
"Siapa maksud Abang? Rumah sakit Dokter Mahmud Daud? Kenapa? Ada apa dengan rumah sakit itu?'' tanya Bella pada Kenan yang saat ini sedang memakaikan pakaian Bella.
''Ya, semua ini berkaitan dengan orang itu. Abang udah lama tau tentang hal ini. Maka dari itu, kita terpaksa harus tetap bersandiwara dihadapan semua orang. Tetapi tidak jika sedang dirumah. Dan juga diruangan Abang."
"Eh? Kenapa begitu?" tanya Bella sambil mengekori Kenan yang saat ini turun ke bawah.
Bella pun tanpa sadar mengikuti langkahnya. Tetapi baru seundakan ia turun sudah terkejut dengan kehadiran Kenta.
Spontan saja Bella memeluk erat tubuh Kenan membuat pemuda itu terkejut karena aksi Bella dan juga Kenta yang saat ini melotot melihat mereka berdua.
Kenan meraba rambut Bella yang terbuka. Ia bertambah melotot lagi. Kenta menganga. Karena ia dapat melihat Bella yang saat ini memeluk Kenan dengan erat di undakan tangga.
Kenan berdehem saat sadar Kenta menatap mereka dengan mulut menganga.
"Berbalik!" titah Kenan pada Kenta
"Berbalik? Kenapa? Adek mau ke dapur Bang. Mau ambil minum! Lagian kalian berdua sih. Kalau mau bermesraan tuh jangan saat ada kami disini!" ketus Kenta dengan segera menuju ke dapur.
Bella yang tau Kenan pergi secepat kilat berlari masuk ke kamarnya dengan membanting pintu sekuat tenaga hingga menimbulkan suara berisik.
Brraakk!!!!!
"Astaghfirulah!" pekik Kenan dan Kenta bersamaan.
__ADS_1
Kenan menoleh ke pintu kamarnya kemudian menggelengkan kepalanya dan terkekeh-kekeh. Ia merasa lucu dengan tingkah Bella.
Kenta menatap Abang ketiganya itu dengan tatapan menelisik.
"Apa?" tanya Kenan santai
"Jangan bilang Abang sama Kakak ipar sedang bersandiwara lagi di hadapan kami? Sedang di dalam kamar kalian berdua enak-enak?!" ketus Kenta kesal sendiri saat mendengar suara aneh dari dalam kamar Kenan tadi.
Kenan terkekeh, "Apa Abang menyuruhmu untuk menguping di pintu kamar Abang, Kenta??"
Kenta melengos. "Nggak! Mana ada adek nguping! Yang ada tuh ya! Kalian tuh ya! Kalau mau bermesraan itu peredam suara itu dihidupkan! Jadi kami tidak bisa mendengar pekerjaan kalian yang sedang mencetak anak!" ketusnya lagi.
Tangan itu sesekali mebanting sendok saking kesalnya. Bella yang sudah memakai hijabnya pun segera turun ke bawah dan menuju dapur.
"Abang jadi mau makan mie? Biar aku masakkan?" kata Bella pada Kenan yang kini sedanvg terkekeh melihat wajah masam Kenta.
Kenta semakin kesal pada Kenan dan Bella. "Jangan kesal padaku Kenta! Nanti calon istrimu janda muda itu sama seperti Kakak iparmu!" celutuk Bella yang membuat Kenta melotot.
Kenan tertawa terbahak-bahak melihat Kenta semakin kesal saja. Kezia yang mendengar suara berisik pun segera ke dapur.
"Apa sih Bang?! Berisik banget!" gerutunya sambil mencomot buah jambu madu di depan Kenan yang masih tertawa.
"Kamu mau makan mie Dek? Kalau mau, biar sekalian Kakak masakkan!" tanya Bella pada Kezia yang kini mengangguk dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
Kezia yang masih penasaran tentang suara aneh tadi pun bertanya dama Bella.
"Kak!"
"Hem,"
"Tadi kalian itu dikamar ngapain sih? Kok ada suara aneh keluar dari sana? Kakak sama Abang ngapain?" tanya Kezia pada Kenan dan Bella
Bella tersenyum, begitupun dengan Kenan.
"Kami sedang belajar mencetak penerus kami!" sahut keduanya begitu kompak
Kezia yang sedang makan jambu pun tersedak buah jambu yang sedang ia makan.
"Uhuk.. uhukk.."
Kenta melongo. Kenan tertawa. Bella terkekeh saja.
"Nanti juga akan tahu kalau sudah menikah! Tunggu saja!" imbuh Bella dan diangguki oleh Kenan
"Betul itu! Kakak iparmu betul! Dan ya. Kalian berdua bilang sama papa. Bahwa tidak perlu lagi mengintai Abang seperti ini. Kalian besok sudah boleh pulang. Untuk masalah lainnya biar Abang yang tangani. Kami tetap harus bersandiwara seperti ini agar bisa menjebak gadis itu." Ujar Kenan pada kedua adiknya
"Siapa sebenarnya gadis itu? Apa Katrina? Dokter Katrina maksud Abang?" tanya Bella pada Kenan
__ADS_1
Kenan tersenyum, "Kamu memang istri Kenan Putra Ar Reza, Mirabella Syahputra! Kamu benar! Gadis itulah musuh kita! Bersiaplah besok pagi sayang! Kita harus menjalankan misi ini!" imbuh Kenan pada Bella dan diangguki oleh istrinya itu.