Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Kejutan


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kenan saat ini sedang bersantai di taman belakang rumahnya terkejut saat bunyi bel dirumahnya.


Ting nog!


Kenan yang sednag memberikan makan ikan koi di kolam kecil dirumah itu mengernyit. "Siapa yang bertamu pagi-pagi? Kalau Mama dan Papa pulang 'kan langsung masuk setelahh mengucapkan salam?" ucap Kenan sembari berlalu menuju pintu depan rumahnya itu.


Rumah minimalis memiliki dua lantai itu begitu asri dan sejuk karena di komplek perumahan itu banyak tumbuhan di setiap sisi jalannya.


Salah satu pohon mangga, jambu dan rambutan yang membuat nya sejuk dan nyaman dari terik nya kota Jakarta yang begitu terik.


Kenan terus melangkahkan kaki nya dengan sesekali menggerutu karena tamu nya itu tidak sabaran sekali.


Tiba di depan pintu Kenan berteriak, "Sebentar! Sabar kenapa sih pagi-pagi datang udah nggak sabaran aja!" ketus Kenan dari sebalik pintu rumahnya.


Seseorang yang mendengar suara ketus Kenan itu pun terkekeh kecil.


Ceklek.


Pintu terbuka.


"Surprise!!!!"


Deg!


Deg!


Mata Kenan membola melihat tamu nya itu. Jantung nya berdegup kencang seiring dengan tubuhnya yang tiba-tiba gemetar.


Dada nya seakan sesak sekali. "Hai honey.... apa kabar?? Ih.. Kangen banget tau nggakl sama kamu?" ucapnya dengan segera memeluk Kenan tak lupa sun pipi kiri dan kanan Kenan yang membuat pemuda itu semakin lemas saja.


Tubuhnya terpaku di tempat dengan mata menatap lurus ke depan gerbang rumah nya dimana tiga orang yang baru saja turun dari mobil itu menatap terkejut padanya.

__ADS_1


Terlebih lagi seseorang yang selama tiga bulan ini begitu Kenan rindukan kehadiaran nya. Seseorang yang memeluk Kenan itu keherenan dengan reaksi sang pemilik tubuh yang tidak memeluk nya sama sekali seperti yang sudah-sudah.


"Honeyyy??" panggilnya lagi.


Tetapi yang di panggil tetap terpaku pada tiga orang yang kini sedang menatap datar padanya. Tanpa sadar bibir tipis itu mengucapkan satu nama.


"Bella...."


Deg!


Deg!


Gadsi itu terkejut, " Kok Bella sih? Aku Katrina loh.." tegurnya pada Kenan yang masih terpaku pada tiga orang yang kini sedang berjalan menuju ke arahnya.


Gadis yang bernam Katrina itu semakin mengernyitkan dahinya saat melihat wajah pucat pasi dari Pria yang kini sedang ia peluk.


Karena bingung, ia pun menoleh kepada kemana arahh mata tampan itu melihhat. Ia berbalik dan..


Deg!


Deg!


Salah satu nya yang saat ini Kenan tatap tetapi tidak sekalipun ia menoleh pada nya. Mata bulat hitam itu kini terus melihat gadis di hadapannya ini dengn tatapan dinginnya.


Sedangkan Papa Reza menatap datar pada Kenan.


"Masuk!"


Deg!


Kenan dan Gadis itu terkejut mendengar suara dingin Papa Reza.


"Ayo, kit masuk dulu. Nggak baik berdiri begini di depan pintu. Ayo, Nak!" ajak Mama Rani pada Bella yang kini beralih menatap pada Kenan dengan tatapan datar dan dinginnya.

__ADS_1


Seolah bisa membekukan siapa saja yang dilihatnya. "Ayo!" ajak Mama Rani lagi.


Bella memutus tatapan mata itu dan menagngguk patuh tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah milik Kenan dan juga kedua orang itu mengikuti nya dari belakang.


Tiba di sofa, Bella duduk di sofa panjang yang akan Kenan duduki. Tetapi tak jadi, karena ditarik paksa oleh Katrina.


Kenan terkejut. Begitu pun dengan Mama Rani. "Kita duduk disini ya Honey? Emm.. Maaf. Kalau boleh saya tau kalian bertiga ini siapa ya?" tanya Katrina pada ketiga orang yang kini sedang menatap nya dengan tatapan datar itu.


Papa Reza berdecih. "Tanyakan kepada kekasih mu siapa kami bertiga! Dan Kau anak sialan! Saya pikir kau sudah berubah! Tidak taunya, kau semakin menjadi-jadi! Mau ku taruh di mana muka ku ini kepada orang tua Bella. Terutama Annisa?!"


Deg!


Deg!


Kenan terkejut, "Annisa? Apa maksud Papa?" tanya Kenan begitu terkejut.


Sedangkan Katriana yang mendengar jika itu Kedua orang tua Kenan menjadi malu.


"Maaf Om.. Saya tidak tau kalau kalian berdua kedua orang tua Kenan. Perkenalkan saya Katrina. Kekasih dan sekaligus calon istri Kenan!" katanya kepada kedua orang tua yang kini melototkan matanya kemudian berdecih.


Cih.


Papa Reza benar-benar muak dengan tingkah Kenan. Mama Rani menghela nafasnya. "Baiklah. Kamu urus dulu Katrina, Kenan! Setelah ini kita bicara. Ayo Bella. Mama tunjukkan dimana kamar kamu dan anak sialan ini!" ketus Mama Rani pada kenan yang membaut Katrian sedikit bingung.


"Honeyy??"


"Keluar Kenan!" sentak Mama Rani dengan suara tegasnya membuat Kenan mau tak mau harus keluar dan berbicara kepada gadis itu.


Sementara Bella sefgera berlalu untuk menuju kamar Kenan yang kini sudah di tunjukkan oleh Mama Rani.


Sungguh, ia tidak menyangka jiak inilah kejutan yang dikatakan oleh mertuanya saat di jalan tadi. Bella mengepalkan kedua tangannya saat ia menoleh ke belakang dimana gadis itu terang-terangan mengecup pipi Kenan di hadapan Papa Reza.

__ADS_1


Sampai-sampai orang tau itu jengkel dibuatnya. Saking kesalnya Papa reza, ia samapi membanting asbak keramik ke lantai hingga membuat keduaa orang itu terjingkat kaget.


__ADS_2