
Bella berlalu meninggalkan Kenan yang tertegun karena ucapan nya. Tiba di dalam, Bella berpapasan dengan Mama Rani yang sedang membawa nampan yang ada gelas di atasnya.
''Mama? Mama ngapain?'' tanya Bella yang kini sedang berdiri di samping Mama Rani yang sedang membawa nampan berisi parutan timun untuk Papa Reza.
Pria paruh baya itu sempat merasakan darah tinggi nya kumat setelah melihat Kenan dan wanita yang mereka tidak tau itu bertingkah selayaknya suami istri.
Bukan salah wanita itu juga. Semua itu juga ada andil Kenan di dalam nya. Pikir Papa Reza hingga tengkuknya terasa sakit bukan main.
Mama Rani yang tau pun dengan segera ke dapur dan membuat jus yang bisa mengurangi tekanan darah tinggi Papa Reza menurun.
''Oh ini. Mama lagi buat Jus untuk Papa kamu. Darah tinggi nya tiba-tiba kumat setelah melihat wanita itu tadi.'' Jawab Mama Rani yang dibalas kekehan di bibir tipis Bella.
''Emm.. Nak? Maafkan Kenan ya? Nanti Papa dan Mama akan bicara padanya. Kamu tenang saja. Ia pasti akan menuruti semua ucapan kami. Mama mohon nak.. Jangan pernah tinggalkan Kenan walau dalam keadaan apapun..'' lirih wanita paruh baya itu dengn raut wajah sendu.
__ADS_1
Bella menatap serius pada Mama Rani. ''Berjanjilah. Kamu jangan pernah meninggalkannya walau apapun terjadi. Bisa kan nak?'' Bella masih menatap Mama Rani dengan tatapan datarnya.
Ada apa? Pikirnya. Kenapa Mama Rani tidak memperbolehkan nya untuk meninggalkan Kenan dalam keadaan apapun.
Dan Kenan sendiri pun pernah mengatakan hal ini padanya. Ada apa? Tanya Bella dalam hati.
Melihat tidak ada reaksi dan tanggapan apapun, Mama Rani menyentuh tangan Bella hingga membuatnya terkejut dari lamunan nya tentang Kenan.
''Nak? Bella? Kamu dengarkan nak, apa yang Mama katakan? Permintaan ini tidaklah sulit untuk bisa kamu penuhi. Maaf, jika kamu menganggap Mama egois. Tetapi inilah yang ingin Mama katakan padamu sejak hari pertama kamu dinikahi oleh Kenan. Mama tau seperti apa Kenan, nak. Ia memang bandal dalam hal wanita. Tetapi Mama tau, Kenan tidak pernah melakukan hal tidak senonoh dengan gadis itu. Mama sangat kenal dengan putra Mama sendiri, nak. Mama hanya meminta ini saja padamu. Bisa 'kan kamu penuhi permintaan Mama ini?'' ucap Mama Rani yang saat ini sedang terus berusaha meminta agar Bella menututi permintaan nya.
Permintaan yang menurut nya tidak lah sulit tetapi sangat sulit untuk Bella lakukan.
Permintaan yang akan mengikatnya seumur hidup dengan Kenan. Sementara Kenan menganggap pernikahan itu permainan.
__ADS_1
Sampai-sampai Kenan tega mengikat Bella agar ikut bermain di dalam sandiwara yang ia perbuat.
Bella tersenyum saat melihat mata paruh baya itu begitu mengharapkan jawaban darinya.
''Aku nggak bisa janji Ma. Aku bisa saja bisa memenuhi permintaan Mama. Tetapi bagaimana dengan Kenan? Apakah ia sanggup menjalani pernikahan ini?? Pernikahan yang hanya ia jadikan sebagai sandiwara saja?? Maaf Ma, jika aku terpaksa mengatakan hal ini. Sebelum Mama mengajukan permintaan padaku, terlebih dahulu tanyakan pada Kenan, putra Mama. Siapa yang dia ingin kan? Aku istri sah nya? Atau kekasihnya yang tadi baru kita temui?? Tanyakan itu pada Kenan. Dan Setelah mendengar jawaban dari Kenan, baru aku bisa memutuskan. Apakah aku menerima permintaan Mama. Atau akan ku putuskan sendiri kemana arah pernikahan ini nantinya.'' Ujar Bella membuat wanita paruh baya itu tertegun dengan ucapan Bella.
''Permisi Ma. Aku mau istirahat dulu. Besok, aku sudah harus kuliah lagi,'' ucap Bella lagi yang akhirnya di angguki oleh wanita paruh baya yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak tau seperti apa.
Bella tersenyum lembut pada wanita yang lebih tua sedikit dari Bunda Zizi itu. Ia pun berlalu masuk ke kamar Kenan yang tadi di tunjuk olehnya.
Mama Rani mematap datar kepergian Bella yang menimbulkan banyak pertanyaan di benaknya. Tak ingin Papa Reza menunggu lama, ia pun bergegas masuk ke kamarnay yang ada dilnatai bawah.
Satu aja ye? Insyaallah besok seperti biasa. Hari ini othor lagi ada acara arisan keluarga. Harap maklum 😁
__ADS_1