
"Selamat berbuka puasa, apapun makanannnya, yang penting jangan makan hati. Udah nggak kenyang, nyesek pula."
Esokan Harinya mereka masih tertidur sambil berpelukan di bawah selimut. Mereka yang enggan melepaskan pelukkan satu sama lain karena merasa nyaman saat tidur sambil berpelukan.
Tok...... Tok
Terdengar suara ketukan dari pintu kamar Kevin. Bunda yang sudah berdiri di depan kamar Kevin sambil mengetuk pintu kamar, tetapi pintu kamar tidak juga terbuka. Kevin dan Ry yang masih tertidur pulas tidak mendengar suara ketukan pintu tersebut.
"Vin bangun."
"Vin, buka pintunya."
"Baiklah, Vin bunda masuk." Bunda yang tidak mendengar jawaban dari dalam kamar sehingga bunda memutuskan untuk membuka pintu kamar.
Ceklek.......... Ceklek
Bunda membuka pintu kamar Kevin, Bunda berjalan masuk ke dalam kamar Kevin. Saat Bunda sudah berada di dalam kamar Kevin. Bunda melihat ke atas tempat tidur, bunda melihat pemandangan yang membuat bola matanya membulat besar.
Bunda melihat Kevin dan Ry sedang berpelukan di bawah selimut, mereka terlihat seperti pasangan suami istri. Hal ini membuat bunda merasa kesal, sehingga bunda segera menarik selimut dari badan mereka.
"Hei, kalian berdua bangun." Bunda berbicara sambil berdecak pinggang.
"Hah, bunda." Kevin yang mendengar suara bunda lalu dia mulai membuka kedua matanya betapa terkejut Kevin saat melihat bunda sudah berdiri di depan tempat tidur sambil berdecak pinggang.
"Apa yang sudah kalian lakukan?" Bunda menatap Kevin dengan tatapan yang tidak suka.
"Kami cuma berpelukan, lagian kami sudah menikah jadi sah-sah saja kalau berpelukan dan melakukan hal yang lebih dari itu." Kevin segera melepaskan pelukan dari Ry, Kevin menyadari tatapan bunda tidak suka melihat Kevin dari Ry berpelukan.
"Kamu yakin kalau kalian cuma berpelukan?" Bunda yang melihat ke arah leher Ry yang pendek tersebut. Di leher Ry terdapat banyak tanda merah-merah seperti bekas kiss mark. Sehingga bunda merasa curiga bahwa Kevin memberikan tanda kiss mark di leher Ry.
"Iya bunda kami cuma berpelukan." Kevin mencoba menyakinkan bunda bahwa mereka cuma tidur sambil berpelukan.Lalu Kevin bangun dari tempat tidurnya lalu dia bersandar di dasbor tempat tidur.
"Kamu pikir bisa membohongi bunda, coba kamu lihat apa yang ada di leher dia?" Bunda menyuruh Kevin untuk melihat ke arah leher Ry.
"Ini cuma bekas gigit nyamuk." Kevin menoleh ke arah Ry yang masih tertidur dengan pulas, Kevin melihat di leher Ry terdapat banyak tanda merah. Kevin terlihat bingung kenapa bisa banyak tanda merah di leher Ry. Padahal tanda malam Kevin yakin cuma berpelukan dengan Ry.
Kevin tidak memberikan tanda kepemilikan di leher Ry. Tetapi Kevin di kejutan dengan banyak tanda merah di leher Ry. Kevin juga merasa yakin bahwa itu bukan tanda bekas gigit nyamuk. Tetapi Kevin terpaksa berbohong kepada bunda mengatakan bahwa itu bekas gigit nyamuk.
__ADS_1
"Jangan bohong kamu, jelas-jelas itu tanda kiss mark yang kamu buat." Bunda yang tidak mempercayai ucapan Kevin. Bunda yakin bahwa tanda di leher Ry itu tanda kiss mark yang Kevin buat.
"Suwer bunda itu bukan tanda kiss mark yang aku buat." Kevin menangkat dia jarinya sehingga membentuk huruf V.
"Kamu pikir bunda percaya dengan ucapan kamu." Bunda yang tidak mempercayai ucapan Kevin.
