Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Menikah


__ADS_3

Setelah pertemuan dua keluarga tiga hari yang lalu, kini kediaman Bella sedang mengadakan acara akad nikah yang diadakan di rumah peninggalan Almarhum Ayah Emil.


Seluruh keluarga besar bunda Zizi pun sudah berkumpul. Begitu pun dengan keluarga besar dari Almarhum Ayah emil pun sudah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan Bella dan juga Kenan.


Sedari pagi rumah itu sudah sibuk mengurus segala sesuatunya. Pernikahan dadakan Bella ini menimbulkan banyak curiga pada keluarga bunda Zizi begitu panggilan dari ketiga anak Ayah emil dengan Mami Alisa.


Mereka menebak, jika Bella sidah isi duuan akibat Bella salah dalam bergaul. Tetapi semua tuduhan itu dipatahkan oleh seseorang yang dulu juga pernah menjadi lawan mereka.


"Tidak ada salahnya menikah muda. Lebih baik menikah muda daripada sudah tua. Syahwat mereka berdua terjaga dan juga mereka bisa melampiaskannya kapan pun mereka mau, karena mereka sudah halal! Bella itu tidak isi duluan seperti yang kalian tuduhkan! Bella itu masihlah suci! Jangan sekali-kali menghujat seseorang sebelum kalian tau faktanya! Mau, kejadian dua belas tahun nyang lalu itu terulang lagi di masa sekarang karena lidah kalian yang begitu tajam melebihi pisau dapur di rumah ini?!" Ketus Annisa, kakak Kandung beda Ibu dengannya tetapi begitu menyayanginya.


Bahkan dialah selama ini yang membiayai Bella hingga bisa kuliah di kedokteran. Begitu pun dengan kedua abangnya. Annisa jugalah yang menolong kedua Abangnya itu hingga mereka berdua menjadi sukses di usia mereka yang terbilang masih muda.


Dan hari ini, seluruh keluarga Bunda Zizi mengulangi hal yang sama lagi. Bunda zizi tidak bisa berbicara lagi. Ia memang sudah tau seperti itulah watak keluarganya. Selalu julid terhadap orang lain, termasuk keluarga kecilnya.


Karena apa, mereka semua tidak bisa menekan Syakir dan Arta agar bisa mereka kuras hartanya. Dan dihari pernikahan Bella ini, mereka terpaksa di undang karena permintaan dari Nenek Butet. Jika tidak, Bunda Zizi tidak ingin mengundang keluarganya itu yang terkenal selalu membuat rusuh jika acara keluarga sedang diadakan.


Contohnya saat ini.


Pukul sembilan pagi pun acara dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan sedikit kata sambutan dari pengulu setempat berikut dengan Kadesnya.


Dilanjutkan dengan sepatah dua kata dari dua keluarga besar hingga ke acara intinya. Yaitu pernikahan Kenan Dan Bella.

__ADS_1


"Sudah siap saudara Kenan?" tanya Pak Penghulu kepada Kenan yang kini sudah duduk berhadapam dengan Lana selaku wali yang akan menikahkan Bella.


Maulana merupakan putra sulung Ayah Emil dengan Mami Alisa yang kini sudah sepuh. Dan secara agama, Lana berhak menikahkan Bella dengan Kenan pengganti Almarhum ayah Emil.


Sedari pagi, bunda Zizi terus saja menangis melihat putri kecilnya kini akan menikah dengan pemuda yang ternyata selama ini sering muncul di dalam mimpinya.


Beliau sering sholat malam dan meminta kepada sang pencipta tentang siapa jodoh Bella nantinya. Dan ya, pemuda itu merupakan pemuda tampan yang saat ini sedang duduk dihadapan Lana dan Syakir saat ini.


"Alhamdulillah, siap!" sahut Kenan mantap.


Pemuda tampan mirip Zidan itu menatap serius kepada Lana dan Syakir yang kini duduk dihadapannya.


Dengan segera mereka berdua berjabat tangan. "Dengan mengucap bismillahirrahhhmanirrahim saudara Kenan Putra Ar Reza, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan adik kandung saya Mirabella Syahputra dengan mas kawin, satu buah mushaf Al Qur'an uang tunai sebanyak dua ratus lima puluh juta rupiah dan perhiasan emas murni seberat sepuluh gram dibayar tunai!"


Lana menyentak tangan Kenan sedikit kuat, "Saya terima nikah dan kawinnya Mirabella syahputra untuk saya dengan mas kawin satu buah mushaf Al Qur'an uang tunai sebanyak dua ratus lima puluh juta rupiah dan perhiasan emas murnih seberat sepuluh gram dibayar tunai!"


"Bagaimana para saksi? Sah?"


"Sah!"


"Sah!"

__ADS_1


"Alhamdulillah barakallahum 'alikuma wabaroka 'alaikuma fikhair.. " pak penghulu pun membacakan doa untuk kedua mempelai yang kini sudah sah menjadi suami istri.


"Baik, panggilkan mempelai wanita nya untuk penandatanganan buku nikah dan juga untuk penyerahan maharnya."


"Bawa Bella kemari dek!" titah Lana pada Annisa.


Annisa mengangguk patuh, dengan segera ia membawa Bella yang sudah selesai di rias dan segera Annisa dudukkan di samping Kenan. Kenan sama sekali tidak meliriknya.


Ia masih fokus pada berkas dihadapannya saat ini. Selesai Kenan tanda tangan, kini giliran Bella.


Kenan terkejut kala melihat sesosok tangan halus yang sudah dibalut Henna yang begitu cantik itu sedang menandatangi berkas yang kini ada diahadapan mereka saat ini.


"Pakaikan mahar yang sudah kamu berikan tadi untuk istrimu," ucap Pak penghulu dengan segera memberikan mahar itu di tangan Kenan untuk diserahkan untuk Bella. Kenan berbalik dan tersenyum melihat Bella yang begitu cantik dengan kebaya putih tulang yang dipakainya saat ini.


Kenan menatap lekat pada bola mata hitam yang kini terus menatapnya tidak berkedip. Kenan tersenyum pada Bella.


"Abang hanya punya ini untukmu. Maaf.. Semua ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan yang kamu miliki. Ini murni semua hasil kerja Abang selama menjadi dokter di Jakarta saat kuliah dulu." Jelas Kenan pada Bella yang kini sedang Kenan pakaikan kalung berliontin nama mereka berdua yang memang begitu kebetulan saat ia membelinya.


Bella hanya bisa tertegun dengan mahar pemberian Kenan untuknya. Mahar yang Kenan berikan diluar ekpetasinya kemarin siang saat Bella memikirkan mahar apa yang Kenan berikan untuknya.


Dan sekarang? Bella hanya bisa termangu memandangi wajah tampan Kenan yang kini sedang tersenyum kepada Pak penghulu dan kedua Abangnya.

__ADS_1


__ADS_2