Tapi gimana lagi aku lagi gak selera makan nih," kata Abie.


"Kenapa abang gak selera makan?" tanya Ry.


"Aku patah hati gara-gara kamu." Abie dengan jujur mengatakan apa yang dia rasakan saat ini kepada Ry.


"Hah, kenapa abang Abie patah hati sama Ry?" Ry terkejut saat mendengar ucapan Abie yang mengatakan bahwa dia patah hati dengan Ry.


"Aku itu udah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kamu, tapi saat kamu menolak cinta aku dengan alasan kamu sudah memiliki pacar itu membuat aku patah hati sehingga aku tidak berselera maka," kata Abie.


"Apa menurut abang Abie hubungan laki-laki dan perempuan itu hanya bisa sebagai sepasang kekasih saja?" tanya Ry.


"Maksudnya?" Abie yang masih kondisi patah hati tidak mengerti maksud dari ucapan Ry.


"Abang Abie hubungan laki-laki dan perempuan itu bukan hanya sebatas sebagai sepasang kekasih, bisa sebagai teman atau abang angkat juga." Ry menjelaskan kepada Abie bahwa hubungan laki-laki dan perempuan itu tidak hanya sebagai sepasang kekasih saja tetapi bisa jadi teman.


"Benar juga yang kamu bilang."Setelah mendengarkan ucapan Ry barulah Abie mengerti .

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu abang Abie habiskan itu makanan abang yang ada di piring." Ry menyuruh Abi menghabiskan makanan yang berada di piring.


Ry terlebih dahulu selesai makan lalu dia berpamitan kepada Abie untuk ke toilet. Ry yang sudah selesai buang air kecil di toilet mencuci tangannya di westafel setelah itu Ry menarik tisu untuk mengering tangannya yang basah. Ry mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu dia melihat ada 3 panggil terjawab dari Kevin.


__ADS_2