
Bella terus saja teriak-teriak di dalam kamar mandi. Membuat Kenan semakin gelisah saja.
"Sayang! Bella! Buka pintunya! Kamu kenapa sih sayang!" pekik Kenan semakin gelisah di sebalik pintu kamar mandi. "Buka sayang! Kalau nggak, Abang dobrak nih pintu!" ucapnya tetapi tidak mendapati sahutan dari Bella.
Kenan dengan segera mengambil ancang-ancang ingin mendobrak pintu kamar mandi miliknya itu.
"Baik, akan Abang tendang pintunya! Satu, dua.."
Braakk!!
Bella tersentak. Ia menoleh di pintu yang terbuka dimana Kenan sedang terpaku di tempat yang melihatnya tanpa busana.
Hanya segitiga bermuda saja disana. Sontak saja mata itu membola.
"Astghfirullah!! Aaaaaaaaa... Bang Kenan!!! Keluar!!! Aku belum selesai mandi!!!" pekiknya begitu panik.
Kenan mematung dengan mulut terkatup rapat.
Matanya itu tetap menatap pada tubuh putih mulus Bella yang kini terpampang nyata dihadapannya.
Tubuh yang sama saat dalam mimpi kemarin malam. Tanpa sadar, kaki itu melangkah mendekati Bella yang semakin panik saat melihat wajah Kenan yang seperti ingin menerkamnya.
__ADS_1
Mati aku! Bagaiamana ini?! Ishh.. Kenapa pula Bang Kenan kesini?? Ishh.. Mana cuma pakai culur hitam lagi! Ck. Huaaaa.. Maaaaakkk.. Bantuin!! Nggak mau di terkam Bang Kenan!! Hiks.. Lihat aja tuh, rudal Amerika nya itu sudah berdiri! Aaaaaaaaaa....
Pekik Bella dalam hati dengan wajah memerah lagi. Kenan semakin mendekat. Bella semakin panik.
Handuk mana handuk? Baju mana? Haisshh..
Bella semakin tidak menentu melihat Kenan yang kini tepat berada di hadapannya. Reflek saja Bella menutupi kedua buah melonnya yang terpampang jelas di mata Kenan.
"A-abang ma-mau apa? Mu-mundur! Be-belum waktunya!" kata Bella tergagap.
Ia semakin mundur ke belakang. Sementara Kenan semakin maju. Ia tersenyum tipis melihat ketakutan di wajah Bella.
Jika gadis lain mungkin sudah memeluknya. Tetapi ini Bella. Istri sah tetapi sandiwara nya ini begitu takut melihatnya.
Tubuh Bella kepentuk dinding kamar mandi, ia mendongak melihat Kenan yang kini semakin sayu menatapnya.
Seluruh tubuhnya panas dingin. Tetapi mata itu tetap melihat kepada Kenan yang kini menatapnya dengan dalam.
"Ab- emmmtthh.." Belum sempat Bella mengucapkan kata-kata nya putik ranum itu sudah di kecup lembut oleh sang pemilik hati.
Bella terpaku.
__ADS_1
Baru kali ini Bella merasakan putik ranum nya di kecup oleh lelaki yang telah sah menjadi suaminya. Secara sadar.
Biasanya dirinya yang lebih dulu mengecup putik ranum itu. Kenan memegang tangan Bella yang menutup kedua dadanya.
"Turunkan. Abang tidak akan menyentuhmu sebelum waktunya. Abang ingin kamu yang menjadi terapis Abang sampai Abang benar-benar sembuh. Tidak hanya di dalam mimpi Abang bisa merasakannya. Tetapi juga di alam nyata. Abang mohon sayang. Bantu Abang untuk menyembuhkan penyakit ini. Kamu jangan takut tentang pernikahan kita. Abang akan mengadakan resepsi setelah diri ini sembuh dan bisa menyentuhmu selayaknya lelaki normal lainnya.." lirih Kenan saat ini sedang menyatukan kening mereka berdua.
Hembusan nafas Kenan yang begitu Bella sukai. Kenan menatap Bella yang kini juga menatapnya. Ia melepaskan Bella dan mengambil handuk yang sering dipakainya dan ia balutkan di tubuh Bella.
Sebelumnya ia turunkan dulu segitiga bermuda milik Bella dan mengecup lembut mahkota yang masih tersegel rapat itu.
Bella menggigit bibirnya dengan mata terpejam. Kenan mendongak melihatnya. Ia tersenyum.
"Sangat cantik!" ucapnya dengan segera bangkit dan segera mengangkat tubuh Bella menuju ke ranjang mereka.
Ia mendudukkan Bella disana. "Abang butuh kamu sayang. Mau ya? Bantu Abang untuk sembuh?" pintanya pada Bella yang kini menatapnya dengan dalam.
Kenan tersenyum lembut padanya. "Memangnya Abang sakit apa?" tanya Bella menanti kejujuran Kenan.
Kenan tersenyum lagi. Ia duduk tepat di kedua kaki Bella. "Abang menderita sakit.. Emm Disfungsi ereksi atau impoten sayang.." lirihnya mendadak sendu.
Bella tidak terkejut lagi. Karena ia sudah tau apa yang terjadi pada suami sah tetapi sandiwaranya itu.
__ADS_1
Bella memeluk kepala Kenan yang kini sedang memeluk perutnya. Kenan terisak. "Ssstt.. Jangan menangis. Adek akan membantu Abang kok. Bahkan Adek sudah membantu Abang selama dua minggu ini. Ya walau cuma sesekali sih." Ucap Bella dengan terkekeh kecil dan Kenan terkejut mendengarnya.
Ia mendongak melihat Bella yang kini sedang terkekeh kecil karena sudah berhasil membuat Kenan terkejut.