Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Kedatangn Kezia dan Dimas


__ADS_3

Berulang kali Kenan Membangunkan Bella, tetap saja. Istrinya itu tidak ingin sekalipun membuka matanya.


Bahkan belitan tangan di tubuhnya semakin erat. Susah payah Kenan dan Mama Rani untuk melepaskan tangan Bella.


Tetap saja istri sandiwara tetapi sah itu semakin memeluk erat tubuh Kenan yang entah mengapa sangat mirip dengan Almarhum Ayah Emil.


Dibawah alam sadarnya, ia begitu tenang, nyaman dan serasa di lindungi saat memeluk tubuh tegap Kenan.


Sampai-sampaii Bella tidak bangun dari tidurnya karena merasakan kenyamana yang baru ia rasakan lagi setelah kian tahun ia kehilangan sosok ayah.


Mengingat itu, Bella terisak. Hal yang membuat Kenan dan Mama Rani terkejut melihat nya.


Saat ini mereka berdua sedang berada di kamar Kenan. Berada di atas ranjang Kenan yang tadi malam mereka tiduri berdua.


Tidur dengan saling memunggungi satu sama lain. Tapi pagi ini? Hal yang tidak terduga pun terjadi.


Susah payah Kenan membawa Bella naik ke tas, karena kamar mereka berdua memanglah di atas. Kenan menggendong Bella seperti menggendong baby koala hingga mereka tiba di kamar.


Dan saat ini Bella memeluk tubuh Kenan untuk pertama kalinya setelah mereka menikah. Kenan mengusap buliran bening yang mengalir di sudut mata sang istri.

__ADS_1


"Hiks.. Ayah.. Adek kangen ayah.. Kenapa ayah pergi disaat adek masih kecil? Hiks.. Sekarang adek sama siapa?" igaunya dengan mata terpejam


Kenan dan Mama Rani saling pandang. Papa Reza yang berdiri di depan pintu mematung seketika.


Padahal saat ini ia sedang menghubungi Dimas dan Kezia agar datang kerumah Kenan yang berjarak hanya tiga puluh menit saja dari rumah Keanu.


Sambungan ponsel itu masih tersambung. Kezia dan Dimas bergerak cepat menuju rumah Kenan. Suara di seberang telepon sangatlah panik.


Kezia teruas saja bertanya tentang keadaan Bella kepada Papa Reza. Tetapi yang ditanya tetaplah Diam.


Mata itu menatap nanar pada sang menantu yang kini terbaring lemah masih dengan memeluk tubuh sang putra sialan nya itu.


Mama Rani menoleh pada Papa Reza dan bertanya melalui matanya, beliau mengangguk. Kepulangan mereka di tunda lantaran Bella belum sadar dan juga Papa Reza masih merasa bersalah kepada menantu nya itu.


Lama mereka menunggu, hingga dua puluh lima menit kemudian Kezia dan Dimas baru saja tiba. Mereka turun dengan terburu sampai-sampai Kezia terpeleset di naikan tangga teras rumah Kenan.


"Astaghfirullah! Ya Allah, hampir saja!" ucap Kezia begitu terkejut karena terjatuh tersungkur jika bukan Dimas yang memegang tubuhnya dari belakang.


Jantung keduanya berdegup kencang lantaran terkejut. Inilah pertama kalinya mereka dekat seperti itu.

__ADS_1


Hingga membuatnya salah tiingkah. Dimas berdehem, "Ehm, hati-hati sayang! Kamu selamat karena ada Abang di belakang kamu. Kalau tidak, pastilah hidung dan bibir kamu sudah mencium lantai rumah Bang Kenan!" ucap Dimas denga segera berlalu meningglakan Kezia yang tertawa karena ucapan nya iitu.


Semua pergerakan anak muda itu tidak luput dari mata elang seorang paruh baya yang kini sedang berdiri di balkon kamar Kenan.


Tiba di dalam, mereka berdua langsung saja menuju ke kamar Kenan yang berada di atas. Masuk ke kamar Kenan yang pertama kali Kezia liihat adalah jika Bella sedang memeluknya dengan erat sambil tiduran diranjamg mereka.


Dengan Kenan berada di bawah dan Bella berada di atas tubuh Kenan.


Dimas melongo dibuatnya. Setelahnya ia terkekeh, Kenan berdecak sebal. Kezia pun ikut terkekeh melihat tingkah kocak Kakak iparnya itu.


"Ehe, ehhm, enak banget ya Bang berpelukan gitu?" goda Kezia sembari mendekatkan dirinya pada Bella dan Kenan.


Kenan berdecak lagi. "Diam kamu Dek! Periksa sekarang Kakak ipar kamu! Punggungnya itu terluka tadi.." lirih Kenan melirik Papa Reza yang terdiam tanpa kata.


Mama Rani pun memilih Diam. "Di lepas dulu Kak Bang Kenannya. Abang nggak akan pergi Kok. Adek janji!" ucap Kezia pada Bella yang saat ini masih dengan mata terpejam.


Anehnya, Bella menggeleng. Membuat Kenan menghembuskan nafas kasar. Kezia terdiam melihat hal itu.


Ia pun melirik pada Kenan, Mama Rani dan Papa Reza yang kini terdiam. "Sebaiknya, Papa, Mama dan bang Dimas keluar dulu. Biar adek yang disini. Kalau sudah, nanti adek kabari kalian!" ucap Kezia dan diangguki oleh Dimas.

__ADS_1


Papa Reza dan Mama Rani pun mengalah.


__ADS_2