
Bella mendekati wanita paruh baya itu dan mentapanya lekat dengan tatapan dingin dan datar nya hingga menusuk ke jantung.
Wanita tua itu sebenarnya terkejut melihat wajah Bella mendadak dingin seperti itu.
"Saya tegaskan sekali lagi. Anda harus minum obat Nyonya Mira! Saya bertugas untuk memantau kesehatan anda selama anda masih dirumah sakit ini. Saya tidak tau dengan ucapan Anda itu. Yang saya mau, Anda harus minum obat dari tangan saya! Terima tidak terima, itulah kenyataannya!"
"Anda ingin melaporkan saya?" Wanita itu yang ingin mangap bebicara langsung saja di potong oleh Bella.
Ia melototkan matanya melihat Bella karena Bella tau isi pikirannya yang langsung saja di cetuskan oleh Bella padanya.
"Sillahkan, jik Anda ingin melaporkan saya! Tapi saya pastikan. Anda dan keluarga Anda akan menanggung akibat dari perbuatan Anda yang ingin mencoba menyingkirkan saya! Saya disini Dokter. Dokter yang bertugas merawat Anda nyonya. Jadi, saya harap Anda bisa bekerja sama dengan saya agar Anda bisa bebas keluar dari rumah sakit ini dan pulang ke rumah anda!"
"Selama Anda dirumah sakit ini, kamilah yang bertugas merawat anda. Bukan Pembantu Anda. Jika anda ingin sembuh dan tidak ingin melihat wajah saya karena anda muak melihat saya, maka cepat lah minum obat ini agar Anda bisa cepat keluar dari rumah sakit ini!"
"Pasien saya bukan Anda saja Nyonya! Jadi... Segera minum obatnya!" tegas Bella pada wanita tua yang kini terkejut melihat Bella yang betul-betu tau apa isi di pikirannya saat ini.
__ADS_1
Wanita tua itu menatap Bella masih dengan wajah angkuhnya. Masih ingin bertahan. Ingin menguji kesabaran ku ternyata, heh?
Bella tersenyum miring pada wanita tau itu. "Baiklah, saya akan menghubungi tuan Daud untuk menyampaikan kepada nya kalau anda membuat ulah di rumah sakit ini. Dan beliau pun akan datang kerumah sakit ini dan membawa anda pualng untuk dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa atau penjara karena kasus yang anda buat!"
Dddduuuaaaarrrrrrr...
Wanita tua itu terkesiap mendengar ucapan Bella. Ia menatap terkejut pada Bella. Bella tersenyum sinis.
Senyum yang mengartikan, jika wanita tua itu tidak boleh main-main dengan nya. Karena ia punya kartu as di tangannya tentang wanita tua itu.
Secepat kilat wanita tua itu merampas obat dari tangan Bella dan segera meminumnya.
Setelahnya, ia kembali berbaring di ranjangnya dan memunggugi Bella yang kini menggelengkan kepalanya melihat tingksh wanita tua itu.
Ia pun keluar dari ruangan itu. Ia berpapasan dengan seorang dokter paruh baya disana. "Terimaksih, Dokter Bella." Ucapnya sedikit menggoda Bella dengan menyebutkan Dokter di belakang namanya.
__ADS_1
Bella tersenyum, "Sama-sama Direktur. Sudah menjadi tugas saya untuk membuat istri Anda meminum obatnya. Saya permisi." ucap Bella dengan menundukkan sedikit tanda hormat kemudian segera berlalu meninggalkan pria paruh baya yang menatapnya dengan tatapan kagum itu.
"Kamu sangat mirip dengan seseorag di rumah sakit saya di Jakarta Dokter Bella. Cara berbicara dan tatapan dingin kamu ini sama persis sepertinya. Apakah kalian bersaudara Dokter Bella? Saya harus mengajukan beasiswa untuk spesialis anda nanti. Tunggu saja, dokter Bella." Gumamanya dengan segera berlalu meninggalkan wanita tua yang merupakan istri keduanya itu.
Sedangkan Bella saat ini kembali bertugas untuk mengecek pasiennya. Terutama anak-anak. Entah kenaap ia sangat ingin dekat dengan anak-anak itu.
Melihat anak-anak itu, ia merasa senang dan bahagia. Sama seperti saat ia melihat semua keponakannya.
Anak dari kakak-kakak dan juga Abang sulungnya yang kini sudah tidak bertugas lagi lantaran sudah tua.
Hari ini seluruh dokter serta perawat ruamh sakit sangat bersykur karena Bella bisa menangani waniat tua yang sangat angkuh yang ternyata istri kedua dari direktur mereka dirumah sakit itu.
Ucapan serta bisik-bisikkan tentang Bella yang membuat istri pemilik rumah sakit itu diam dan tidak berkutik menjadi buah bibir di dalam rumah sakit di tempat Bella koas saat ini.
Bella tidak peduli dengan bisik-bisik itu. Seseorang nan jauh disana terus saja menyebutkan namanya.
__ADS_1
Ia sedang terlelap sebentar diruangannya karena begitu lelah karena harus memetiksa seluruh pasiennya yang merupakan ibu hamil semua.