Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Kembali seperti semula


__ADS_3

Pagi harinya.


Kenan dan Bella sedang berkumpul dengan seluruh keluarga besarnya. Ada Syakir, Arta, Bang Lana, Kak Ira, dan Annisa yang kini sedang duduk bersama sang suami tuanya. Mereka sesekali tersenyum bahkan kadang terkekeh kala melihat tingkah lucu putra bungsu mereka.


Kenan berdecak melihat itu. Bella pun demikian. Ia terus menatap kemana mata Kenan tertuju. Bella berpikir, apakah wanita yang Kenan sukai itu adalah Kakak tersayangnya? Annisa ? Bella tersenyum saat menyadari kemana arah mata dan melihat wajahnya yang kesal karena melihat pemandangan di hadapan matanya, Annisa dan Tama sedang tertawa bersama karena tingkah si kecil.


Bella menggelengkan kepalanya. "Pantas saja nggak bisa move on? Lah wong, Kak Annisa orang nya!"


Deg!


Kenan terkejut mendengar gumaman Bella, "Maksudmu apa dek?" tanya Kenan dengan suara lirih sambil melirik Bella yang kini sedang menuangkan teh hangat ke gelas yang ia sediakan untuk Kenan minum.


Bella melirik Kenan sekilas dan tersenyum tipis. "Orang yang kamu sukai dan kamu cintai tidak akan berpaling padamu. Secara mereka itu sudah terikat sedari Kak Annisa di dalam kandungan Mak Alisa!"


Deg!


"Apa?!" tanya Kenan sedikit terkejut tetapi hanya mereka berdua yang mendengarnya.


Karena seluruh keluarga yang lain pun saat ini sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk suami masing-masing termasuk Bella.


Bella menatap Kenan dengan dalam. "Jauh sebelum kamu menyukai Kak Annisa, kakak ku itu sudah menyukai Bang Tama lebih dulu saat ia berusia sepuluh tahun. Kakak ku itu mencintai suaminya sedari ia kecil. Apakah kamu juga demikian Bang Kenan? Jika ia kamu terlambat! Karena sedari mereka di dalam kandungan mereka sudah terikat takdir! Dan takdir itu, bang Tama! Suaminya saat ini. Jadi.. Lupakan rasa cemburu mu itu untuknya dan juga suaminya. Nggak ada gunanya kamu hidup di masa lalu. Kakak pernah mengatakannya padaku, kita tidak boleh terpaku di masa lalu. Kita harus bangkit dan maju. Memang iya, sulit untuk melupakan cinta pertama kita. Tetapi bukankah cinta pertama seorang anak laki-laki merupakan ibu nya? Demikian juga dengan perempuan.. Cinta pertama seorang anak gadis itu ialah ayahnya sendiri. Sedang yang menjadi cinta terakhir kita merupakan suami kita kelak. Sudah, kamu makan


dulu. Setelahnya kita harus berangkat. Hari ini aku masuk jam sebelas siang, Sedang saat ini saja sudah pukul tujuh lebih dua puluh lima menit!" Jelas Bella panjang lebar hingga membuat Kenan menatapnya tidak berkedip.


Sementara yang di tatap terus saja menyendok nasi goreng dan meletakkan nya di dalam piring dan di suguhkan di hadapan Kenan.

__ADS_1


Kenan terus menatap Bella hingga seluruh keluarag berdehem menggoda Kenan. Sedang yang di goda tidak berpaling sedikitpun dari wajah ayu sang istri yang kini sedang menyuapi makanan ke mulutnya.


Sadar jika dirinya terus di tatap, Bella berinisiatif menyuapkan nasi goreng di piringnya dan membuat seluruh keluarga bersorak ria menggoda pengantin baru itu.


Kenan tersentak saat merasakan ujung sendok makan yang berisi nasi goreng itu ke bibirnya. Bella tersenyum, ia melirik makanan yang ia supi kemudian tersenyum manis menatap Kenan.


Kenan yang sudah sadar dan paham langsung saja ia makan dari sendok yang sama bekas Bella makan. Mereka makan dengan saling menyuapi. Hingga makanan di piring Bella habis tidak bersisa.


Bella menyodorkan teh hangat pada Kenan, dan ia mennerimanya tetapi setelah ia sadar, Kenan terbatuk-batuk hingga seluruh keluarga tertawa melihatnya.


Bella terkekeh kecil melihat Kenan terbatuk-batuk seperti itu. "Cie, cie.. Saling suapan euuyy! Uhuyy!!!" celutuk salah satu sepupu Bella


Kenan terbatuk-batuk lagi, Bella dengan segera mengelus lembut punggung tegap nan hangat milik Kenan.


