
"Biarkan seperti ini sebentar saja, sayang.. Abang kangen saat kita bertengkar dulu. Waktu yang tidak bisa Abang lupakan hingga kecelakan waktu itu.." Kenan menghentikan ucapannya membuat Bella mendongak melihat Kenan.
"Kecelakan?? Kecelakaan apa??"
"Kecelakaan yang menyebabkan Abang mati rasa hingga saat ini!"
Deg!
"Apa? Apa nya yang mati rasa? Ku lihat tidak ada sama sekali tuh? Tubuh abang sehat kok," jawab Bella dengan memegangi lengan berotot milik Kenan.
Kenan tersenyum tapi sendu. "Bukan tubuh tegap ini Bella. Ada yang lain yang belum bisa Abang jelaskan padamu. Tetapi tetap akan Abang memastikannya lebih dulu. Ayo, pakai baju mu. Abang lapar. Kamu mau masak apa malam ini? Masih sempat nggak? Kita keluar aja yuk cari makan?" ucap Kenan sengaja untuk membuat hubungan mereka lebih dekat lagi.
Bella berpikir sejenak setelah nya mengangguk. "Ya udah deh. Kita keluar aja. Sesekali 'kan tak apa-apa?"
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau sering-sering? Kita 'kan suami istri? Tak ada yang salah loh.." ucap Kenan sembari mengambil baju Bella yang berserakan di lantai.
Bella sebenarnya merasa malu karena saat ini ia hanya menggenakan cd dan kaca mata kuda saja di hadapan Kenan. Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan baju yang baru saja Kenan berikan padanya.
Tetapi Kenan tidak peduli. " Nggak usah di tutup gitu. Abang udah lihat kok melon kamu tanpa memakai kaca mata kuda?"
Bella mersa malu. Ia segera masuk ke kamar tamu dan bersiap disana. Kenan terkekeh melihatnya. Ia pun berlalu masuk ke kamar atas di lantai dua.
"Hadeuuhh.. Kalau bukan gara-gara cicak tadi, pasti udah ketahuan dah sama Bella? Ya Allah.. Ternyata gadis kecil yang ku tolong dulu adalah Bella. Pantas saja saat pertama kali bertemu dengannya terasa familiar gitu. Pantesan.. Tapi tak apa. Aku senang kok jika yang menjadi jodohku merupakan gadis kecil yang dulu pernah ku selamatkan. Dan Allah mengabulkan doa ku. Jangan-jangan.. Ini pun terjadi karena kehendak Allah juga? Jika memang benar. Maha suci Allah yang telah memberikan kesembuhan padaku melalui istriku sendiri."
Sepuluh menit kemudian, setelah selesai sholat Kenan segera turun ke bawah untuk menemui Bella yang saat ini baru saja keluar dari kamar tamu untuk memanggilnya.
"Baru aja aku ingin manggil Abang ke atas." ucap Bella pada Kenan yang saat ini sedang menuruni tangga dengan wajah yang lebih segar.
__ADS_1
Penamilan Kenan yang begitu santai selalu membuat Bella kagum dengan sosok suami sandiwara tetapi sah itu.
Kenan tersenyum. "Abang sholat isya dulu tadi. Kamu udah sholat?"
"Udah,"
"Baiklah. Mari kita berburu makanan!" Bella tertawa.
Kenan pun segera ke garasi untuk mengambil motor miliknya. Tetapi saat ia melihat motor scooopy berwarna merah, ia melirik Bella yang saat ini sedang mengunci pintu rumah mereka.
"Motor siapa Dek?" tanya Kenan dengan dagu nya menunjuk motor scooopy itu.
"Motorku. Bang sakir udah membei duluan dari shiowroom teman lama Bang Tama. Makanya tadi paginggak semat pamit sama Abang saat perginya." jelas bella dengan segera mendudukkan dirinya di motor milik Kenan.
__ADS_1
"Hoo.." Kenan ber oh ria saja.Mereka pun segera menuju ke temapt penjual nasi goreng yang berada tepat di depan komplek perumahan mereka.