Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Dendam Katrina


__ADS_3

Katrina terdiam tidak bisa berkata apapun saat ini. Ingin berkilah lagi, tidak mungkin. Karena bukti yang Bella tunjukkan memang benar adanya.


Akhirnya masalah itu terselesaikan. Bella dan Kenan pulang dengan nafas lega. Keduanya tertawa bersama.


"Terimakasih sayang. Karena kamu sudah percaya sama Abang. Abang sangat menyayangi kamu, istriku."


"Sama-sama bang, apapun untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita pasti akan adek lakukan. Lagipun saat ini kita sudah memiliki anugerah yang tidak terhingga dengan kehadiraannya penerus Kenan dan Bella," ucapnya membuat Kenan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Bella.


Mereka berdua masih sama-sama polos. Karena mereka berdua baru saja melakukan penyatuan setelah pulang dari rumah Katrina tadi.


"Bang?"


"Hem? Apa? Kamu ingin sesuatu?" tanya Kenan mmebuka kedua matanya dan menatap Bella dengan dalam.

__ADS_1


"Nggak. Adek nggak ingin apapun. Apa nggak sebaiknya kita mengabarkan hal ini kepada keluarga kita? Resepsi kita belum juga di gelar loh.. Sedang adek udah isi duluan? Nanti dikira kalau adek buat hal buruk lagi sama Abang? Padahal kita kan nggak kayak gitu?"


Kenan menghela nafasnya. "Jangan pikirkan apa kata orang. Yang jelas keluarga besar kita tau jika kamu istri Abang. Abang sudah menikahimu secara sah hukum dan agama. Siapa yang berani mengatakn jika kamu wanita nggak baik? Akan Abang patahkan mulutnya itu agar tidak bisa berbicara lagi."


Bella tertawa, "Emang Abang pikir mulut manusia itu paruh burung itu apa?" Bella tergelak.


Kenana terkekeh, "begitulah perumpamaan nya sayangku. Ayo ah tidur! Nggak baik wanita hamil muda tidurnya larut malam!" Katanya pada Bella


Membuat Bella mencubit dadanya, "yang buat Adek tidur malam itu siapa?"


"Ya udah, berarti ini salah Abang dong! Karena sudah membuat Adek nggak tidur malam?"


Kenan terkekeh lagi. "Iya, iya maaf.. Kita tidur ya?"

__ADS_1


"Hem," sahut Bella dengan segera menyurukkan wajahnya di leher Kenan.


Karena inilah kebiasaan Bella selama satu bulan ini. Saat ingin tidur ia ingin mencium bau tubuh Kenan yang baru saja berkeringat.


Yang menurutnya sangat harum dan membuat Bella tenang. Sama kayak othor dulu saat hamil anak ketiga. 🤣


Kenan mencoba memejamkan matanya tetapi tidak bisa. Karena ia masih terpikirkan oleh sikap Katrina yang menurutnya pasti akan melakukan sesuatu yang akan membuat nya rugi nantinya.


Entah kenapa Kenan merasakan akan ada hal buruk yang akan terjadi padanya besok. Karena ia sangat mengenal siapa Katrina.


Wanita keras kepala dan juga sangat pendendam. Kenan tidak yakin jika ia berdamai begitu saja.


Pasti akan ada yang terjadi besok kepada mereka ataupun salah satunya.

__ADS_1


"Aku sangat mengenalmu Katrina. Kamu bukanlah wanita yang baik yang mau memaafkan begitu saja tanpa ada sebuah rencana yang sudah kamu susun hingga kami yang akan menaggungnya. Aku sangat mengenal siapa kamu Katrina. Kamu sengaja memaafkan dan memberikan kesempatan pada kami berdua sebelum kamu membalas dendam atas semua yang kami lakukan. Padahal kamu tau, jika kami berdua itu benar. Tetap saja kamu akan melakukan hal yang akan merugikanmu dan juga merugikanku dan juga keluargaku nantinya. Jika itu sampai terjadi, aku tidak akan memaafkan mu Katrina. Jika satu helai saja rambut Bella berguguran karena ulahmu, maka aku akan menuntutmu. Jika kamu berlari, aku akan mengejar mu walau kamu berlari hingga ke ujung dunia sekalipun!" Batin Kenan memikirkan hal ini sampai ia tidak bisa tidur sekalipun.


__ADS_2