Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Kesendirian


__ADS_3

Bella mengusap bulir bening yang mengalir di pipinya. Ia melangkah gontai untuk masuk ke dalam kosan nya yang kini sudah di tunggu oleh pemilik kos dan Ibu Kos.


Raut wajah Bella begitu datar tetapi terselip sendu di dalamnya. Ibu Kos tau itu. Maka dari itu ia berniat bertanya langsung pada Bella untuk kepastian tentang pernikahannya.


"Assalamu'alaikum.." lirih Bella sembari menggamit tangan pemilik Kos untuk ia salami.


"Wa'alaikum salam, Nak? Sehat? Lancar acaranya kemarin? Maaf.. Ibu nggak bisa datang. Karena Della kemarinkan wisuda?" ucapnya pada Bella yang kini tersenyum tipis melihatnya.


Bella tetaplah Bella. Sedari Annisa mengajarkannya tentang arti kehidupan dan tanggung jawab yang harus ia pikul, ia lebih memilih dirinya menjadi sosok yang terlihat kuat dan tegar.


Kepribadian yang dulunya lembut, kini sudah berubah menjadi dingin dan datar. Semua itu demi menutup diri dari yang namanya lelaki.


Ia tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan lelaki yang bukan mahramnya. Begitu kata Annisa dulu. Masih teringat olehnya tentang ucapan Annisa saat ia beurumur sepuluh tahun.


"Alhamdulillah lancar Bu.. Saya masuk dulu ya Bu? Ingin menyusun semua barang saya ini!" tunjuk nya pada dua koper miliknya.

__ADS_1


Ibu Kos menghela nafasnya, sangat sulit untuk bertanya pada Bella gadis kecil yang pertama kali sudah mencuri perhatiannya itu.


Gadis yang begitu dingin dan jutek pada setiap orang. Tetapi akan hangat kepada keluarganya. "Baiklah.. Jika kamu butuh sesuatu segera hubungi Ibu atau Deril ya?"


Bella mengangguk dan segera berlalu dari hadapan dua orang yang kini menatapnya entah dengan tatapan seperti apa.


Ibu kos mengusap lembut punggung putra keduanya itu yang sedari Bella datang ke tempat mereka ia sudah menyukai gadis dingin dan jutek itu.


Hal yang tidak di sangka olenya ialah jika Bella ternyata sudah menikah kemarin saat ia belum pulang dari tugas pelayarannya.


Rencananya saat pulang ia ingin mengunjungi orang tua Bella untuk meminta Bella menjadi istrinya.


Ia hancur dan kecewa. Ternyata dirinya terlambat. Ada pemuda lain yang lebih dulu meminang sekaligus menikahi Bella.


Ia menunduk kemudian berlalu pergi dari hadapan sang ibu yang kini juga ikut kecewa bersama putra keduanya itu.

__ADS_1


Sementara Bella kini sedang menyusun semua perlengkapan miliknya. Ia menyusun satu persatu baju itu ke dalam lemari.


Setelahnya ia duduk sambil menatap baju putih yang tergantung di belakang pintu kosnya. Ia sendiri saat ini. Seperti ada yang kurang setelah Kenan pergi.


Entah ada apa dengannya. Bella pun tidak tau. Ia memegang dua buku nikah yang Kenan tititpkan padanya tadi pagi sebelum mereka turun untuk sarapan bersama.


Bella termenung melihat buku nikah itu. "Apa yang harus adek lakukan Yah..? Apa adek harus bertahan dengan pernikahan yang penuh dengan sandiwara ini? Sampai kapan adek harus bertahan?" lirih Bella dengan dada yang sesak.


Begitu juga dengan Kenan. Pemuda tampan yang sebentar lagi akan mendapat gelar spesialis kandungan itu berulang kali menghela nafasnya.


Berat dan sesak. Itulah yang saat ini ia rasakan saat mengingat Bella. Entaha apa yang terjadi dengan hati dan pkirannya. Sejak tadi, ia terus saja memikirkan Bella.


Istri yang baru saj ia nikahi. "Maafkan Abang, dek.. Abang terpaksa membawa mu dalam masalah Abang. Abang tidak punya pilihan lain selain menikahimu. Hanya dengan cara ini, rahasia yang ku sembunyikan dari semua akan terjaga. Termasuk kamu, Dek."


"Maafkan kesalahan ku yang memaksamu untuk mengikuti semua perkataan ku. Aku terpaksa. Sungguh! Berat sekali melihat wajah sendu mu saat tadi pagi kamu berpamitan dengan seluruh keluarga mu. Tetapi aku tidak bisa mundur. Aku tetap akan bertahan dengan sandiwara ini. Sampai rahasia ku ini bisa mereka lupakan untuk selamanya."

__ADS_1


"Setelah itu, kamu boleh pergi dari hidupku. Meninggalkan diriku yang selalu sendiri sedari dulu. Tiada tempatku untuk mengadu dan berbagi keluh kesahku. Karena aku sudah terbiasa dengan kesendirianku. Semoga kamu kuat Mirabella.." lirihnya dengan mata terpejam.


Saat ini sedang berada di dalam pesawat yang akan membawanya ke Jakarta. Tempat dimana ia sedang menuntut ilmu.


__ADS_2