
Sementara Bella yang saat ini sedang berada dirumah sakit milik Dimas, kini belum juga bisa pulang kerumahnya karena pasiennya itu lumayan banyak.
Tadi siang saat ingin mengantar makan siang untuk Kenan, ia dipanggil oleh dokter senior dan menyuruhnya untuk kerumah sakit yang lain yang ada di daerah Jakarta selatan.
Saat ini disana sedang mengalami kecelakaan beruntun sedang tenaga medis disana kurang. Ia dan beberapa tim dokter lain segera kesana tanpa mengabari Kenan lebih dulu karena ponselnya kehabisan daya.
Ponsel Bella kehabisan daya akibat tadi malam lupa mengecasnya. Ia dan tim dokter lain segera melaju kesana bahkan belum sempat makan siang.
Dan makan siang untuk Kenan pun Bella titipkan pada suster Kenan. Entah diberikan atau tidak, yang penting Bella sudah memberikannya pada mereka.
Katrina yang melihat Bella dari jauh tertawa dalam hati. Ternyata rencananya sukses saat tadi ia mendengar jika dirumah sakit milik Dimas yang lain sedang kekurangan tenaga medis.
Ia dengan sengaja mengajukan nama Bella untuk memuluskan rencananya itu. Dan ya. Rencananya itu berhasil juga.
__ADS_1
Katrina tersenyum smirk. "Jangan panggil namaku Katrina jika tidak berhasil menyingkirkan mu dari hidup Kenan. Langkah awal selesai. Sekarang langkah berikutnya." Gumamnya dengan segera berlalu masuk keruang prakteknya.
Akhirnya Bella pergi dari rumah sakit itu tanpa pamit lebih dulu pada Kenan. "Ya Allah.. Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Bang Kenan. Entah kenapa firasatku tidak enak seperti ini?? Ada apa ya?" lirihnya dengan tangan mengusap wajahnya dengan kasar.
Bayangan Kenan terus menari di pelupuk matanya hingga rasanya Bella ingin segera pulang kerumah mereka saat ini.
Tetapi itu tidak bisa. Saat ini ia sedang istirahat sebentar sebelum melanjutkannya lagi. Bisa di tebak oleh Bella. Ia akan pulang larut malam ini.
Semoga Kenan tidak marah pikirnya.
Sesudahnya ia pura-pura sibuk meminum botol minuman yang bukan milik siapapun itu di saat Katrina masuk keruangannya. Kenan sudah menukarnya tadi dengan botol yang sama persis yang ada di dalam ruangannya.
Katrina tersenyum saat melihat Kenan menenggak minuman itu hingga habis separuhnya.
__ADS_1
"Yes! Rencanaku berhsil! Tunggu sebentar lagi. Kamu akan menjadi milikku seutuhnya Ken!" Batin Katrina tersenyum senang.
"Nggak akan pernah terjadi! Kita lihat, siapa yang akan terjebak dengan permainan ini!" Kenan menyeringai di dalam hati.
"Terimakasih Kat. Mari makan. Aku sudah sangat lapar!"
"Tentu, aku pun lapar juga. Hem.. Kuenya enak banget ya? Pantas saja kamu selalu memesan kue ini dikantin! Eh? Istri kamu kemana? Kok nggak kelihatan ya satu hari ini?" tanya Katrina pura-pura sok baik
Kenan pura-pura sedih, "Entahlah Kat. Tidak pernah sekalipun ia seperti ini selama kami menikah. Entah apa yang terjadi padanya saat ini sampai-sampai ia melupakan ku suaminya.." lirihnya pura-pura sedih.
Katrina tertawa jahat di dalam hati. Ini kesempatan bagus untuknya, pikirnya. "Mungkin saat ini ia sedang sibuk dengan pria lain. Atau mungkin sudah pulang kerumah lebih dulu? Bisa jadikan?" tuduhnya
Kenan mengepalkan tangannya. Ia sangat geram mendengarKatrina mejelekkan istrinya. " Jika bukan karena ingin menjebakmu, maka sudah ku robek mulut jelekmu itu!" Ketus Kenan di dalam hati.
__ADS_1
Bibir itu tersenyum paksa pada Katrina. Yang membuat gadis itu semakin bersemangat untuk menjalankan aksinya.
Kenan tersenyum jahat dalam hati saat melihat miniuman itu berpindah ke tubuh Katrina. "Kita lihat, sampai mana kamu bertahan dengan obat haram mu itu! Nikmati jebakanmu sendiri!" Batin Kenan terus tertawa melihat Katrina menenggak minuman itu hingga habis.