
"Kamu mengusirku Ken? Demi wanita ini? Lalu bagaimana denganku yang sudah kamu renggut-,"
"Keluar! Atau aku seret kamu!" tegasnya lagi dengan menatap dingin pada Katrina.
Katrina tidak percaya ini. Ia tertawa sumbang sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu ngacok Ken! Masa iya lebih mentingin dia sih dibandingkan aku? Apakah pelayanan ku yang tadi malam itu kurang untukmu??" ucap Katrina sengaja memancing emosi Bella.
Tetapi bukan Bella yang terpancing. Yang ada malah Kenan lah yang marah padanya kerena perkataanya itu begitu menyulut api di dalam dirinya.
"Keluar!!"
"Ken!"
"Keluar Katrina Binti Mahmud Daud Bramantio!!"
Dddduuuaaarrrr..
Bella dan Katrina terlonjak kaget saat mendengar suara teriakan Kenan untuknya. Katrina yang kesal segera pergi tapi sebelumnya ia mengejek dan mencibir Bella karena dialah yang berhasil mendapatkan Kenan.
Brraakk!
__ADS_1
Pintu rumah Itu Katrina banting begitu kuat. Bella memejamkan kedua matanya. Sedangkan Kenan mendekati Bella dan bersimpuh dihadapan wanitanya dengan kepala menunduk dan memeluk erat pinggang Bella yang kini semakin tersedu.
"Hiks.. Apa itu benar Bang? Kamu orang nya? Lalu, tadi pagi itu siapa? Apakah kamu memiliki saudara kembar lain selain Keanu dan Kenta???"
Kenan menggeleng, ia tetap memeluk erat tubuh hangat Bella yang kini terus berguncang karena tersedu.
"Jawab Bang. Kenapa? Kenapa kamu tega? Apakah tubuhku ini tidak cukup untuk memuaskan mu hingga kamu mencari tempat pelampiasan lain?"
Lagi, Kenan menggeleng.
"Lalu apa? Kenapa dengan Katrina Bang? Kenapa harus dia?? Huh? Apa kurangnya aku Bang Kenan? Haaaaa.. Aaaaa.." raung Bella yang semakin erat dipeluk oleh Kenan.
"Tapi tadi itu apa? Aku melihatmu keluar dari kamar tamu pagi ini. Kamar dimana aku mendengar jika Katrina melenguh dan terus memanggil namamu saat kalian melakukan hal itu?"
"Nggak sayang. Demi Allah! Abang berani bersumpah. Jika kamu tidak percaya, lihatlah rekaman cctv dirumah kita ini." Katanya pada Bella yang kini masih tersedu tidak ingin melihatnya.
Dengan cepat Kenana membuka ponselnya dan membuka rekaman cctv yang terhubung langsung ke ponselnya dan ia tunjukkan kepada Bella.
Mulai dari pertama ia tiba dirumah, bertemu pemuda berbaju serba hitam itu, dan membawa Katrina masuk. Sampai saat Kenan ditarik paksa hingga keduanya jatuh keranjang.
Bella melihatnya dengan air mata terus bercucuran. Tetapi Kenan mengusapnya. Sakit sekali hatinya saat melihat air mata itu mengalir lagi karena dirinya.
__ADS_1
Bella terkejut kala melihat jika pemuda berbaju hitam itu adalah Kenan Bramanta, suami Katrina sendiri.
Bella menutup kedua mulutnya saat melihat adegan live sepasang suami istri yang saling bercumbu itu.
Kenana mengambil ponsel itu dan meletakkan nay diatas meja. Bella masih tidak percaya.
"Ja-jadi.. Pe-pemuda yang tadi pagi berbaju hitam keluar dari kamar itu Kenan suaminya Katrina?"
Kenan mengangguk. "Ya, benar!"
"Bukan Bang Kenan suamiku? Suami Mirabella???"
Lagi Kenan mengangguk namun tertawa. "Benar sekali, istriku!"
Air mata itu pun mengalir di pipinya. Bella tertawa tetapi menangis. "Ya Allah..." lirih Bella semakin tersedu.
Dengan segera Kenana memeluknya dan tidak ada pemnolakan dari Bella. Bahkan ia sangat merindukan bau harus dari tubuh Kenan.
"Hiks.. Bagaimana mungkin? Gimana caranya kalian bertukar posisi??"
Kenan tersenyum walau dengan air mata beruraian. Kenan memajukan wajahnya dan mengecup kening Bella membuat gadis ayu itu memejamkan kedua matanya saat rasa nyaman dan aman itu menelusuphingga ke hatinya.
__ADS_1