
"Abang?" panggil Bella karena melihat wajah Kenn yang semakin panik
"Be-bella! I-itu!" tunjuk Kenan di hijab Bella yang sebenarnay ada cicak di atas kepalanya tetapi Bella nggak paham.
Malahn kaki jenjang itu semakin mendekati kenan yang semakin mundur.
"Apa? Kenapa? Apanya yang sakit?" tanya Bella masih belum ngeh lagi dengan arah tunjuk Kenan.
"I-itu Dek! Di-di hijab Ka-kamu a-ada ci-ci.." jawab Kenn tergagap.
Entah kenapa lidahany begitu susah untuk menyebut kata cicak.
"Ci?? Ci apa?" tanya Bella lagi sambil terus mendekati Kenan karena panik melihat wajah ketakutan Kenan yang menunjuk hijab nya.
"Ci-ci-ci--?" katanya lagi masih dengan tergagap melihat cicak itu semakin mendekati kening Bella
Bella menjadi kesal karena kelkuan Kenan yang berbiara tidak jelas. "Ci apa sih Abang?!" seru Bella dengan suara naik satu oktaf karena kesal.
Kenan yang terkejut mendengar seruan Bella terjingkat kaget, spontan saja ia menjawab nya dengan jelas.
"Ada Cicak dihijab kamu!!!" pekik Kenan saat melihat cicak itu berdecak.
Ck.ck.ck.ck..
"Hah??" Bella melongo.
Tak lama setelah itu sang cicak yang merayap itu menuruni wajah Bella dan membuat sang empu matanya menjadi juling seketika karena melihat cicak manis itu turun dengan santainya hingga menuju hidung bangirnya.
"Aaaaaaaaaaaaaa...." pekik keduanya saat Bella tanpa sengaja menepis cicak itu hingga terlempar ke baju Kenan.
__ADS_1
Apa kabar dengan Kenan?
Pemuda tampan itu sontak saja memekik serta melompat-lompat karena Cicak itu kini menggelitiki tubuhnya.
"Aaaaaaaaa.. Tidaaaakkk.. Aaaaaaaa.. Bellaaaaa.. Tolongin!!"
"Hiii.. Nggaaaakk! Geli aku bang!" balas Bella kegelian. Tubuhnya pun bergetar saking gelinya dengan cicak itu.
Kenan masih saja melompat-lompat tidak karuan saat cicak itu semakin merajalela di tubuhnya bagian dalam.
Ck. Ck. Ck. ck...
"Aaaaaaaa.. Pergiiiiii!!!!!!! Aaaaaaaaaaaahhhh...." peki Kenan lagi semakin kuat.
Ia berlari mendekati Bella. Dengan segera ia membuka baju nya di hadapan Bella dan memeluk tubuh Bella karena kegelian.
"Hah?"
"Lepas Abang!!" pekik Bella semakin kegelian. "Aaaaaaaa.. Keluaaaarrrr! Aaaaaaa.." pekik Bella lagi dengan berjingkrak-jingkrak dan membuka hijabnya.
Kenan mematung di tempat melihat gerakan Bella yang begitu cepat membuka satu persatu baju nya dan membungnya asal hingga tersisa celana pendek selutut bermotif hello Kitty saja.
"Aaaaaaaa.. Kok nakal bangaet sih?! Aaaaaaaaa.. Bang Ke!! Bantuin ih!!"
Kenan melotot mendengar ucapan Kenan untuknya."Bang Ke???" ulang Kenan dengan mulut menganga.
Sementara Bella terus melompat kegelian sendiri karena cicak itu bukan nya turun dari tubuh nya tetapi malah memasuki celana pendek selutut miliknya.
"Aaaaaaaa.. Bang Ke!!! Tolongin aaaaaaa...." pekik Bella semakin kegelian karena cicak itu masuk tanap permisi ke dalam celanaya nya.
__ADS_1
Kenan masih terbengong dengan panggilan Bella untuknya. "Bang Ke?? Bukan nya bang ke itu bangkai?? Jadi aku ini bang kai gitu???"
Kenan masih mencoba mencerna ucapan Bella hingga tubuhnya diseruduk Bella dan membuatnya semakin terkejut saat melihat cicak itu sekarang ada kepala Bella.
"Aaaaaaaaa... Cicaaaaakkkkkkk!!!!" pekik Kenan pula dengan segera menepis cicak itu hingga terbentur dinding.
Plak!
Ek!
"Aaaaaaaaa..." pekik kedua nya lagi saat tubuh berdua mereka saat ini polos hanya menyisakan Cd untuk Kenan Dan Bella pun demikian.
Yang tersisa hanya Cd dan kaca mata kuda miliknya saja. "AAaaaaaaaaaa..............." pekik keduanya lagi sambil berpelukan karena kegelian melihat cicak itu merayap di labtaii dengan kaki sedikit pincang.
Mereka berdua berlari dan naik ke atas sofa masih dengan saling berpelukan. Tubuh kedua nya bergetar karena kegelian.
Masih teringat tadi, jika tubuh keduanya di cicipi cicak terlebih dahulu.
C. Ck. Ck. Ck..
Cicak itu berbunyi di ruangan sunyi begitu jelas terdengar Decakan nya.
Kedua orang itu masih berpelukan dengan mata terpejam. Bella semakin kuat memeluk tubuh polos Kenan.
Begitu pun dengan Kenan. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh yang membuatnya semakin candu untuk tubuh nya yang membutuhkan terapi fisik yang dokter Katrina katakan kepada nya tadi sore sebelum mereka tiba dirumah dan dokter Katrina sengaja membuat keributan itu.
Kini yang dikatakan oleh Katrina benar adanya. Bahwa sentuhan fisik yang Kenan perlukan saat ini.
Untuk memnacing reaksi tubuhnya yang selama ini mati.
__ADS_1