
Kenan masih menatap dalam pada Bella. Mencari kebenaran yang selama ini begitu mengganjal dihatinya.
Bella yang ditatap seperti itu membuatnya malu. Ia menoleh ke arah lain. Kenan memegangi kedua tangannya.
''Maksud kamu apa sayang? Kapan kamu melakukannya sama Abang. Apakah ada sesuatu yang kamu tau? Katakan sama Abang. Seingat Abang ya, selama ini kita tidak pernah- Hah?"
Mulut Kenan menganga dengan mata membulat sempurna saat mengingat jika Bella lah pelakunya selama dua minggu ini.
Bella juga yang memberikan nya bekal untuk makan siang selama dua minggu ini.
Bukan Kenan tidak tau. Tetapi belum mempercayai nya. Ia ingin bertanya secara langsung kepada Bella.
Kenan tidak mungkin salah orang. Ia sangat mengenal masakan Bella. Dan juga segala sesuatu di tubuh Bella ia sangat tau.
__ADS_1
Bella istrinya.
Dan fakta yang lebih mengejutkan lagi kalau Bella lah selama ini yang menjadi terapis alaminya.
Kenan masih menganga menatap Bella yang kini salah tingkah di hadapannya. "Jawab yang jujur sayang, apakah itu kamu? Abang tidak mungkin salah dalam menerka. Jawab sayang." Imbuhnya pada Bella yang kini semakin salah tingkah saja padanya.
Bella membuang muka ke arah lain, tetapi Kenan menangkup kedua pipi halus itu untuk melihat padanya.
"Sayang.. Jawab. Kamu tidak ingin jujur sama Abang? Abang udah tau jika itu kamu sejak kemarin. Tetapi Abang ingin bertanya dan mendengar langsung dari mulutmu. Abang ingin dengar kejujuranmu. Sejak kapan kamu tau Abang sakit seperti itu?" tanya Kenan lagi pada Bella yang kini menatapnya dengan tersenyum.
"Baik, Abang berjanji tidak akan marah dengan jawabanmu!"
Bella tertawa sampai mendongak. Kenan tersenyum melihat Bella. "Duduk sini, ngapain duduk di bawah." Katanya pada Kenan
__ADS_1
Dan Kenan pun menurut.
Mereka berdua duduk di ranjang dengan saling berhadapan. Jangan lupakan kalau Bella belum menggenakan baju.
Masih sebatas handuk membelit tubuh mulusnya. Kenan menggapai handuk miliknya yang ada di kepala ranjang dan mulai mengelap rambut panjang Bella.
Bella tersipu. "Baik, akan adek jelaskan. Ehm. Waktu itu, Adek tanpa sengaja mendengarnya. Abang bergumam lirih seorang diri diruangan praktek saat Adek ingin mengantarkan makan siang Abang. Nggak sengaja aja Adek dengar kalau Abang punya masalah seperti itu. Adek menebak, jika inilah rahasia yang selama ini Abang sembunyikan dari semua orang," jelas Bella membuat Kenan menatap dalam pada manik mata hitam milik Bella.
Kenan seakan lemah dengan tatapan lembut sang istri padanya. Bella memegangi wajah Kenan, "Kenapa Abang nggak jujur aja waktu itu? Kenapa Abang memilih diam dibandingkan berbicara?" tanya Bella pada Kenan yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Abang takut kamu kecewa. Dan kamu akan pergi meninggalkan Abang sama seperti gadis lainnya saat Abang berusaha jujur.." lirih Kenan dengan menitikkan air matanya.
Bella menghela nafasnya. "Adek nggak gitu Abang. Adek itu seorang dokter dan juga seorang istri. Mana mungkin gara-gara hal kecil seperti itu Adek marah dan pergi meninggalkan Abang? Adek nggak gitu!"
__ADS_1
Kenan menggeleng, "Buktinya, kemarin aja kamu sampai pindah kamar dan ingin mencari rumah lain gegara Abang tinggal di warung nasi goreng itu. Abang tahu, Abang salah kemarin malam itu. Tetapi sungguh sayang. Abang beneran lupa! Maaf.. maka dari itu Abang tidak ingin mengatakan hal ini padamu. Takutnya, saat kamu tahu tentang penyakit Abang. Kamu malah memilih pergi! Itu yang Abang nggak mau. Abang nggak mau kehilangan kamu sayang. Nggak mau. Cukup dulu aja. Nggak lagi sekarang.." lirihnya dengan segera memeluk erat tubuh Bella.
"Adek nggak akan ninggalin Abang gitu aja. Abang itu segalanya buatku. Kamulah selama ini orang yang kucari. Sebenarnya saat pertama kali bertemu dengan mu, Adek udah tau jika pemuda tampan yang pernah menolongku dulu adalah kamu, Bang Ke. Aku sangat merindukanmu. Sangat menyayangimu. Jauh di lubuk hatiku, hati ini sudah terpaut nama mu sedari kita kecil dulu. Aku mencintaimu Bang Ke.. Nan.. Sangat mencintaimu.." ucap Bella yang membuat tubuh Kenan mematung karena mendengar pengakuan Bella baru saja.