
"Dek.." lirih Kenan menatap nanar pada Bella yang kini berubah karena perihal tadi malam. "Abang mita maaf. Abang salah sama kamu karena telah melupakanmu. Tetapi untuk pernikahan ini Abang serius ingin melanjutkannya dengan mu. Bukan sandiwara sayang.."
Nyuuutt..
Berdenyut sakit hati Bella saat mendengar ucapan Kenan yang benar-benar tulus dan serius. Bella bisa melihat itu dari tatapan matanya.
Bella terus menatap Kenan yang kini menunjukkan wajah sendunya pada Bella.
"Dek.. Abang mohon.. Beri kesempatan untuk Abang bisa memperbaikinya. Kita mulai dari awal lagi ya? Mau kan? Abang tidak ingin hubungan ini putus disini saja. Bukankah dulu Abang sudah mengatakan padamu. Kenapa dulu Abang memilihmu?" Kenan menatap Bella dengan dalam. "Karena hanya kamu yang bisa menolong Abang, sayang. Abang butuh kamu. Hanya kamu yang Abang mau. Abang jujur. Untuk saat ini memang belum mencintimu. Tetapi percayalah. Abang tidak akan mepermainkan pernikahan ini lagi seperti janji awal kita dulunya," ujar kena pada Bella yang kini sedikit terenyuh denagn permintaan Kenan yang memang begitu tulus.
__ADS_1
Tetapi... Satu sisi hatinya menolak. Lantaran niat awal pernikahan itu memanglah sudah salah. Kenan menjadikan pernikahan hanya sebagai sandiwara untuk menolak perintah Papa Reza yang akan dinikahkan dengan Cella.
Istri sahabatnya sendiri. Bella menatap datar pada Kenan yang menunggu dengan harap jawaban dari Bella.
Bukan aku tidak mau melanjutkan hubungan ini sama seperti pernikahan yang lainnya. Hanya saja. Pondasi rumah tangga ini sudah dibangun dengan dasar sandiwara niat awal yang salah. Semua ini tidak mungkin berlanjut bang Kenan. Kemarin saja saat aku ingin menganggap pernikahan ini dengan serius tetapi kamu malah seperti itu. Itu masih mengabaikan dan melupakan? Bagaimana kalau nanti nya kamu meninggalkan ku disaat hati ini sudah begitu terpaut padamu?? Nggak! Aku nggak bisa bang Kenan! Jika kamu ingin memulai hidup baru denganku, maka mulailah dari awal lagi. Nikahi aku sekali lagi. Dan kita akan bersama membuat rumah tangga kita seperti rumah tangga lainnya. Maaf Bang Ke! Sekali ini aku tidak bisa menerimanya. Sebelum aku menerima kamu kembali, aku ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu. Jika kamu ingin berjuang untuk mendapatkan ku? Silahkan! Aku tidak akan mempermasalahkannya. Tetapi tidak untuk saat ini. Maaf bang Ke! Aku belum bisa!
Batin Bella berperang dengan akal nya yang sangat menginginkan Kenan. Tetapi ada satu hal yang masih mengganggu Bella.
Lelaki yang sudah lebih dulu menduduki istana hatinya saat Kenan dulu pernah menyelamatkannya yang akan hanyut di sungai gara-gara terkejut dengan cicak.
__ADS_1
Makanya hingga saat ini Bella begitu takut dengan cicak. Lelaki yang selalu ia sebut di dalam doanya dan juga doa Bunda Zizi.
"Dek.." panggil Kenan lagi karena tidak mendengar jawaban dari Bella saat ini tentang pernyataan nya.
Bella menghela nafasnya. Ia melepas tangan Kenan yang masih mencekal tangannya. "Maaf tuan Kenan. Saya tidak bisa! Jika Anda ingin memulai dari awal lagi, maka putuskan dulu, pikirkan dulu, ingat dulu, niat apa yang akan Anda bawa ke dalam rumah tangga ini kelak jika anda ingin memulainya lagi dengan saya yang hanya gadis biasa. Yang tidak memiliki kelebihan apapun. Yang hanya Memakai baju norak untuk seorang dokter. Pikirkan masak-masak sebelum Anda ingin mengambil langkah ini. Saya harus permisi. Sampai bertemu nanti malam. Kunci rumah anda, anda bawa saja sendiri. Saya pulang malam, malam ini. Assalamu'alaikum."
Bruummm..
Motor Bella meninggalkan Kenan yang kini terpaku karena jawaban Bella baru saja untuknya yang begitu menggores hati kecilnya.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam, sayang.." lirih Kenan dengan menahan sesak di dada.