
Satu malaman mereka tidur berdua dirumah sakit. Pagi ini sebelum bekerja, Kenan mengantar dulu Bella untuk pulang kerumah.
"Ayo, sebelum bekerja Abang antar kamu pulang kerumah."
"Ya, sebentar. Ini masih menyusun baju ke dalam tas," jawab Bella dengan tangan terus bergerak memasukkan baju itu ke dalam tas.
Cukup tiga hari saja Bella sudah diperbolehkan pulang. Karena hanya luka di pelipis saja tidak ada cidera lain lagi.
"Ayo. Mama dan papa udah menunggu kita kerumah."
"Oke!" sahut Bella.
Keduanya pun pulang bersama.
Sepanjang perjalanan keduanya terus saja bercengkarama. Bella yang belum terlalu sehat selalu menjadi bahan ledekan Kenan.
__ADS_1
Semua itu tidak luput dari perhatian seorang wanita yang menatapnya dengan rahang mengetat.
"Tunggu kalian berdua! Jangan salahakn aku jika berbuat seperti ini. Aku meninginkan mu Kenan. bukan Kenan yang lain! Tetapi dengan teganya kau menipuku! Tunggu saja tanggal mainnya! Tunggu kalian berdua!" geramnya dengan segera berlalu mendahului motor kenan dan bella begitu kencang.
Bella dan Kenan tersentak saat menyadari ada sebuah mobil yang melaju di sebelah mereka dengan kecepatan tinggi.
"Astaghfirullah ya Allah. Itu kenapa mobilnya mengebut kayak begitu? Apa dia nggak takut kecelakaan? Yang kayak punya nyawa banyak aja dia!" ketus Bella begitu kesal kepada mobil yang baru saja melaju dengan kencang di sebelah mereka berdua.
Kenan tidak menyahuti ucapab bella. Ia terus saja mentapa lama pada mobil yang melaju itu.
Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Mereka tidak sadar jika saat ini sudah tiba dirumnah dan hampir kelewatan dari rumah mereka.
Bella menepuk pelan bahu Kenan membuat Kenan terkejut. "apa sayang? Kamu ingin sesuatu?" tanya Kenan pada Bella yang kini sedang menatap nya denagn menghela nafas panjang.
"Kenapa?" tanya Kenan lagi.
__ADS_1
"Kita kelewatan abang. Rumah kita di belakang sana loh.. Ini udah lewat sepuluh meter. Lupa?"
Kenana terkejut. "Hah?" mulutnya menganga saat melihat jika memang benar jika mereka saat ini sudah kelewatan bahkan lumayan jauh dari rumah mereka saat ini.
Kenan terkekeh, Bella mengerucutkan bibirnya. "Hehehe.. Maaf sayang. Abang benar-benar lagi nggak fokus!" ucapanya pada Bella yang kini sednag mencibirnya
Kenan tau itu. Ia hanya tertawa saja. "Bisa-bisanya Abang kelewatan. Padahal adek udah ngomong sedari tadi sama Abang. Gimana sih?" kesalnya pada Kenana yang kini tertawa melihat mulutnya yang manyun lima centi kayak bebek.
Mama rani menggelengkan kepalanya. "kenapa bisa kelewatan sih bang? Lupa?" Sindir Mama Rani lagi
Bukannya marah, Kenan malah tertawa. Bella langsung saja mencubit pinggangnya.
"Awwuuhh.. Sakit sayang! Sssstt... Perih euuy!"
"Biarain!" ketus Bella dengan segera berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Kenan yang masih saja terkekeh-kekeh karena tingkah Bella
__ADS_1