Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Ternyata....


__ADS_3

Mama rani dan papa Reza terkekeh-kekeh saat melihat video rekaman dari Kezia saat Kenan menikah dengan Katrina tadi.


"Gimana? Shock nggak tadi?" tanya Bella pada Kenan yang saat ini sedang duduk disamping bangkarnya dengan tangan satunya terus saja memegangi tangan Bella dengan erat.


"Ya shock lah. Gimana nggak shock coba? Kalau ternyata yang akan menikah dengan si ulat keket itu Kenan lain. Bukan Abang. Abang sampai terhenyak melihat wajahnya yang memang mirip dengan Abang jika lama di tatap. Dari mana kamu bisa tau tentang pemuda itu?" tanya Kenan pada Bella.


Bella terkekeh, ia masih mengingat tentang pertemuannya kemarin dengan dokter Daud di ruangan itu.


Flashback.


Bella menatap sendu pada dokter Daud yang kini sedang menatapnya dengan dalam.


Rasa sesak yang tadinya sudah hilang, kini muncul lagi. Buliran bening itu mengalir di sudut matanya. Dokter Daud masih saja melihatnya.


Ingin bertanya, tetapi beliau lebih menunggu dulu apa yang akan Bella katakan padanya.


Bella melihat dokter Daud dan berkata. "Bisa saya meminta tolong pada Anda dokter Daud? Ini sangat penting. Jika saya tidak bisa menyelesaikan ini segera, maka pernikahan saya yang akan menjadi taruhannya. Jika dokter ingin bertemu dengannya tidak usah. Saya tau apa yang ia inginkan dari saya. Untuk itu, saya mohon kesediaan dokter untuk membantu saya. Saya tidak akan meminta bermacam-macam. Tetapi cukup satu macam saja!"

__ADS_1


Dokter Daud menatap dalam pada manik mata yang terus mengeluarkan cairan bening itu. Beliaupun mengangguk.


"Katakan, apa yang kamu inginkan. Jika bisa pasti akan saya kabulkan!"


Jawabnya masih dengan menatap Bella.


Beliau saat ini sedang duduk di sofa ruangan itu dan tak jauh berada dari bangkar Bella.


"Jika Anda ingin menghentikan Katrina, maka lakukan sekarang juga. Karena besok ia akan menikah dengan suami saya!"


Dokter Daud tetap diam. Ia ingin mendengarkan lagi apa yang menjadi ucapan Bella selanjutnya.


Dokter Daud tersenyum kemudian terkekeh. "Ya, kamu benar. Saya pun sempat shock tadi saat melihat Kenan suami kamu. Ternyata.. Wajah mereka itu memang mirip. Hanya berbeda di namanya saja. Dan pemuda itulah yang menjadi calon suami Katrina. Seorang pemuda yang merupakan saudara tiri dengan Katrina tetapi tidak sedarah. Kenan Bramanta merupakan putra tunggal dari almarhumah istri saya dari istri pertamanya."


"Pembunuhan itu terjadi tanpa disengaja karena pada saat itu istri saya mencoba menolong Katrina dari amukan Kenan yang saat itu ingin membunuh istri ketiga saya," beliau terkekeh begitu pun dengan Bella. "wanita tua yang pada saat kamu koas dulu itu adalah istri ketiga saya. Saya terpaksa menikahinya lantaran dialah saksi kunci dari pembunuhan itu. Tetapi ada oknum yang sengaja membuat seolah-olah Abang ipar kamu yang membunuh istri saya. Hingga muncullah sebuah rekaman rekayasa yang menunjukkan jika pembunuh itu merupakan Abang kamu. Tetapi sebenarnya tidak. Nanti akan saya berikan rekaman aslinya sama kamu. Untuk sekarang ini, saya akan menuruti kemauan kamu."


"Saya akan mengatur semuanya besok. Katrina akan beranggapan jika Kenan putra Ar Reza lah yang akan menikahinya tetapi sebenarnya tidak. Yang akan menikahinya besok ialah Kenan Bramanta. Putra tiri saya. Dan pada saat akan pemakaian mahar, maka terjadilah sedikit drama. Drama yang sengaja akan saya siapkan untuk Katrina agar terikat dengan pemuda itu. Maafkan Putri saya Nak, Bella. Maaf.. Jika kamu merasa tersakiti dengan kelakuannya. Saya harap kamu mengerti. Semua itu hanya obsesinya saja. Sebenarnya Kenan Bramanta lah yang ia cintai. Bukan Kenan suami kamu."

__ADS_1


"Ia mengira jika Kenan itu adalah Kenan Abang tirinya. Katrina sempat mengalami kecelakaan dan separuh memorinya hilang karena itu. Semoga dengan saya menikahkannya dengan Kenan. Memori itu bisa kembali lagi." Ujarnya panjang lebar pada Bella.


Ia sengaja menjelaskan semua itu agar Bella tidak salah paham lagi dengannya. Karena telah mendukung aksi jahat putrinya yang ingin merebut Kenan dari istri sahnya.


Bella tersenyum lembut padanya,. "Terimakasih dokter sudah mau mengerti kondisi saya. Saya butuh bukti rekaman itu dokter. Kalau bisa sore ini juga agar saya bisa menjalankan misi saya untuk membuat suami saya shock nantinya!" Bella tergelak keras.


"Tentu, dasar gadis nakal! Ya sudah, nanti sore akan ada orang saya yang akan mengantarkan rekaman aslinya kepadamu. Saya harus permisi dulu. Motor kamu nanti saya ganti!"


Bella tertawa, "Nggak usah dokter. Dengan anda membantu saya untuk menggagalkan pernikahan ini walau sebenarnya terjadi saja saya sudah sangat bersyukur. Tidak perlu menggantinya. Disini, sayalah yang salah. Suami saya kaya dokter! Sepuluh motor pun bisa di beli olehnya jika saya yang memintanya!"


"Hahahah.. Baiklah. Baiklah. Saya pasrah. Saya keluar dulu. Jaga diri dan jangan ceroboh lagi!"


"Tentu dokter!"


Flashback Off.


Kenan sampai menganga mendengar cerita dari Bella baru saja. Ia tidak habis pikir dengan istrinya itu.

__ADS_1


Bisa-bisanya bernegosiasi dengan pemilik rumah sakit yang terkenal di kota Medan itu.


__ADS_2