"Ah, sudah lah kalau bunda tidak percaya ama aku. Tapi itu bukan tanda kiss mark yang aku buat." Kevin yang frutasi karena bunda tidak mempercayai ucapannya sehingga Kevin menjambak rambut nya sendiri.
Ry mendengar suara Kevin lalu Ry mulai membuka kedua matanya.Ketika mata Ry sudah di buka dia di kejutkan dengan suara bunda.
"Tanda apa itu yang ada di leher kamu?" Bunda yang menatap tajam ke arah Ry.
"Emang ada tanda apa di leher Ry mase?" Ry bangun dari tempat tidur lalu dia duduk di samping Kevin. Ry melihat ke arah Kevin sambil bertanya kepada Kevin.
"Iya, ada. Nah aku mau tanya itu tanda apa?" Kevin yang penasaran akhirnya bertanya kepada Ry.
"Astagfirullah." Ry bergegas turun dari tempat tidur, Ry berjalan ke arah lemari pakaian. Ry sudah berdiri di depan cermin yang terpasang di lemari pakaian tersebut. Ry terkejut melihat banyak tanda merah di lehernya.
"Apa itu kiss mark dari Kevin?" Bunda yang melihat ke arah Ry yang sedang melihat lehernya penuh dengan tanda merah.
"Bukan tante." Ry menggelengkan kepalanya.
"Alergi Ry kumat." Ry membalikkan badan melihat ke arah Kevin dan bunda secara bergantian.
"Apa benar itu alergi?" Bunda meragukan ucapan Ry.
"Benar tante ini alergi Ry lagi kumat." Ry mencoba menyakinkan bunda dengan Ry menatap mata bunda.
"Kamu punya alergi apa?" tanya Kevin.
"Kulit Ry sensitif dengan cuaca dingin, rumput dan sentuhan fisik." Ry memberitahukan kepada Kevin dan bunda bahwa Ry mempunyai alergi kulit yang sensitif.
"Apa penyebab leher kamu banyak tanda merah seperti kiss mark?" Bunda yang penasaran akhirnya bertanya kepada Ry.
"Tadi malam udaranya dingin tante makanya alergi Ry kumat," jawab Ry.
"Apa alergi cuma di bagian leher saja kumatnya?" tanya Bunda.
__ADS_1
"Alergi gak tentu kumatnya di mana, kadang-kandang di leher, kadang di lengan, kadang di paha, kadang juga di wajah." Ry memberitahu bahwa alerginya kalau lagi kumat tidak menentu bisa di bagian lain selain leher.
"Terus bagaimana alerginya bisa sembuh?" tanya Kevin.
"Bisa," jawab Ry.
"Apa itu gatal?" tanya bunda.
"Iya gatal tante," jawab Ry.
"Apa tidak kamu garuk?" tanya bunda.
"Ry garuk tadi malam maka nya bisa merah kayak gini tante," jawab Ry.
"Apa kamu gak punya obat buat alergi ini?" tanya Kevin.
"Ada obatnya," jawab Ry.
"Mana obatnya?" Kevin yang turun dari tempat tidur lalu dia berdiri di samping tempat tidur.
"Ada di dalam tas ransel Ry," jawab Ry.
"Dimana kamu meletakkan tas?" tanya Kevin.
"Meja belajar," jawab Ry.
"Cepat kamu obati alergi itu." Setelah mengatakan itu bunda berjalan pergi meninggalkan kamar.
"Nih salepnya." Kevin mengambil salep itu ari dari dalam tas lalu Kevin memberikan salep itu pada Ry.
"Iya mase." Ry mengambil salep tersebut dari tangan Kevin. Ry mencoba mengoleskan salep tersebut di leher dengan cara melihat ke arah kaca lemari pakaian tersebut.
"Sini biar aku obatin." Kevin yang melihat Ry kesulitan mengobati alergi lalu dia mengambil salep dari tangan Ry. Kevin menundukkan kepalanya lalu dia mengoleskan salep tersebut di leher Ry dengan telaten.
"Apa udah semua Mase oleskan salep?" tanya Ry.
"Udah semua aku oleskan salep." Kevin sudah mengoleskan semua tanda merah yang ada di leher Ry dengan salep.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...