Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Misi lagi


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak kejadian dimana Kenan menyentak Katrina, sampai hari ini. Katrina tidak pernah lagi bertemu dengannya.


Begitu pun dengan Bella.


Malam ini rencananya Bella akan melakukan misinya. Misi rahasia nya akan segera ia lakukan. Sikap dingin datarnya masih berlaku di hadapan Kenan.


Bahkan satu minggu ini tidak ada interaksi sama sekali diantara keduanya. Mereka bicara seadanya saja.


Bella begitu menjaga jarak dengannya. Kenan hanaya bisa pasraha saat melihat Bella yang sengaja menjauhinya.


Padahal bella sanagt tersiksa karena tidak bisa seperti biasanya bersama Kenan. Ada yang kurang saat kenan tidak berbicara padanya. Tetapi inilah keinginan nya.


Contohnya malam ini.


Kenan pulang terlambat karena baru saja menguru salah satu pasiennay ayang akan melahirkan. Ia pulang tepat pukul dua belas malam.


Bella yang tau, dengan segera menyiapkan air hangat serta baju ganti Kenan di kamar atas. Tanpa sepatah katapun Kenan langsung menuju ke kamar mandi, karena tubuhnya begitu lelah bekerja seharian ini.


Bella memakluminya. Ia sudah bertekad, malam ini ia akan menjalankan aksinya nanti pada sat pukul tiga pagi.


Karena di jam seperti itu, Bella sering bangun untuk melaksanakan sholat malam. Entah dengan Kenan.


Ia bisa melihatnya jika suaminya itu begitu kelelahan saat ini.

__ADS_1


Selesai mandi, Kenan langsung memakai baju yang sudah Bella sediakan. Kemudian ia langsung tidur tanpa melihat lagi pada Bella.


Bella tersenyum tipis melihat Kenan. Ia pun segera berlalu meninggalkan Kenan yang kini terlelap karena kelelahan.


Bella memberikan waktu istirahat untuk kenan sebelum ia menjalankan aksinya.


Pukul tiga pagi.


Bella yang baru saja selesai sholat tahajud segera masuk ke kaar Kenan. Ruang kamar yang begitu temaram karena Bella tadi sempat menggantinya dengan lampu tidur.


Bella menaiku ranjang dan segera bergabung dengan Kenan.


Sementara Kenan merasakan sesutu yang menjalar di tubuhnya hanya menggeliat kecil saja.


Bella terkekeh kecil. Ia semakin semangat untuk memancing reaksi di tubuh Kenan.


"Ughh.. Bella..." lirihnya saat merasakan sesuatu yang lembut dan lembat itu menyapu seluruh tubuhnya.


"Iya Bang. Aku disini. Malam ini aku datang untuk memuaskan mu. Cup." katanya sambil memagut lembut putik ranum milik sang suami.


Kenan melenguh lagi. Bella semakin gencar saja. walau masih amatir, tetapi Kenan ikut membantunya.


Semakin lama semakin panas. jika tadi Bella yang menguasai, kini Kenan yang mengusai permainan.

__ADS_1


Ia lebih unggul daripada Bella. Kenan yang merasakn itu seperti mimpi tidak ingin sekalipun membuka matanya. Ia masih ingin menikmati setiap inci dari tubuh yang selalu membuatnya candu itu.


"Walau hanya dalam mimpi, abang tidak ingin cepat selesai sayang. Jika Abang membuka mata ini maka semuanya pasti akan hilang. Biarlah seperti ini saja." lirihnya masih dengan mengecup tubuh polos milik Bella.


Uh..


Lenguhan suara sahut menyahut itu terus terdengar di kamar itu. Kenan tidak ingin berhenti sama sekali sementara Bella sudah tidak tahan lagi selalu dipermainkan seperti itu oleh Kenan.


Ia pun ikut merasakan bahwa senjata tempur milik Kenan kini sudah mengacung sempurna. Bella tersenyum dalam setiap perasaan yang terus menggelitik tubuh dan perasaan nya.


Hingga pada menit terakhir sebelum adzan subuh, Kenan bar bisa menuntaskan hasratnya itu.


Bella tertawa senang. Begitupun dengan Kenan. Keduanay tertawa bersama.


"Tidurlah walau sebentar. Menag udah masuk waktu subuh sih. Ih, abang jago euuy!" celutuk Bella membuat Kenan tertawa.


"Semua itu karena mu sayang. Terimakasih.."


"Sama-sama suami ku.. Apapun akan ku lakukan untukmu. Aku pamit ya Bang Ke. Cup. Sampai bertemu diruang kerja mu lagi, Bang Ke..."


Kenan tertawa lagi. "Tentu sayang. Abang akan menunggumu di jam biasa. Awas! Tiap hari loh ya?"


Bella terkekeh, "Tentu!" sahutnya kemudian segera beranjak turun dari ranjang Kenan dan keluar dari kamar itu dengan sangat pelan.

__ADS_1


Sedangkan Kenan masih tersenyum-senyum sendiri saat mengingat pergumulannya yang menurtnay di mimpi tetapi begitu terasa nyata di dirinya malam ini.


__ADS_2