
"Bahkan ketika mencium bau tubuhmu saja milik Abang menggeliat, Dek. Andai kamu menjadi terapis untuk kesembuhan Abang.. Tetapi, apakah kamu akan pergi meninggalkan Abang jika suatu saat kamu mengetahui rahasia yang selama ini Abang simpan dan hanya dokter Katrina yang tau penyakit ini. Andai kamu mau Dek.." lirihnya dengan buliran bening mengalir di sudut matanya.
Bella yang berdiri dihadapannya kini mematung melihat perubahan yang ada pada diri Bella. Ada rasa tercubit di hatinya saat melihat sang suami yang sudah sepenuhnya merajai hatinya itu, kini sedang mengalami masa-masa sulit untuk rumah tangga dan juga penyakitnya itu.
Bella bingung. Tidak tau harus berbuat apa. Ingin menolong Kenan tetapi dia sendiri yang menolaknya.
Hartinya sedikit terusik kala mendengar ucapan Kenan baru saja.
Ya, Bella mendengar semuanya tanpa terkecuali. Dan yang baru Bella pahami tentang rahasia Kenan itu sesuatu yang terjadi pada alat reproduksi nya itu.
Bella ingin membantunya. Tetapi ia sudah memegang teguh hatinya untuk menjauhi Kenan agar tidak merasakan sakit hati saat nanti Kenan meninggalkannya demi wanita lain.
Sekuat tenaga Bella menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak terdengar oleh Kenan yang kini sedang terpejam karena bau harum yang menguar dari tubuh Bella.
Bella dilema sekarang.
__ADS_1
Apa yang harus ia lakukan saat ini? Jika tidak membantu Kenan, maka dirinya merasa bersalah karena secara tidak langsung ia baru tau tentang rahasia Kenan yang sengaja suaminya itu sembunyikan dari semua orang.
Jika ia membantu Kenan, maka dirinya tidak bisa berpegang teguh pada pendiriannya yang tadi pagi baru saja ia buat.
Berat, benar-benar berat.
Lama Bella mematung dihadapan Kenan. Tak disangka satu ide muncul di kepala nya. Ia tersenyum melihat wajah Kenan yang kini juga tersenyum melihatnya.
"Aku akan membantu mu Bang Kenan. Tetapi kamu tidak boleh tau jika itu adalah aku. Sebaikanya aku kunci dulu pintu ruangan ini. Agar tidak ada satupun yang tau apa yang akan kami perbuat nantinya. Ini akan menjadi misi rahasia ku untuk membantu mu Bang Kenan, suamiku. Seseorang telah lama merasuk ke dalam hatiku dan kini kembali lagi kepadaku. Allah mengabulkan doaku. Dan kali ini, Allah pasti akan mengabulkan doa mu. Aku yakin! Kita mulai Bang Kenan!" gumam nya dalam hati denagn bibir terus menyunggingkan senyum manis.
"Tutup matamu. Dan bayangkan jika saat ini aku ada bersama mu. Duduk dipangkuan mu sambil memeluk dirimu. Tetapi.. Tetap pejamkan matamu. Kamu hanya boleh membuka mata mu saat suara pintu ruanganmu terbuka dari luar, paham?"
Deg, deg, deg..
Jantung keduanya berdetak seirama.
__ADS_1
Nafas hangat Bella menggelitik telinga dan tubuh Kenan. Spontan saja Kenan tersenyum lebar. Ia mengangguk.
Terasa seperti nyata pikirnya.
"Bella.." lirihnya dengan berbisik juga.
"Ya, aku disini. Aku akan membantu mu untuk sembuh suamiku. Apapun akan ku lakukan untukmu. Tetapi.. pejamkan matamu jika ini ingin berlanjut. Kamu tau, jika ini hanya ilusi tetapi terasa nyata kan?"
Kenan mengangguk, Bella tersenyum manis padanya.
Cup!
Kenan terkejut. Sesuatu yang lembab menyentuh bibirnya. Ia meraba bibir itu dan tersenyum manis. Bahkan manis sekali masih dengan mata terpejam.
Membuat pipi Bella merona merah karena malu. Ia sudah berhasil menggoda Kenan saat ini walau hanya dari mata terpejam.
__ADS_1
"Aku merasa sudah seperti waniat penggoda saja! Eh? Tapi 'kan Bang Kenan ini suami ku? Nggak ada salah nya dong ya? Hihihi.. Mari kita mulai misi rahasia ini! Cup!"