Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Sama-sama terluka


__ADS_3

Kenan menatap sendu Bella yang berlalu pergi. Ia pun segera mengambil motornya dan mengunci rumah itu.


Kemudian segera berlalu untuk menuju kerumah sakit.


Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, keduanya saling terisak satu sama lainnya. Mereka terisak karena pernikahan yang mereka berdua jalani tidak tau akan dibawa kemana.


Karena dari awal pondasi itu terbentuk sudahlah salah. Awal mula pernikahan itu sudah di bentuk dengan sebuah kata Sandiwara.


Sebuah kata yang bisa menghancurkan segalanya ketika ingin merangkai pondasi itu dengan bahan yang digunakan untuk memperkuat pondasi itu sendiri.


Hingga menyebabkan dua orang yang membangunnya menjadi kesulitan.


Kenan dengan niat awalnya dengan bersandiwara. Dan Bella pun menyetujuinya. Dua pemikiran yang salah.


Yang satu karena ingin menyelamatkan diri. Sedangkan yang satu lagi ikhlas ingin membantu.


Yang ia tidak taunya, bahwa pemuda yang sudah sah menjadi suaminya itu merupakan cinta masa kecilnya dulu.


Fakta yang baru saja ia ketahui yang membuat dirinya sedikit melemah dari pertahanan nya selama ini.

__ADS_1


Hatinya yang lembut tapi tegas, memaksanya untuk bisa menerima kenyatan jika Kenan adalah suaminya saat ini.


Ia menginginkan pernikahan itu terjadi sekali seumur hidup. Akan tetapi semua itu sirna saat menyadari jika Kenan hanyalah bersandiwara saja sama seperti niat awal mereka menikah dulunya.


Hingga membuat pertahanan di dalam diri itu muncul seketika. Ia ingin membentengi dirinya agar tidak terlalu larut dalam pernikahan sandiwara itu.


Tetapi disaat ia sudah membentuk pertahanan itu, tiba-tiba saja suami sandiwara nya itu memintanya untuk melanjutkan pernikahan yang awalnya sandiwara menjadi pernikahan yang sesungguhnya.


Bella tidak menyangka jika Kenan akan mengajukan hal itu padanya. Hal yang sangat ingin ia ungkapkan tadi malam tetapi tidak jadi karena Kenan melupakannya sebab ia menemui gadis lain.


Bella terpaksa bersikap seperti itu agar Kenan sadar. Jika dirinya hanya sebatas istri sandiwara saja. Tidak lebih.


Hal itu sudah mereka rencanakan dari awal pernikahan. Lantas kenapa keduanya ingin melnjutkan pernikahan itu menjadi pernikahan yang sesungguhnya?


Apakah kedua hati itu sudah terpaut? Apakah mereka sudah memiliki rasa walau hanya seujung kuku?


Entahlah.


Yang jelas, keduanya kini sednag berperang dengan hati dan pikiran masing-masing. Jika di pikir-pikir.

__ADS_1


Kedua insan ini memang sudah memiliki ketertarikan satu sama lain. Terbukti jika salah satu dari mereka tidak ada pasti akan kebingungan.


Yang kedua, kini mereka lebih dekat setelah mengetahui jika mereka berdua itu merupakan orang-orang yang dimasa lalu yang pernah masuk ke dalam hidup mereka.


Kenangan yang begitu berbekas sampai ke hati. Inilah yang sedang terjadi dengan kedua orang ini.


Mereka sudah terikat satu sama lainnya. Bahkan untuk cinta pun sudah bersemayam di dalam hati keduanya.


Hanya tinggal menunggu waktu saja untuk keduanya akan mengungkapkan perasaan satu sama lainnya.


Tetapi, jika suatu saat mereka berdua mengakui perasaannya. Akankah pernikahan itu akan berjalan mulus seperti pernikahan yang lainnya?


Apakah tidak ada batu sandungan nantinya? Mengingat keduanya merupakan seorang dokter yang memiliki kepintaran di atas rata-rata?


Entahlah. Biarlah waktu yang menjawabnya. Untuk saat ini mereka berdua hanya bisa pasrah akan keputusan takdir yang entah akan membawa mereka berdua di dalam pernikahan Sandiwara ini.


Semoga nantinya mereka sanggup menghadapai batu kerikil yang kecil tapi mematikan. Mereka berdua bersatu bersama saling mendukung satu sama lain dan bukannya berpisah karena batu sandungan ini.


Semoga mereka berdua sanggup nantinya.

__ADS_1


Ya, semoga saja.


__ADS_2