Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Berbohong lagi


__ADS_3

"Tidurlah dengan miring. Abang harus keluar menemui mereka semua yang membutuhkan penjelasan. Untukmu, nanti akan Abang jelaskan. Antara kamu dan Katrina itu berbeda. Bukan berarti Abang memilihnya. Tidak. Abang lebih memilihmu sampai kapan pun itu. Hanya saja.. Ada sesuatu yang harus Abang pastikan dulu padanya. Jika sudah, akan Abang katakan yang sesungguh nya kepadamu kenapa dan apa. Tidurlah. Cup." Kenan mengecup kening Bella


Bella memejamkan kedua matanya. Kecupan yang entah bermakna sayang atau apa. Bella pun tidak tau.


Mata itu berkaca-kava melihat punggung tegap Kenan yang berlalu meninggalkannya. "Seandainya ini bukan sandiwara pastilah aku akan sangat senang mendapatkan suami seperti mu Bang kenan. Tetapi mengapa? Kenapa? Kenapa harus aku?" lirih Bella dengan mata menganak sungai.


Ya, selama tiga bulan ini Bella tidak bisa membohongi dirinya jika pertemuan mereka dulunya begitu mengesankan untuknya.


Hanya Kenan yang mampu mengetuk hatinya yang dingin dan membeku. Pemuda tampan dan juga terlihat seperti tampang playboy. Bukan! Kenan memanglah playboy.

__ADS_1


Terbukti saat gadis itu datang kerumah mereka. semua itu sudah menjelaskan semuanya. Kenan memanglah menganggap pernikahan ini hanya sandiwara belaka.


Bella terisak dalam balutan selimut tebal di kamar Kenan seorang diri. Sementara Kenan saat ini sedang duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya dan juga adik bungsu serta calon adik iparnya.


"Akan Abang jelaskan apa yang sebenarnya. jangan ada yang menyela sebelum Abang selesai bicara!" tegas Kenan kepada semua yang ada disana.


Terutama Papa Reza yang kini menatapnay dengan raut wajah datar begitu pun dengan Mama Rani.


Karena tidak ingin berakhir seperti tadi. Ia ingin mendengar dulu apa yang selanjutnya akan putra sialan nya itu katakan.

__ADS_1


"Maaf, jika tadi ia mengatakan kalau Abang merupakan calon suaminya. Itu tidak benar. Abang tidak ada hubungan apapun dengannya. Abang sudah terikat kontrak dengannya. Selama kontrak ini belum selesai maka Abang tidak bisa meninggalkan nya begitu saja. Abang butuh dia untuk projek ini." Bohong Kenan pada ke empat orang itu yang kini sedang menatapnya dengan dalam.


Kenan berusaha setenang mungkin. Ia tidak ingin ada satu pun rahasia nya ini ada yang tau. Bahkan Bella sekalipun istri sah tetapi sandiwara nya itu.


Bella yang turun pun kini terpaku di tempat karena mendengar ucapan Kenan baru saja.


"Walau Papa memaksa Abang. Abang tetap bisa meninggalkannya. Ku harap kalian mengerti. Semua ini demi kelancaran projek baru ku." lanjut Kenan lagi sedikit melirik ke dapur karena baru saja Bella turun dengan membawa kan piring kotor makan siang mereka tadi.


"Mama tidak mau tau, kamu dengan nya rekan atau apapun! Yang jelas jangan sekali-kali kamu menyakiti Bella dengan perbuatan mu. Karena jika itu sampai terjadi, maka kamu harus menaggung resikonya Kenan! Sekali saja Mama mendengar jika Belal terluka karena sikapmu. Mama pastikan. Disaat itu juga kamu bertemu dengan Bella untuk yang terakhir kalinya. Mama akan memisahkan kalian berdua! Hingga kamu tidak bisa untuk menemuinya lagi. Kamu ingat itu Kenan!" tegas Mama Rani begitu dingin

__ADS_1


Membuat Kenan menelan salivanya. "Maafkan Abang, Ma.. Abang terpaksa berbohong lagi saat ini. Tetapi abang janji. Setelah semua masalah abang selesai. Akan Abang katakan yang sesungguhnya kepada kalian semua. Abang tidak ingin kalian menyalahkan diri kalian karena masalahku ini. Terutama Kezia. Karena dia lah aku sampai seperti ini. Untuk kamu Dek. Bersabaralah. Akan ada saatnya Abang jujur padamu. Untuk sekarang biarlah seperti ini. Kamu cukup diam dan lihat saja. Karena Abang tidak ingin membawa mu dalam masalah ini." Gumam Kenan dalam hati dengan mata menatap ke dapur diaman Bella saat ini sedang menuju ke taman belakang lagi.


__ADS_2