Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Suami Cella


__ADS_3

Wanita itu hamapir menangis karena Kenan terus saja menertawakan nya. "Bisa diam nggak sih kamu?!" ketus nya lagi.


"Hahahaha... Iya, iya! Aku akan berhenti sayang!" celutuk Kenan tiba-tiba tanap sadar hingga membuat wanita itu terkejut dan membuat jantun nya berdegup tidak beraturan karena mendengar ucapan Kenan baru saja.


Deg, deg, deg..


Jantung itu seakan ingin lepas dari tempat nya. Cella terus menatap Kenan yang saat ini sedang tertawa.


Puas denagn tertawa, Keann kini menatap Cella yang saat ini pipi itu tiba-tiba merona karena di tatap oleh Kenan.


Sedang Kenan menaikkan satu alis nya melihat tingkah Bella yang menurutnya aneh. Tiba-tiba pipi merona sedang dirinya sedang tidak memuji ataupun menggoda wanita hamil itu.


Ck. Wanita itu salah paham dengan ucapan Kenan baru saja.


Saat Kenan ingin bertanya, perawat yang ia panggil pun masuk beserta dengan seseorang yang membuat Kenan terkejut.


"Permisi Dok, Pak Fahri ini suami Ibu Cella. Tadi beliau menanyakan nya pada saya saat saya ingin menuju kesini," jelas perawat yang membantu Kenan saat ia sedang memeriksa semua pasiennya.

__ADS_1


Kenan tidak menyahut. Matanya menatap terkejut pada Fahri. Begitu pun dengan Fahri. Sementara Cella mendadak kesal saat melihat wajah lelaki yang sangat kejam kepada hdupnya.


"Ngapain kamu kesini?!" ketus Celal hingga membuat kedua orang itu terkejut dan memutuskan tatapan mata mereka.


"Ehem, silahkan duduk tuan Fahri! Lama ya kita tidak bertemu? Terakhir saat kamu masuk panti rehabbilitas dan juga kamu masuk pesantren kan ya?" ucap Kenan sengaja memancing Fahri untuk berbicara padanya.


Hal yang Kenan tidak duga, Fahri malah tersenyum lembut padanay. Keann tersentak. "Alhamdulillah baik Dok. Anda sendiri? Hah. Sudah lama sekali ya? Bolehlah kita berbincang setelah tugas Anda selesai?" Pancing fahri dan disambut senyum hangat oleh Kenan.


"Tentu, mari kita berbincang setelah tugas saya selesai nanti." balas Kenan yang membuat Cella kebingunngan.


"Kalian saling kenal?" tanya Cella pada Kenan, bukan Fahri.


Fahri hanya tersenyum saja. Senyum teduh yang tidak pernah Kenan lihat sedari mereka bersahabat dulu.


Ya, Kenan dan Fahri merupakan sahabat di jaman mereka kuliah kedokteran dulunya. Jika Kenan mengambil spesialis Kandungan. Maka Fahri mengambil spesialis dokter gigi.


Karena itulah impiannya. Begitu juga dengan impian Kenan yang ingin menjadi dokter kandungan karena sang Kakak dulu pernah meninggal saat melahirkan. ( Baca Karya othor yang lain Janda Kembang season 2 )

__ADS_1


Cella dibaringkan dibangkar dan perawat itu mulai mengoleskan gel untuk alat yang akan Kenan gunakan.


Setelahnya, Kenan mulai memeriksakan Cella sesekali ia juga menjelaskan tentang janin yang Cella kandung.


"Semua nya sehat. Sama seperti yang Cella tadi katakan. Kalau selama hamil ini ia tidak pernah mual dan muntah, tetapi Cella sangat kuat makan. Ini resep vitamin nya. Di minum secara teratur dan ya. Jangan tidur malam. Istirahat yang cukup dan kembali satu bulan lagi untuk pemeriksaan selanjutnya." Jelas Kenan membuat Fahri mengangguk.


Sementara Cella mendengus tidak suka. "Sus, apa ada pasien lagi? Waktu saya sudah selesai. Saya harus ke rumah sakait Jaya kusuma sebentar lagi." Ucap Kenan pada suster yang saat ini sedang membersihkan perut Cella dengan tisu.


"Sudah habis dok. Ibu Cella yang terakhir!"


"Oke! Ayo Ri! Ada yang harus saya tanyakan sama kamu." Katanya pada Fahri dan diangguki oleh Fahri.


"Mari dok," pamit suster itu. Kenan hanya mengangguk saja.


Mereka bertiga keluar dari ruangan Kenan bersama-sama dengan Fahri yang selalu menggenggam tangan Cella dengan erat.


Tiba di luar, Kenan segera menuju ke arah parkir untuk mengambil motornya. Sedang Fahri mengambil mobilnya.

__ADS_1


"Aku tunggu kamu di cafe biasa Ri!" ucap Kenan yang saat ini sudah menaiki motor Nmax miliknya dan segera melaju meninggalkan Cella dan Fahri yang kini sedang memutar mobil mereka untuk keluar dari area rumah sakit.


Fahri mengangguk. Dengan segera ia mengikuti Kenan yang kini sedang menuju ke cafe yang dekat dengan rumah sakit Jaya Medistra.


__ADS_2