Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Menikah lagi?


__ADS_3

Othor udah ingat kan ya. Kalau kalian nggak suka nggak usah dibaca!


Happy reading...


Satu bulan sudah berlalu.


Kini hubungan Bella dan Kenan semakin renggang. Semua itu akibat ulah Katrina yang selalu melarang Kenan untuk pulang.


Bella tetap pasrah. Semua ini sudah menjadi keputusannya dan Kenan. Hanya saja Bella merasa ada keanehan pada Kenan yang kini sering kali berwajah datar dan dingin padanya.


Bella bisa merasaksn ada sesuatu yang terjadi dengan Kenan bersama Katrina, maka dari itu ia bersikap seperti itu.


Pagi ini contohnya, Kenan tidak sarapan sama sekali. Bahkan menegur pun tidak. Entah apa salahnya, Bella pun tidak tahu.


Tetapi Bella bisa melihat wajah kalut dan putus asa Kenan yang begitu terlihat di mata Bella walau Kenan tidak mengatakannya.


Pagi ini ia tidak kerumah sakit, nanti siang baru kesana.


"Hah. Ada apa sama kamu Bang Kenan? Kenapa pancaran matamu begitu terlihat putus asa dan juga begitu sedih? Kenapa kamu tidak mau berbicara denganku? Apakah aku ada salah padamu? Setidaknya jawablah satu kata saja. Iya, misal? Ini nggak. Huh! Semua ini pasti karena si Katrok itu yang sudah menekan suamiku sampai seperti itu. Lebih baik aku mencari petunjuknya. Jika Bang Kenan tidak berbicara pasti ada sesuatu yang tidak bisa ia ungkapkan padaku. Ayo, kita harus mencari petujuk dimulai dari kamar kita sendiri! Jika aku sampai menemukan buktinya, jangan salah kan aku yang akan bertindak lebih dulu!" gumam Bella sembari melangkah masuk ke kamarnya.


Tiba disana ia langsung saja mencari petunjuk barangkali ada yang sengaja Kenan tinggalkan. Ia mulai mencari dari lemari baju dulu.

__ADS_1


Bella membuka setiap lipatan baju didalam lemari itu, tetap juga tidak ada. Puas disana, ia mencari di laci di nakas dekat ranjang mereka.


Semua laci ia buka dan ia ia bongkar satu persatu isinya. Tetap saja. Ia tidak menemukannya.


Bella hampir saja putus asa. Ia terduduk di kaki ranjang. Bella menangis. "Hiks.. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku lakukan agar bisa membantu mu Bang? Tak ada bukti apapun di kamar kita yang kamu tinggalkan disini? Bagaimana caranya aku bisa menolongmu?? Ya Allah.. Bantu aku..." bisik Bella dalam hati semakin tersedu.


Cukup lama ia menangisi semua itu. Dirasa cukup Bella ingin keluar dan membersihkan rumah sebelum dirinya menuju kerumah sakit sebentar lagi.


Ia ingin bangun tetapi tanpa sengaja ia menyenggol sesuatu di kaki ranjang mereka. Bella terkejut.


Ia memiringkan tubuhnya untuk melihat benda apa yang baru saja ia sentuh tadi. Bella menarik kotak kayu berukuran kecil itu dan mulai membukanya.


Deg!


Bella tersedu.


Ia memegang benda itu dengan kuat bahkan hingga hancur tak berbentuk.


"Hiks.. Inikah tujuanmu Bang Kenan? Baik, jika ini yang menjadi tujuanmu! Jangan salahkan aku jika aku akan meninggalkan mu selamanya. Selamat atas hidup baru mu Bang Kenan! Kamu akan melihat, jika inilah hari terakhirku dirumah ini. Walaupaun aku kembali, aku hanya akan mengambil bajuku saja! Baik. Akan ku tunjukkan padamu, siapa aku sebenarnya!" ucapnya dengan senyum menyeringai yang begitu menyeramkan.


Sementara seseorang dirumah sakit sana tertawa puas saat melihat Bella menangis meraung karena mengetahui fakta tentang Kenan yang akan menikah lagi.

__ADS_1


"Terimakasih honey.. Aku akan segera menghubungi papi dan mengabarkan hal ini padanya. Saat ini papi sudah tiba di Jakarta! Hem.. Tak sabar aku menikah denganmu, honey..." ucapnya memeluk tubuh hangat yang selalu Bella peluk dikala malam harinya tetapi sekarang tidak lagi.


Karena sudah ada pengganti lain. Ia memejamkan kedua matanya berharap ada jalan keluar dari masalah ini.


"Ya allah.. Bantu aku... Bella.. Aku butuh Bella saat ini. Ini sangat menyiksaku. Aku butuh Bella.."' lirihnya dalam hati merasakan sesak yang tiada tara.


Sementara Bella segera bersiap ingin kerumah sakit. Karena ada tugas sedikit yang harus ia selesaikan.


Bela membawa motornya dengan sedikit melamun. Melamun memikirkan Kenan yang akan segera menikah dengan Katrina besok pagi.


Ia melajukan motornya dengan sedikit kencang tanpa sadar jika ada mobil yang sedang berbelok dari arah kanan hingga...


Braaakkkk..


"Allahu Akbar! Bang Kenan!!!!!"


Deg!


Deg!


Pyaaarrrr....

__ADS_1


"Honey!!!"


__ADS_2