
Katrina segera membersihkan dirinya dikamar mandi tamu. Sementara Kenan duduk di sofa kamar itu dan menghadap ke laur sana dimana tukang bersih-bersih halaman rumah mereka sudah tiba.
Kenana masih melamunkan dimana keberadaan Bella saat ini. Ia menghela nafas berulang kali. Tanpa sadar jika Katrina terus menatapnya dengan bibir melengkung senyum. Dengan rambut yang masih di gulung ketas dibalut handuk ia mendekati Kenan.
"Berhenti Katrina. Kita sudah hampir terlambat! Bergegaslah!" kata Kenan pada Katrina dan membuat wanita Bram itu merengut masam padanya.
Lagi dan lagi Kenan menghela nafas panjang. Bukan karena terpancing karena aroma tubuh Katrina, tetapi ia tidak ingin parfum Katrina akan menempel di tubuhnya dan akan membuat Bella semakin salah paham padanya.
Sedang dengan ini aja Kenan sudah ketar ketir memikirkannya. Takut, jika penjelasannya nanti tidak didengarkan oleh Bella jika sampai mereka bertemu.
Lagi, Kenan menghela nafasnya.
"Sudah, ayo!" ucap Katrina pada Kenan disertai dengan senyum manisnya.
Kenan baru menoleh dan mengangguk. "Ya, kita langsung saja kerumah sakit. Karena aku ingin mencari Bella pagi ini." Ujarnya pada Katrina dan membuat wanita itu kesal bukan main.
Karena sedari tadi ia terus mengatakn Bella bukan dirinya. Berbeda dengan tadi malam, Kenan selalu memuji da merayunya dengan kata-kata cinta hingga membuat wanita itu melayang ke atas awan.
__ADS_1
Tetapi pagi ini ia serasa dihempaskan ke bawah saat mendengar ucapan Kenan yang berbeda dengan tadi malam.
Ceklek!
Pintu terbuka dan menunjukkan wajah datar Kenan dan Wajah masam Katrina. Bella terkejut.
Ponsel itu sampai jatuh dari tangannya. Ia menatap nanar pada kedua orang yang melewatinya tanpa sepatah katapun.
"Bagaimana mungkin Abang disana? Sedang sedari tadi aku dududk disini? Apakah ada yang terlewat hingga aku tidak sadar? Lalu, siapa pemuda yang aku lihat tadi pagi itu?" Batin Bella menerka-nerka karena sangat bingung dengaan kenyataan yang ia lihat baru saja.
Geram karena tidak dilihat, Bella berdehem dan berbicara kepada kedua orang itu.
"Ehm, enak ya Bang makan apem legit milik wanita lain yang haram untukmu?? Kenapa? Apa aku ini tidak seenak dulu lagi? Hingga kamu mencari pelarian lain? Apakah apem legit milikku sudah kendor?"
Deg!
Deg!
__ADS_1
Deg!
Jantung Kenan berdegup sangat cepat saat mendengar suara sang kekasih hati ternyata sudah ada disana.
Katrina tersenyum jahat. "Ini kesempatan ku!" Batinnya sangat jahat.
Kaki Kenan lemas bagai tak bertulang saat menyadari jika itu adalah Bella istrinya setelah ia berbalik dan melihat jika memang benar itu adalah istrinya.
Matanya sembab dan sangat terlihat jelas seperti baru saja menangis.
"Astaghfirullah.. Istriku sudah pulang? Dia menangis? Apa yang harus aku katakan sekarang? Apa? Ya Allah.. Istriku.. Maafkan Abang, dek! Inilah yang ku takutkan sedari tadi, jika kamu akan salah paham sama Abang! Aku harus menyelesaikan ini segera! Ya, segera!" Batinnya terus bergumam lirih
Tatapan kedua matanya melihat Bella dengan merasa bersalah, Bella terkekeh namun air mata itu mengalir deras di pipinya.
"Kamu-,"
"Diam Katrina! Ini urusan ku dan istriku! Lebih baik kamu segera kerumah sakit sekarang!" potong Kenan dengan tegasnya pada Katrina yang kini tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar jika Kenan mengusirnya.
__ADS_1