
"Nggak! Aku nggak percaya jika itu Mas Bram! Yang aku tau malam itu jika kamulah yang menodaiku! Mana mungkinmas Bram! Aku sangat kenal dengannya! Dan aku juga mengenal dengan wangi dan harum tubuhmu!" ucapnya semakin tidak terima dengan perkataan Kenan.
Kenan terkekeh, "Baik. Akan ku hubungi suami kamu dan kamu dengar sendiiri apa yang akan ia katakan!" Imbuh Kenan dengan segera menghubungi nama detektif orang kepercayaannnya.
"Ya, datanglah kesini. Istri kamu minta tanggung jawab padaku karena dia mengira akulah yang menodainya. Hem." Ucap Kenan segera mendekati Bella kembali yang kini berwajah datar pada mereka berdua.
Kenan tau itu jika Bella sedang cemburu karena Katrina sangat mengenal siap Kenan dengan wangi dan harum tubuhnya.
Kenan mndekati Bella dan memeluknya dengan erat. "Duduklah dulu. Lima belas menit lagi suami kamu kesini. Tidak baik seorang wanita hamil terus berdiri seperti itu. Kasihan janin di dalam perutmu." Katanya pada Katrina yang kini semakin marah melihat kemesraannya dan Bella.
Kenan sendiri tidak peduli dengan kemarahan Katrina padanya. Yang ia pentingkan saat ini ialah Bella, istrinya yang kini pun sama seperti Katrina.
Tetapi baru mereka berdua saja yang tahu. Keluarga belum lagi Kenan beritahu karena ia tahu, suatu saat jika Katrina pasti akan kembali dan meminta pertanggung jawabannya.
__ADS_1
Dan ia pun sudah menyiapkan semua antisipasinya. Salah satunya suami Katrina.
Lima belas menit berlalu, kini mereka berempat sudah berkumpul dirumah Katrina demi menyelesaikan masalah ini.
Dokter Daud pun segera pulang saat Bram menghubunginya karena masalah ini begitu penting.
Sedari Kenan datang kerumah itu, Kenan tidak melepaskan tangannya dari pinggang Bella dan itu membuat Katrina sangat marah dan ia tidak terima dengan perlakuan Kenan padanya.
Keduanya mengangguk. Tetapi tidak dengan Katrina. Wanita itu semakin kesal dan marah saja saat melihat jika Kenan begitu mesra dengan Bella hingga duduk pun tidak mau berjauhan.
"Saya ingin menegaskan bahwa. Bukan saya yang telah menodai Katrina tetapi Bram suaminya sendiri!"
Dokter Daud mengernyitkan dahinya. "Saya tau anda pasti bingung. Tetapi inilah yang terjadi sebulan yang lalu saat Katrina berusaha menjebak saya tapi digagalkan oleh Bram, suami Katrina. Ia lah yang mengatakannya kepada saya." Ujar Kenan dan membuat Dokter Daud melirik Bram
__ADS_1
Bram mngangguk, "benar Pi. Inilah yang sebenarnya rencana Katrina karena tidak terima saat Bram yang menikahinya. Bram tahu semua rencana Katrina apa saja. Katrina sengaja menjebak Kenan agar Kenan bisa menodai dan meminta pertanggung jawaban dari Kenan setelah satu bulan jika ia positif hamil!"
Deg!
Katrina melototkan matanya saat menatap Bram. "Nggak! Itu bohong!" kilahnya
"Itu benar pi. Karena yang telah menodai Katrina itu Bram sendiri. Bukan Dokter Kenan seperti yang Katrina inginkan."
"Nggak! Aku nggak percaya! Kalian pasti sekongkol kan untuk melarang Kenan untuk tanggung jawab padaku?!" serunya dengan suara meninggi.
Kenan terkekeh, "mana mau saya tanggung dengan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan? Jika itu Bella, ia. Karena saya lah yang telah merenggut kesuciannya? Lagipun itu hal yang wajar bagi sepasang suami istri seperti kami bukan? Apalagi kamu dan Bram? Kalian berdua itu kan suami istri??"
"Nggak! Aku nggak mau!! Kamu harus tanggung jawab Kenan Putra Ar Reza!!!!" pekiknya meradang karena tidak terima dengan penolakan Kenan.
__ADS_1