
Mereka berdua tetap bekerja secara profesional. Ketika mereka berdua bertugas sebagai seorang dokter, keduanya mengenyampingkan dulu masalah pribadi.
Contohnya seperti saat ini. Kenna begitu fokus dan sibuk menerima setiap keluhan pasien nya. Kenan sudah terbiasa mendengar keluhan para istri dan suami tentang masa-masa kehamilan mereka.
Mengingat tentang hamil, Kenna sedikit tercubit hatinya.
Apa yang akan terjadi jika mereka berdua bersatu sementara Kenan belum sembuh. Baru dua kali mengalami pelepasan setelah mimpi basah saat ia berumur dua belas tahun dulu.
Dan itu pun terjadi karena Bella. Kenan mendadak sendu memikirkan penyakitnya ini. Sebenarnya dokter sudah mengatakan,
"Anda harus sering berada di dekat istri Anda. Selalu membuatnya nyaman dan selalu dekat dengan Anda. Jika ini terjadi, otomatis hormon kebahagiaan yang ada pada istri Anda pasti akan tersalurkan kepada anda. Dan reaksi itu akan muncul saat tubuh kalian berdua saling bersentuhan. Terapi alami dengan cara sentuhan fisik ini sangat berguna untuk penyembuhan Anda, dokter Kenan! Saya salut dengan istri Anda. Baru saja dua hari bertemu dengan Anda setelah menikah tetapi lihatlah perubahan yang terjadi pada tubuh Anda? Seakan dia tau, jika rumah untuknya berpulang sudah ada!" kelakar dokter spesialis penyembuhan penyakit Kenan itu.
Kenan terkekeh kecil kala mengingat hal ini. Tetapi kekehan itu surut seketika saat melihat perubahan yang terjadi pada Bella tadi pagi.
__ADS_1
"Hah. Abang harus apa Dek? Ingin melanjutkan hubungan ini serius denganmu. Tetapi penyakit Abang belum sepenuhnya sembuh. Apakah Abang harus mengatakan yang sejujurnya pada mu, Dek? Agar kamu bisa berpikir ulang untuk tidak pergi dan meninggalkan Abang?? Ya Allah.. Bantu untuk kami bersatu. Hamba tau, hamba salah karena telah membut pernikahan ini menjadi sandiwara untuk kami berdua,"
"Hamba hanya takut ya Allah. Jika Bella mengetahui penyakit ini, akankah Bella tidak pergi meninggalkan ku? Bantu hamba ya Robb.. Hamba ingin jujur dan terbuka padanya. Berikan kesempatan itu pada hamba. Hamba ingin memperbaiki kesalahan ini.." lirihnya dengan tangan ia tangkupkan di wajahnya.
Deg!
Bella mematung di depan pintu ruangan Kenan.
Ia ingin mengantar makan siang untuk sang suami karena tadi ia bertemu seorang perawat yang keluar tergesa karena akan membeli makan siang di kantin untuk Kenan.
Bella sangat merasa bersalah. Ia ingin menggantikan makanan itu. Suster itu pun menyetujuinya.
Bella menyuruhnya untuk ke kantin saja. Sedang dirinya yang akan memberikan bekal miliknya kepada pemilik makanan itu.
__ADS_1
Hal yang tak terduga oleh Bella ialah pemilik makanan yang tumpah itu ternyata milik suaminya. Ia tertegun di depan pintu ruangan Kenan praktek.
Bella terenyuh mendengar ucapan Kenan yang seirus ingin melanjutkan pernikahan itu dengannya.
Dan juga penyakitnya. "Penyakit apa?" gumam Bella sembari membuka pintu ruangan dokter Kenan spesialis kandungan.
Bella masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Kenan yang kini sedang menyender dengan mata terpejam.
Gurat wajah yang terlihat begitu sendu. Seperti ada bekas leleran air bening di sudut mata itu.
Bella bisa melihatnya. Bella mendekati Kenan dan berdiri di hadapannya.
Kenan tersenyum saat menyadari bau harum yang menguar dari tubuh Bella. Sesuatu yang tidur itu pun menggeliat kecil.
__ADS_1
"Bahkan ketika mencium bau tubuhmu saja milik Abang menggeliat, Dek. Andai kamu menjadi terapis untuk kesembuhan Abang.. Tetapi, apakah kamu akan pergi meninggalkan Abang jika suatu saat kamu mengetahui rahasia yang selama ini Abang simpan dan hanya dokter Katrina yang tau penyakit ini. Andai kamu mau Dek.." lirihnya dengan buliran bening mengalir di sudut matanya.