
Kalau nggak hot, jangan marah. Othor tak pandai buat yang hot hot pop! Makin gaya makin ngepop! Eh?
"Makan dulu atuh. Adek lapar!"
"Abang pun iya. Tetapi lapar ini!" jawabnya sambil memaguut lagi putik ranum sang istri dengan lembut.
Puas dengan menjelajahi setiap inci, kini Kenan ingin lepas landas. Tetapi tempatnya itu tidak memungkinkan.
"Kita ke kamar aja. Ini akan menjadi pagi pertama untuk Kita berdua setelah pernikahan kita yang hampir memasuki satu tahun!"
Grep!
Bella mengalungkan tangannya di leher Kenan saat sang suami mengangkat tubuhnya dan di gendong ala Bridal style.
Sedang Bella terus menatap sang pujaan hati yang kini semakin terlihat tampan dimatanya.
Kenan tersenyum lembut padanya. Bella menunduk malu. semburat merah itu muncul di pipinya. Kenan terkekeh.
Cup.
Kenan mengecup dahi dan putik ranum itu lagi. Sambil berjalan menaiki tangga keduanya saling memaguut dalam gelora rindu yang membara.
__ADS_1
Pagutaan itu tidak terlepas hingga mereka tiba dikamar dan terjatuh di ranjang mereka. Kenan kembali mereguk manisnya madu putik ranum yang kini semakin membengkak itu.
Makin lama makin terasa ingin lebih, hingga keduanya pun bersatu. Bella menangis saat merasakan pusat intinya berdenyut ngilu.
"Maaf sayang.." bisiknya sambil mengecup kembali kedua mata Bella yang berair.
Bella tersenyum dan menggeleng padanya. "Tak apa. Ini hak mu Bang Kenan. Sudah sewajarnya kan aku memberikannya untukmu? Lagi pun, palung surga ku ini milikmu. Lakukan seperti yang kamu mau asal tidak dengan menyiksaku!" ucap Bella pura-pura ketus padahal tidak.
Dan Kenan tau itu.
Kenan tertawa. "Nggak akan sayang. Kan tadi itu sudah Abang jelaskan? Hem? Uhhh.. Legit banget sih!" kata Kenan dan membuat Bella tertawa.
Untuk pertama kalinya rudal Amerika milik Kenan lepas landas di bandara miliknya sendiri.
Untuk pertama kalinya, mereka berdua merasakan manisnya madu pernikahan yang sudah sangat lama tertunda karena masalah yang membelit mereka berdua.
Tetapi pagi ini. Keduanya telah bersatu. Bersatu dalam merengkuh surga Nya Allah kelak. Dengan mereka berdua bersatu, maka mereka akan semakin kuat dalam menghadapi cobaan yang akan datang setelah ini.
Semoga mereka berdua sanggup.
Entah berapa lama acara bercocok tanam di pagi itu hingga kedua sadar saat matahari sudah hampir tenggelam.
__ADS_1
Kenan dan Bella tertawa bersama. Ternyata mereka sudah melewati sarapan pagi dan juga makan siang mereka.
"Hahaha.. Sudah sore bang."
"Hooh, habisnya ketemu apem legit milikmu Abang nggak bisa berhenti. Sangat legit hingga membuatnya candu. Boleh minta lagi nggak sayang?" Pinta Kenan dengan kerlingan nakalnya.
"Weleh? Yang tadi kurang apa?"
"Kuranglah. Kan baru sekali masuk?"
Bella berdecak. "Sekali masuk tetapi berkali-kali Abang nyiramnya!" ketus Bella
Kenan tertawa. "Jangan marah. Ya sudah, kita istirahat. Abang harus menggantikan waktu operasi pagi ini. Kamu tak apakan Abang tinggal seorang diri?"
Bella tersenyum dan menggeleng. "Ngapain takut. Lah wong mati pun di dalam kuburan sendiri??" Jawab Bella begitu santainya membuat Kenan sangat gemas padanya.
"Oke, Abang pesan makanan dulu. Mandilah. Tunggu Abang. Kita sholat berjamah. Abang mandi di kamar sebelah saja."
"Loh kenapa?"
Kenan terkekeh. "Takutnya Abang akan menerkam mu lagi nanti. Mau kamu Abang gempur sampai pagi??"
Bella terkekeh. "Abang mah gitu. Sekali bangkit, nggak mau berhenti. Tetapi sekali nya hibernasi, sampai betahun-tahun lamanya!"
__ADS_1
Kenan tertawa. Ia sangat gemas dengan istrinya ini. Mereka berdua sudah menyatu dan tidak mungkin dipisahkan lagi.