
Setelah kepergian Bella, Kenan membuka matanya. Ia duduk menyender di kepala ranjang. Kenan masih teringat dengan mimpi tadi yang begitu membuatnya ketagihan.
Mimpi basah untuk kesekian kalinya. Ia jadi tersenyu-senyum sendiri saat mendengar jika Bella yang di dalam mimpinya itubegitu menikmati permainan yang baru pertama kali ia lakukan seumur hidupnya.
Sejak kuliah dulu, Kenan tidak pernah sepert ini dengan gadis yang selalu ia kencani.
Mengingat masa-masa itu, Kenan begitu malu. Bukan sedikit gadis yang ia kencani dalam waktu sebulan.
Jika hanya satu itu hal biasa. Tetapi dalam sebulan Kenan bisa mengencani gadis yang berbeda sebanyak emat puluh orang.
Angka yang benar-benar fantastis untuk seorang playboy seperti Kenan.
"Andai kalian tau. Apa tujuanku melakukan hal yang dilarang, maka kalian pasti tidak akan marah kepadaku. Aku memiliki tujuan menjadi seorang playboy. Bukan untuk mengambil kesucian mereka. Melainkan untuk kesembuhan diriku yang tidak ada perubahannya sama sekali. Banyak gadis yang ku cumbui tetapi tidak ada yang berhasil ntuk membangkitkan sesuatu yang sudah lama tidur itu bangkit kembali,"
__ADS_1
"Kalian tidak tau apapun tentangku. Yang kalian tau, hanya seorang Kenan Putra Ar Reza sangatlah nakal dan sangat suka bermain perempuan. Tetapi sebenarnya tidak sepert itu."
"Aku sengaja melakukan dosa ini karena ingin menyembuhkan penyakitku. Dokter yang menanganiku saja menyuruhku seperti yang baru saja aku lakukan walau hanya dalam mimpi. Tapi bagaiman aku melakukan hal itu sementara aku belum memiliki istri? Maka tercetuslah ide gila ini."
"Asal kalian tau saja. Aku tertekan dan dan sangat tersiksa karena kelakuan ku ini. Tapi apa yang harus aku lakukan? Jika hanya dengan cara itu saja aku bisa sembuh?"
"Ingin aku menikah, tetapi tidak punya calonnya. Bukankah menikah itu sekali seumur hidup? Aku tidak mungkin salah memilih pasangan. Maka dari itu, aku sengaja mengencani banyak wanita. Mana tau salah satu dari mereka bisa menjadi istriku. Ternyata tidak! Semua gadis yang ku dekati tidak ada yan bisa membangkitkan gai rah ku seperti yang Bella lakukan baru saja,"
"Gadis kecilku itu memanglah ia yang aku ingin kan sedari dulu. Tetapi semua terhenti saat kecelakaan itu terjadi. Saat aku ingin ke rumahnya bersama Kezia. Tak sengaja kami kecelakaan. Dan semenjak itulah aku tidak ingin menemuinya. Aku malu memiliki fisik yang tidak sempurna."
"Tetapi aku bersyukur saat ini. Karena kejadian itu, kami akhirnya di pertemukan lagi setelah sekian lama. Aku tidak menyangka, jika gadis yang ku minta untuk menjadi istri sandiwara ku ternyata gadis kecilku. Gataci!" Kenan tekekeh saat mengingat masa lalu mereka berdua.
"Terimakasih sayang. Karena kamu sudah hadir di hidup Abang yang tidak sempurna ini. Abang akan jujur padamu hari ini di rumah sakit. Karena hari ini Abang ada pemeriksaan lagi dengan dokter spesialis penyakit ini. Tunggu abang, Bella. Abang akan mengatakan yang semuanya kepadamu nanti saat dirumah sakit!" Ucapnya bermonolog pada diri sendiri.
__ADS_1
Ia pun bangkit dan mulai membersihkan dirinya sebelum melkaukan ibadah sholat subuh.
Sedangkan Bella dibawah sana, ia sudah selesai. Dan saat ini ia sedang memasak sarapan pagi untuk mereka berdua.
Bella kembali menjadi sosok yang dingin jika sudah kembali ke alam nyata.
Ia kembali membuat jarak diantara keduanya. Padahal tidak. Bahkan mereka sudah sangat dekat saat ini.
Saking dekatnya Bella sudah menghafal semua kebiasan sang suami saat ia memancing reaksi pada tubuh Kenan.
Demi misi rahasia nya ini, ia rela berpura-pura dihadapan Kenan seolah tidak tau apapun. Padahal yang sebenarnya, ialah pelakunya.
Memikirkan hal tadi malam, membuat wajah itu bersemu merah. Panas sekali rasanya. Ingin ia merendam wajahnya itu yang terasa panas saat ini.
__ADS_1
Bella malu.