Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Hanya kamu


__ADS_3

Kenan masih saja memeluk Bella yang semakin tersedu di pelukan nya itu. "Dengar sayang. Abang tidak akan melakukan hal itu dengannya. Abang hanya ingin kamu. Abang sengaja membawanya kerumah kita, karena kemarin sore ia mencoba untuk menjebak Abang. Tetapi detektif sewaan Abang yang ternyata itu adalah suami sah Katrina, ia memberitahukan tentang jebakan itu."


"Abang sengaja ingin membalasnya dengan cara nay sendiri. Tetapi bukan Abang yang menjadi pelakunya. Tetapi suaminya sendiri sayang. Abang pun sangat terkejut kemarin saat menyadari jika anta merupakan Kenan bramanta. Yang ternyata suami Katrina. Abang sengaja membawanya kesini karena dirumah kita di kamar tamu memiliki cctv dan cctv ini akan Abang gunakan saat ia nantinya menuntut Abang jika dia hamil. Abang tidak menyentuhnay sayang. Tetapi dialah yang menyentuh Abang. Dan hampir saja Abang ternoda olehnya!" Ketus Kenan mendadak kesal mengingat kelakuan Kenan tadi malam.


Bella terkekeh, ia menatap manik hitam tajam Kenan yang selalu membuatnya lemah setiap kali menatapnya.


Kenan tersenyum lembut padanya. Demikian pun dengan Bella. Dua insan yang sednag di mabuk cinta itu sama-sama ingin memiliki.


Entah siapa yang memulainya, kini kedua putik ranum itu sudah bertaut dan saling membelit.


Kenan dan Bella tidaklah munafik. Ia sangat menginginkan hal seperti ini. Mengingat bagaimana Katrina tadi malam begitu agresif bersama suaminya, Kenna tiba-tiba saja menginginkan hal itu bersama Bella.

__ADS_1


Tetapi yang di inginkan tidak ada. Untuk menghilangkan rasa itu, Kenan memilih berwudhu dan sholat dua rakaat untuk menghilangkan pikiran kotor itu.


Dan benar saja, Kenan bisa. Tetapi pagi ini saat melihat Bella, ha srat yang sudah menghilang itu kini muncul tiba-tiba.


Baru saja mengecup dan memaguut putik ranum Bella tower alaminya sudah memberikan alaram jika ia ingin di tuntaskan.


Tanpa menunggu lama, Kenan melepaskan pagutan itu dan menuju pintu rumahnya. Ia mengunci pintu rumah itu dan kembali kepada Bella.


Bella yang belum siap dengan serangan tiba-tiba dari Kenan sampai terjungkal di sofa.


"Kamu kenapa?Kok yang kayak lemas banget sih? Belum sarapan?" tanya Kenan masih sibuk dengan mainan barunya.

__ADS_1


"Uhh.. Lepasin ih! Jangan disini! di kamar aja yuk?"


Kenan menggeleng. "nNgak. Abang mau disini. Di sofa dan ruang tivi. Tidak ada siapa pun dirumah kita saat ini, hanya kita berdua," jawabnya dengan terus bergerak liar menyentuh setiap jengkal tubuh Bella.


Membuat Bella mabuk kepayang. Ia tidak bisa menjawab lagi. Yang ia rasakan saat ini hanya ingin terbang ke awan akibat perlakuan Kenan padanya.


Puas disofa, Kenan membawa Bella keruang tivi. Tiba disana, lagi dan lagi ia membuat sang pujaan hati memanggil namanya hingga sesaat Bella tersadar jika Kenan harus bekerja.


"Udah Bang. Berhenti dulu auch!"


"Nggak akan! Sekali Abang memulainya, tidak akan pernah Abang lepas lagi!" jawabnya masih sibuk dengan hal nya

__ADS_1


"Tetapi Abang ada operasi 'kan ya hari ini? nanti gimana sama pasien kita? Nggak boleh gitu ih! Ingat sumpah kita, Abang!" peringat Bella tetapi tidak di dengarkan oleh Kenan


"Abang tau sayang.. Kamu tenang saja. Semmua itu sudah Abang urus. Jngan khawatirkan itu. Sekarang yang paling penting ialah.. Kamu harus mau dan bisa memenuhi keinginana bang yang terpendam. Sudah sekian lama loh.. Tetapi hanay dengamu lahar panas milik abang bisa keluar. Dengan Katrina, jangankan menyembur. Berdiri pun dia tidak mau." Ucap Kenan pada Bella yang disambut gelak tawa oleh istrinya itu.


__ADS_2