Mereka tertawa bersama saat melihat ke romatisan sepasang pengantin baru itu.


Kini Bella dan Kenan sedang dalam perjalanan menuju ke tempat kosan Bella yang berada dekat di bandara kuala Namu.


Cukup dua jam kurang lima belas menit saja mereka kini sudah tiba di tempat kosan Bella. Kenan membantu Bella untuk menurunkan pakaian dan juga barang-barang lainnya yang Bella tambah lagi tadi malam.


Setelahnya, Kenan pun pamit pada Bella. "Abang pamit. Jaga diri dan kesehatan. Jika ada sesuatu yang kamu tidak tau tentang pelajaran mu saat koas, hubungi Abang. Nomor Abang udah Abang simpan di ponsel mu." Katanya sembari mengembalikan ponsel Bella ke tangan Bella.


Bella tertegun lagi. Ia menatap Kenan dengan dalam. "Jangan melihat Abang seperti itu. Abang membuka kunci ponsel mu hanya dengan menebak saja." Ucapnya tidak berbohong.


Benar, jika Kenan hanya menebak saja kode sandi di ponsel Bella. Cukup sekali dan langsung terbuka.

__ADS_1


Bella menatapnya dengan tatapan sulit diartikan membuat Kenan terkekeh dan mengusap lembut Pipi Bella. Ia memajukan wajahnya di ke wajah Bella dan mengecup lembut kening Bella membuat sang empu terkejut dan memundurkan tubuhnya dua langkah ke belakang.


Kenan terkekeh lagi. "Abang pergi, jaga diri dan kesehatan. Kita bertemu setelah tiga bulan lagi. Saat Abang menjemputmu. Abang pergi Bella.. Assalalamua'laikum.." ucap Kenan dengan segera berlalu meninggalkan Bella yang terpaku karena ulah Kenan baru saja.


Kecupan kedua setelah mereka sah menjadi suami istri. Kecupan pertama saat mereka menikah kemarin, dan hari ini terulang lagi. Membuat jantung Bella bedegup tidak karuan.


Rasanya ingin melompat keluar.


Deg, deg, deg...


Tin, Tin!


"Astaghfirullah!" pekik Bella karena terkejut.


Kenan yang sedang mengemudikan mobilnya pun tersenyum melihat tingkah Bella. "Abang akan sangat merindukan kamu nantinya Dek. Semoga kamu juga demikian ya?" gumamnya masih dengan memandangi Bella yang kini juga sedang menatap kepergiannya.


Kenan tersenyum, kemudian ia membawa mobil milik Zidan itu menuju ke bandara. Disana sudah menunggu salah satu orang Zidan untuk membawa pulang mobil itu ke rumah Mereka.


Kini tinggallah Bella yang termangu seorang diri dengan mata berkaca-kaca. Entah kenapa, kepergian Kenan membuatnya merasa kehilangan.


Aku tak tau apa yang terjadi dengan diriku. Tetapi.. Satu hal yang aku tau, bahwa kehadiran mu selama beberapa hari ini sudah mengusik hatiku yang dulunya beku dan tidak peduli dengan makhluk berjenis kelamin lelaki. Kini aku menyadarinya. Maaf.. Saat kepergian mu pun aku memberikan wajah datar dan diam ku. Aku bingung. Tidak tau harus berbuat apa tentang ini. Sungguh, semua ini begitu mengejutkan ku.


Baru sekali bertemu sudah mengajakku untuk menikah. Pernikahan yang dilandaskan dengan sandiwara. Sandiwara Cinta yang sengaja kau buat untuk menutupi kesalahanmu. Tetapi diriku? Bagaimana jika suatu saat aku malah mencintaimu? Akankah pernikahan ini akan terus berjalan seperti pernikahan saudaraku yang lainnya?


Ataukah kita akan berpisah suatu saat nanti? Entahalah. Aku pun tak tau. Yang jelas untuk saat ini, aku akan mengikuti arus air. Kemana pun ia membawaku, maka aku akan mengikutinya. Aku akan berhenti diamana tempat terakhirku berlabuh nantinya.

__ADS_1


Apakah itu dengan mu ataupun bukan, aku pasrahkan semuanya pada takdir. Karena keputusan takdir tidak bisa di ganggu gugat lagi. Aku akan menunggu mu tiga bulan lagi Bang Kenan...


Mirabella Syahputra.


__ADS_2