
Tetapi belum lagi Bella berlalu dari hadapan nya Kenan sudah menarik Bella hingga menubruk dada bidangnya.
Bruk.
Kedua mata itu saling bertatapan dengan dalam. "Katakan sekali lagi jika kamu menyesali pernikahan ini?" Ucap Kenan dengan suara rendahnya.
Bella yang sadar posisi mereka saat ini salah, ia segera melepas paksa cekalan tangan Kenan dari tangannya.
"Lepas! Ya, aku salah karena sudah menikahi pemuda yang sudah memiliki kekasih seperti mu. Aku tertipu dengan mulut manis mu. Kamu bilang tidak ada hubungan lain lagi dengan gadis mana pun?? Tadi itu apa?" tanya Bella pada Kenan yang kini terkekeh melihat wajah datar dan kesal Bella kepadanya.
"Kamu salah paham, Dek."
__ADS_1
"Salah paham? Salah paham seperti apa? Salah paham dengan gadis mu yang berani menghinaku di depan suami sah ku sendiri?? Aku sadar diri siapa aku dirumah ini. Aku hanya istri sandiwara dihadapan keluarga dan juga gadis yang lainnya. Tetapi bukan berarti selama aku menikah denganmu, kamu seenaknya membawa gadis lain ke rumah ini dan terang-terangan menghinaku di depan mu. Sedikit saja kamu pahami posisiku dirumah ini. Bisa tidak?"
"Kamu dengar dulu apa penjelasan Abang!"
"Penjelasan yang seperti apa lagi? Aku tau pernikahan ini seperti pernikahan kontrak. Tetapi bukan berarti kamu bisa membuatku seperti ini sesuka mu. Kalau ku tau seperti ini jahdinya, lebih baik dulu aku tidak menolongmu sama sekali. Daripada aku dihina dan kamu hanya diam saja saat aku dihina oleh gadismu."
"Aku sadar siapa aku. Aku hanya orang lain yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupanmu. Banyak rahasia yang tidak aku ketahui tentangmu. Tetapi aku tetap menikah dengan mu. Tetapi apa balasan mu? Kamu membuat ulah dengan membawa dokter Katrina kerumah ini dan membawa masuk ke dalam kamar kamu."
"Aku ingatkan padamu bang Kenan! Jangan pernah membawa masuk gadis lain kerumah ini selama aku yang menjadi istrimu. Tetapi jika sudah berpisah. Itu tidak masalah. Kamu bebas ingin membawa masuk siapa saja. Oh, kalau tidak. Bagaimana kalau kita berpisah saja? Itu lebih baik kan? Daripada kamu terus bergelimang dengan dosa? Dosa yang sudah ada belum termaafkan. Dan sekarang, kamu menmbah dosa baru lagi."
"Mari kita akhhiri sandiwara ini! Kamu dengan kehidupanmu dan aku dengan kehidupan ku! Bagaimana? Atau kita langsung berpisah saat ini saja? Ini lebih tepat waktunya!"
__ADS_1
"Nggak akan! Sekali ku bilang tidak, maka sampai kapan pun tidak!" tegas kenan menatap tajam pada bella
"Kenapa? Bukankah ini yang gadismu itu inginkan? Ingin membuat kita berpisah? Tetapi sebelum itu kita bertengkar dulu? Itukan rencana gadismu?
Kenan menatap Bella dengan datar. "Ingat Bella. Sekali aku mengucapkan ijab atas nama mu. Maka sampai mati pun akan seperti itu! Kamu istri dunia dan akhiratku, paham?!"
Deg!
Jantung Bella berdegup kencang. "Apa maksudnya itu? Tidak ingin berpisah tetapi kenapa membawa gadis lain kerumah ini selagi aku masih menjadi sitrinya? Apa maksudnya ini? Aku yang tidak waras atau kamu yang tidak waras?" gumam Bella tapi masih terdengar jelas di telinga Kenan.
"Ya, aku memang tidak waras! Tidak waras karena kamulah penyebabnya! Pertama kali bertemu dengan mu, aku sudah tidak waras hingga dengan cepat aku meminta mu untuk menikah denganku! Walau kamu sudah menolak, tetapi aku masih ingin menikahimu. Apalagi kalau bukan tidak waras? Dan sekarang? Apa yang akan kamu lakukan karena saat ini kau telah menikah dengan pemuda yang tidak waras seperti ku?! Kamu ingin bercerai? Sampai mati dan bumi ini kiamat sekalipun! Aku tidak akan menceraikan mu Mirabella syahputra!!! Selamanya akan tetap kamu yang akan menjadi istriku! Belum jelas?!" seru Kenan dengan suara naik satu oktaf
__ADS_1
Membuat Bella tercenung sejenak. Ia menatap dalam pada manik mata hitam Kenan yang saat ini sedang di liputi amarah karena ucapan Bella baru saja yang dengan sengaja memancingnya.