
"Apa kamu serius sayang? Nggak. Abang nggak akan melakukan hal itu!" katanya pada Bella yang saat ini sudah memilih duduk dan Kenan pun ikut duduk mengikuti dirinya.
"Pahamilah kondisi ku Bang Kenan. Bukankah acara itu akan terjadi besok pagi? Sebaiknya kamu pulang! Istirahatlah untuk menyambut hari bahagia kalian berdua!" usir Bella pada Kenan yang kini menatap tak percaya padanya.
"Kenta, bawa Abang kamu pulang. Kamu juga Key! Biarkan aku sendiri dirumah sakit ini. Aku sudah terbiasa hidup sendiri tanpa siapa pun. Pulang lah. Aku butuh waktu sendiri!" ketusnya pada mereka bertiga.
Kezia menahan tawanya. Sementara Kenan tidak bisa membantah lagi. Karena dirinya memang lah sangat butuh istirahat saat ini.
"Tetapi Abang mau disini sama kamu. Pahamilah Abang, sayang. Abang pun berat melakukan hal ini. Tidak ada niat di hatiku untuk menduakan mu seperti ini. Abang terpaksa dek. Abang mohon.. Jangan usir abang. Biarkan malam ini Abang tidur disini. Abang janji. Jika kamu ingin Abang menikah dengan Katrina, baik. Akan Abang lakukan besok pagi. Tetapi untuk malam ini. Biarkan Abang disini bersama mu. Abang butuh kekuatan untuk bisa menghadapi ini, Bella. Abang mohon.." pintanya dengan sangat pada Bella.
Bella melengos. Ia tidak peduli dengan hal itu. Hatinya masih terasa sakit saat mengenang surat Kenan yang ditujukan untuknya yang ia temukan di bawah kolong ranjang mereka berdua.
Kezia dan Kenta saling pandang. "Sebaiknya kita pulang Bang. Kamu harus bersiap. Buktikan pada kami jika kamu bisa mendapatkan bukti itu. Jangan biarkan pengorbanan Kakak ipar menjadi sia-sia. Pernikahan ini akan menjadi pernikahan rahasia diantara kita semua. Hanya kita berempat yang tau. Pernikahan ini pernikahan di bawah tangan dan tidak akan di daftarkan di pengadilan agama. Karena pernikahan ini merupakan salah satu jalan untuk kamu bisa masuk kedalam rumah Katrina, Bang Kenan. Maka lakukanlah. Kuatlah. Kami akan selalu ada bersama mu." Ucap Kezia memberi semangat pada Kenan yang kini seperti tak berdaya karena melihat Bella yang hanya diam saja.
__ADS_1
"Pulanglah Bang Kenan. Kamu harus berstirahat. Jangan lupa minum vitamin yang sudah aku siapkan untukmu. Selama satu bulan ini kamu tidak teratur sarapan pagi. Makan siang bahkan makan malam saja kamu tidak. Semua orang itu memiliki masalah. Tetapi bukan berarti kita menyiksa diri untuk tidak mengurus diri sendiri. Berjuang itu butuh tenaga Ekstra Bang Kenan. Pulanglah. Kabarkan padaku, jika kamu sudah menikahinya.." lirih Bella begitu menyesakkan dada Kenan.
Kenan mengepalkan kedua tangannya. Saking kuatnya kepalan tangan itu, hingga buku-buku di tangannya memutih.
Pertanda dirinya begitu tertekan saat ini dan begitu marah karena Bella tetap menyuruh nya menikah dengan gadis itu yang sebenarnya ia tidak mau.
Jangankan menikah, satu hari bersamanya saja Kenan sudah tidak tahan. Sedari dulu hingga sekarang, Katrina tidak pernah berubah.
Tetapi jika tidak, ia bisa membentak bahkan memukul orang itu. Gadis cantik berparas ayu itu memanglah sangat keras.
Padahal jika di telisik lebih jelas, sosok dokter Daud tidaklah seperti itu. Bahkan Maminya. Entah kenapa Katrina bisa menjadi seperti itu.
Kenan pun tidak tau. Selama ia mengenal gadis itu, tidak pernah sekalipun ia mendapat perhatian seperti yang Bella lakukan padanya.
__ADS_1
Ia lebih banyak di perintah saat bersama Katrina. Jika bukan karena sebuah misi, maka ia tidak akan mau menikah dengan gadis ular itu. "Baik. Abang akan pulang. Abang akan kembali disaat bukti itu sudah Abang dapatkan. Selagi bukti itu belum dapat, maka Abang tidak akan pulang kerumah kita! Jaga diri! Dan cepatlah sembuh. Abang pulang. Cup!"
Bella mematung ketika dahinya di kecup spontan oleh Kenan.
Nyuuuuttt..
Bella memejamkan kedua matanya. Sakit sekali rasanya. Biasanya Kenan akan memberikan kecupan sayang padanya dan akan terasa hingga ke hati.
Tetapi ini?
Kecupan singkat tetapi begitu menyakitkan dihatinya. Seolah Kenan sedang menyalurkan rasa sakitnya kepada Bella.
"Maafkan Aku Bang Kenan.. Aku terpaksa mengalah. Mengalah demi kamu mendapatkan bukti itu. Jika kamu bertahan denganku, maka sampai kapanpun masalah ini tidak akan pernah selesai. Aku mengalah sekarang untuk mendapatkan keberuntungan di kemudian hari. Bersabarlah Bang Kenan. Aku pun demikian. Semoga kamu sanggup menghadapi ini tanpa adanya aku. Inilah perjuangan mu. Perjuangan terakhirmu sebelum mencapai puncak kebahgiaan yang hakiki."
__ADS_1