
Setelah tiga orang itu berlalu, Kezia dengan segera menutup pintu dan mulai membuka alat-alatnya.
Kezia duduk di sisi kan ranjang dimana Bella saat ini masihlah memeluk erat tubuh Kenan. Kezia menghela nafasnya.
"Kakak, lepas dulu ya tangannya? Biar adek bisa periksa tubuh Kakak yang terluka. Abang nggak akan kemana-mana kok. Iya kan Bang?" ucap Kezia pada Bella tetapi melirik Kenan.
Kenan mengangguk. "Lepas sebentar ya? Nanti kamu boleh peluk lagi kok. Abang janji. Nggak akan kemana pun!" ucap Kenan menimpali ucapan Kezia dan di jawab gelengan oleh Bella.
Lagi, kedua orang itu bingung harus apa. "Kalau begitu, adek buka aja ya kancing gamis Kakak?" tanya Kezia dan mendapat anggukan dari Bella.
Kenan melihat Kezia. Sedang yang ditatap terkekeh kecil. "Gimana bukanya Dek? Kancing baju Bella itu ada di depan loh.." ucap Kenan pada Kezia yang kebingungan karena ucapan Adik bungsu nya itu.
"Abang tenang saja. Adek tau kok caranya. Kakak ipar sama Adek itu sama pakiannya, jadi tanpa membuka kancing pun bisa di buka. Tinggal dingkat aja gamisnya dan kita lepas dari kepala nantinya," jelas Kezia membuat Kenan mengangguk pasrah.
Dengna segera Kezia mengangkat gamis Bella hingga naik ke kepala nya. Melewati kepala yang maih tertutup hijab sangat menyulitkan Kezia.
Dengan terpaksa ia membuka hijab Bella dihadapan Kenan. Kenan tertegun melihat wajah ayu Bella yang kini masih terlelap di pelukan nya.
Kezia terkekeh kecil melihat Kenan. "Kenapa? Tergoda?" ledek Kezia pada Kenan.
__ADS_1
Kenan diam, ia masih menatap dalam pada wajah ayu Bella yang kini masih memeluk tubuhnya dengan erat.
Sementara Kezia masih berusaha membuka Baju Bella yang kini hanya mengenakan kaos oblong berwarna putih.
Dengan perlahan Kezia membuka baju itu dan terlihatlah tubuh putih mulus milik Bella yang membuat Kenan menelan saliva nya.
Deg, deg, deg..
Jantung Kenan beretak tak karuan saat meliaht kulit putih mulus milik sang istri. Entah apa yang terjadi dengan tubuhnya yang tiba-tiba panas dingin seperti itu.
"Aneh, kenapa tubuhku bereaksi seperti ini dengan Bella? Dengan yang lain tidak? Bahkan.. Dengan dia pun tidak? Apa jangan-jangan..." batin Kenan terus saja melihat tubuh putih mulus Kezia yang masih terpasang kaca mata kudanya.
Dengan segera Kezia melepas kaca mata kuda milik Bella dan melihat punggung putih mulus itu yang sudah membiru.
Kenan tidak menyahuti. Matanya masih fokus melihat objek yang kini membuat tubuhnya menjadi panas dingin hanya karena meliihat nya saja.
Dengan cepat Kezia menyuntiikkan obat ke tubuh Bella membuat gadis itu meringis. Bella baru saja sadar saat tangan Kezia menyentuh punggungnya yang terkena terjangan Papa Reza tadi.
Bella merasa nyaman di pelukan itu. Ia masih ingin berlama-lama disana, tetapi kemudian sadar. Bella ingin bangkit tetapi pelukan di tubuhnya semakin erat.
__ADS_1
Ia mendongak dan melihat Kenan yang kini sedang menatapnya dengan dalam. Kezia segera pergi setelah selesai dengan tugasnya.
Sementara kedua orang itu masih saja saling bertatapan. Kenan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Bella.
Hingga hembusan nafas keduanya begitu terasa menerpa kedua wajah yang saat ini sudah sangat dekat.
Cup.
Kenan mengecup dahi Bella.
Bella memejamkan matanya. Nyaman sekali. Tanpa sadar, tangan itu semakin erat memeluk pinggang Kenan.
Begitu pun dengan Kenan. Ia pun semakin mengeratkan pegangan tangannya pada tubuh Bella yang kini terbuka bagian belakangnya.
"Ya Allah? Kenapa dengan tubuhku? Kenapa jadi panas dingin begini saat melihat tubuh Bella? Reaksi yang selama ini tidak pernah muncul saat bersama wanita lain?? Ada apa? Kenapa dengan Bella? Tubuhku seperti tertarik dengan tubuhnya? Apakah Bella bisa-," gumam Kenan dalam hati terputus karena mendengar ucapan Bella
"Maaf Abang. Boleh dilepas nggak? Aku mau pakai baju dulu. Abang bisa lepas nggak? Sebentar... Saja?" pinta Bella pada Kenan yang saat ini masih menatapnya denagn dalam.
Di tatap seperti itu Bella merasa malu. Ia kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenan. Karena tak punya pilihan lain selain bersembunyi disana.
__ADS_1
Bella malu.
Sementara Kenan masih saja menatap Bella dengan tatapan yang sulit di artikan.