Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Anugerah terindah


__ADS_3

Hari-hari yang merekalewati begitu cepat. Tidak terasa keduanya sudah bisa berbicara dengan lancar.


Penyembuhan keduanya terbilang cepat karena keduanya memnag harus benar-benar sembuh.


Dimas selaku pemilik rumah sakit yang di pimpin Kenan memberikan keringanan kepadaBella untuk bisa mengikuti kuliah spesialisnya.


Sebenarnya Bella sudah dianggap gugur. Karena sudah tiga bulan tidak mengikuti sekolah.


Tetapi Dimas memberikan alsaan dan sebab kenapa Bella tidak masuk sekolah lagi. Dan karena negoisiasi dimas, akhirnya Bella bisa kuliah lagi.


Penyembuhan pun berjalan dengan baik. Setelah sembuh, keduanya kembali bertugas seperti biasa.


Satu tahun berlalu.


Tak terasa kehidupan Kenan dan Bella sudah menjalani dua tahun lamanya. Sejak kejaidian dimana dirinya keguguran hingga saat ini, mereka berdua belum juga dihadiahi momongan.


Mereka berua pasrah. Karena seperti yang Bunda Zizi katakan jika mereka berdua belum diberikan amanah lagi karena keduanya saat ini masih di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing.


Jika Kenan dengan Dokter kandungan, sedang Bella dengan dokter anak. Dan mereka berdua pun bekerja dirumah sakit yang sama.


Karena Dimas tidak mengizinkan Bella jauh dar suaminya. Takut, jika Bella mengalami hal serupa lagi. Padahal waktu itu mereka berdua.


Tidak menutup kemungkinan jika mereka akan mendapatkan yang seperti itu walau Katrina sang pelaku saat ini sedng mendekam di penjara karena ulahnya itu.


Ia sudah melahirkan dan bayinya berjenis kelamin laki-laki sangat mirip dengan Bram. Bram sengaja memilih Bella yang menjadi dokter untuk Anaknya yang masih bayi karena ia percaya Bella bisa melakukannya.


UntukKatrina sendiri, ia sudah banyak berubah dan tahun ini mendapat remisis karena dirinya menjadi tahanan yang paling rajin di dalam sel sana.

__ADS_1


Semuanya sudah bahgia dengan kehidupan masing-masing. Keduanya menjalani hidup dengan semestinya.


*


*


*


Pagi harinya di kediaman Kenan.


"Abang, bangun ih! Udah jam sembilan loh.. Masa iya sih masih tidur juga? Jadi nggak nih kita balik ke Medan??" tanya Bella pada Kenan yang saat ini masih bergelung dalam selimut.


"hemm.. Abang masih ngantuk sayang.. Heke.. Hek.. Eeerrgghhtt.." Kenan menutup mulutnya karena merasa perutnya begitu mual.


Dengan mata yang masih terpejam Kenan menahan rasa mual itu. Hingga..


Braaakkk...


Kenan tidak peduli. Ia segera berjongkok di depan closet dan memuntahkan semua cairan di perutnya membuat Bella terkejut.


Dengan cepat ia mendekati Kenan dan mengusap dan memijit lembut tengkuk Kenan hingga membuat Kenan lebih lega karena rasa muntahnya.


Kenan berusaha bangkit, tetapi sangat pusing. Ia berpegangan pada tubuh Bella untuk mencuci mulutnya sekalian gosok gigi.


Bella akhirnya tidak jadi mandi karena melihat Kenan yang begitu lemah. "Temani Abang sayang. Jangan mandi dulu ya?" pintanya pada Bella yang kini mengangguk dan menuruti keinginan Kenan.


Keduanya kembali ke kamar. Kenan dan Bela duduk di ranjang bersama. Bella menatpa Kenan yang kini menatapnay dengan dahi berkerut.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Bella pada Kenan yang kini terus saja menatapnya.


"Abang?" ulangnya lagi.


"Ambilkan ponsel abang," titahnya


Bella mengangguk dan segera mengambil Ponsel milik Kenan yang terletak di nakas berdampingan dengan punya nya.


Bella memberikan ponselnya pada Kenan. Dengan segera kenan membuka sesutu di ponsel itu.


Lama ia melihatnya, hingga senyum manis itu tersungging di bibir pucatnya. "Abang kenapa sih? Kok jadi takut ya lihat Abang kayak gini?" tanya Bella pada Kenan yang kini bergeser dan berdiri.


"Berbarng," titahnya pada Bella


Bella yang masih kebingungan menuruti pwerintah Kenna. Dan Kenan seger memeriksakan Bella.


Mulai dari denyut nadi bibir itu sudah tersenyum senang. Hingga ia menyingkap baju Bella dan meraskan sesutu yang menghangat menjalar di telapak tangannya.


"Anakku..." lirihnya dengan mata yang sudah berlinangan.


Bella tertegun sejenak. Setelah sadar, ia segera bangkit dan mendudukkan Kenan. "Apa.."


Kenan mengangguk. "ya sayang. Kita akan segera memiliki anak lagi. Saat ini kamu sedng hamil. Dan abang yang mengalaminya. Kehamilan yang sama saat anak kita satu tahun yang lalu."


"Benarkah?"


Kenan mengangguk lagi. "Menurut perkiraan dari tanggal terakhir kamu haidh, kehamilan kamu sudah bersia delapan minggu,"

__ADS_1


Mata Bella berkaca-kaca. "ya Allah.. Kabar gembira yang selalu kita tunggu akhirnya datang juga. Ya Allah.. Akhirnya anugerah tak terduga ini menghampiri kita lahgi. Disaat kita sudah pasrah, ternyata Allah memberikan keajaibannya kepada kita berdua.." Bella tersedu


Kenan mengangguk. Ia pun ikut tersedu. Ia pun tidak menyangka. Karena mereka pikir akan sulit bagi Bella untuk hamil lagi karena Bella memiliki riwayat keguguran.


__ADS_2