Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Bersama-sama


__ADS_3

"Hemm.. Abang udah nggak sabar sayang. Menyuksa banget ini rudal?" keluhnya pada Bella yang kini terkekeh karena ucapannya.


"Sabar. Setelah kita bersatu nanti. Tidak ada yang mudah Bang. Ini aja udah terlihat sedikit. Mungkin ke depannya akan lebih sulit lagi. Adek harap, Abang jangan menyerah ya?"


"Nggak akan sayang."


"Sekarang Abang bilang enggak, gimana yang kemarin itu? Abang samapi bingung kan dibuatnya?"

__ADS_1


Kenan tergelak. Bella terus membuka baju Kenan satu persatu. Kenan pasraha saja. Ia bahkan memeluk erat pinggang Bella.


"Abang akui. Kemarin itu Abang salah. Karena tidaj tegas padanya. Lagipun kamu kan tau sendiri. Jika taruhan yang diberikan oleh Katrina waktu itu kamu sayang. Jika ini menyangkut pekerjaan, Abang tidak masalah di pecat sama Dimas. Tetapi ini kamu. Kamu yang menjadi taruhannya. Abang nggak mungkin membiarkan mu menerima konsekuensi dari penolakan itu. Maka dengan sangat terpaksa Abang menerimanya. Entah bisa atau tidak. Abang pun tak tau. Yang jelas saat itu, Abang ingin menyelamatkan mu darinya." Ujar Kenan dan diangguki oleh Bella.


"Adek tau Abang terpaksa melakukannya. Mari kita bersama-sama melawan badai topan yang akan menerpa biduk rumah tangga kita. Semakin tinghi pohon itu maka semakin kencang pula angin berjembus mengguncangkan pohon itu. Begitu juga dengan kehidupan kita. Kita masih di level satu Bang. Masih bisa tangani. Ada waktunya nanti kita naik level. Nah, disaat naik level inilah kita akan mendapati banyak ujian lagi. Adek harap, Abang bisa berpegang tegih pada satu saja. Yaitu Allah SWT. Karena hanya Allah lah yang bisa menolong kita. Walaupun Allah yang memberi ujian, tetapi Allah juga yang akan menolong kita. Semoga ke depannya kita semakin kuat ya Bang?"


"Maka dari itu, Abang bisa tau dan merasakan apa yang kamu rasakan. Kamu sakit. Maka Abang pun ikut sakit. Kamu bahagia naka Abang pun bahagia. Padahal kita belum bersatu bukan? Tetapi lihatlah. Kita sudah bisa merasakan apa yang pasangan kita rasakan."

__ADS_1


Bella mengangguk dan tersenyum, "Abang benar. Adek pun demikian. Pada saat kecelakaan itu terjadi. Abanglah yang adek ingat. Setelah jatuh ke aspal adek lupa dan tidak ingat apapun lagi. Adek sadar saat udah berada dirumah sakit kita," ujarnya pada Kenan yang kini semakin erat memeluk dirinya.


"Hemm.. Nyamannya.. Abang nggak akan bisa tidur tanpa kamu. Sekali kamu masuk ke dalam kehidupan Abang, maka saat itu juga Abang sudag bergantung kepadamu. Bergantung dalam artian jika kita berdua itu saling membutuhkan dan saling melengkapi."


"Ya, kita berdua menag sudah ditakdirkan bersama. Sejauh dan sekuat apapun kita menghindar maka akan dipertemukan jua. Kita sudah dipertemukan saat kecil dulu. Kemudian terpisah. Dan sekarang? Kita di satukan kembali dalam biduk rumah tangga."


"Kamu benar. Sebaiknya kita tidur. Kamu harus banyak istirahat agar cepat sembuh dan Abang cepat bisa bertamu kerumah mu untuk pertama kalinya!" goda Kenan lagi pada Bella yang dihadiahi cubitan semut di pinggang Kenan.

__ADS_1


Senang-senang dulu ye? Sebelum konflik terakhir menuju End!


__ADS_2